"ice latte satu, cheesecake dua, chan kamu mau apa?"
woojin menengok ke samping, menunggu pemuda di sampingnya menentukan minuman apa yang ingin dia pesan. tidak lupa woojin memesan dua cheesecake, satu untuknya dan satunya lagi untuk chan, sebagai cemilan sembari mereka berbicara. setidaknya jika pembicaraan mereka awkward, woojin bisa menggunakan cheesecake sebagai alibi untuk menutup mulutnya.
"ice choco." putus chan, mengambil saran woojin untuk mencoba ice choco yang katanya terkenal enak itu.
woojin tidak terlalu terkejut dengan pronounce chan yang bagus, toh chan bilang kalau namanya keurisseutober, tidak akan aneh jika ia bisa berbicara bahasa asing dengan baik. tapi dibalik pengucapannya, woojin mendengar aksen yang sedikit asing?
"ice choco satu. itu saja, terima kasih," woojin menyerahkan dua lembar sepuluh ribu won kepada kasirnya sebelum berbalik ke arah chan, menanyakan pertanyaan yang ada di ujung lidahnya, "jadi kamu bukan asli sini?"
chan mengangguk pelan sambil tertawa, "aku dari australia! g'day mate!"
mata woojin mengerjap sebelum tertawa cukup kencang, tidak berpikir jika chan akan mengatakan kalimat itu dengan aksen australia nya. ia menyender di bahu chan, berusaha menetralkan tawanya sebelum orang lain memandangnya dengan aneh.
"atas nama woojin," chan bergerak untuk mengambil minuman mereka dengan woojin yang masih menyender di bahunya.
"cheesecake nya nanti diantar ya, terima kasih."
woojin menerima minumannya setelah tawanya usai, wajahnya merah. chan mengucapkan terima kasih sebelum mengarahkan mereka ke salah satu meja kosong, "cheesecake?"
woojin mengangguk sambil tersenyum lebar, "cemilan," chan tidak bisa merasa kesal dan hanya mengangguk.
ʕ'•ᴥ•'ʔ
"jadi, bagaimana ceritanya kalian bisa membuat grup sendiri? apa kamu trainee juga?" woojin meletakkan kepalanya di atas tangannya yang terlipat, memiringkan kepala sambil menunggu jawaban chan.
"hm, bagaimana ya menjelaskannya. jadi aku dan changbin, maksudku spearbine, kuliah di kelas yang sama dan sering berdiskusi tentang musik bersama sebelum memutuskan untuk membuat grup bersama," woojin mengangguk, "waktu itu kami masih bernama 2basco," woojin tertawa pelan.
"apa nama grup kalian selalu memakai nama saus?"
"itu sebenarnya tidak disengaja sih," chan terkekeh, "nah, kita tidak sengaja bertemu jisung, j.one, saat kita mencari satu orang untuk berkolaborasi."
"jadi kalian belum pernah bertemu jisung?"
"hm, kami sering video call dengan jisung sih. sebenarnya anak itu tidak tinggal di korea, dia di malaysia. untung saja dia bisa berbahasa korea atau aku harus menjadi translater untuk changbin setiap kita berdiskusi."
woojin berdecak kagum, dia tidak bisa mengerti bagaimana chan bisa terpikir untuk membuat sebuah grup. karena menurut woojin sendiri, membuat sebuah grup seperti itu membutuhkan komitmen, tapi melihat bagaimana usaha chan (changbin dan jisung juga) untuk merealisasikan nya, ia yakin jika mereka akan berhasil.
"sebentar, jadi kalian merubah nama grupnya menjadi 3racha karena anggotanya bertambah menjadi tiga?" chan mengangguk, tersenyum bangga atas nama grupnya.
"permisi, ini cheesecake yang dipesan. selamat menikmati."
woojin mengangguk dan mengucapkan terima kasih, tersenyum senang sambil melihat ke arah kue yang berada di depannya. chan memperhatikan bagaimana raut wajah woojin mencerah setelah kue mereka datang dan bagaimana pemuda di depannya menjilat bibirnya sebelum memakan kue nya, tanpa diminta senyum chan muncul.

KAMU SEDANG MEMBACA
This Love [ B. Chan x K. Woojin ]
Fiksi Penggemarinspired by mikitoP's Sarishinohara, Yonjuunana, and Akaito; Little Mix's Secret Love Song [ "they say the more tears you shed, the stronger you become. but that's wrong, you only break apart."] --- ["I am right here for you"] Stray Kids AU bxb lowe...