"Karena aku tahu,gimana sakitnya mencintai orang lain yang tidak mencintai kita"
Aletta
Happy reading ❤
Bel istirahat berbunyi nyaring membuat semua siswa heboh dan langsung ngacir ke kantin untuk mengisi perut mereka yang kosong.
"Guys ayo buruan,gue udah laper nihh"ucap Abel.
"Ya ampun bel, sabar kali. Kek gk dikasih makan setahun aja lo"ujar Vanya.
"Emang"cuek Abel.
"Al ayo, keburu nih anak itik mati kelaparan"ujar Vanya yang dibalas pukulan ringan dari Abel dilengannya.
"Kalian diluan aja deh, gue kan mau nemui buk Rika dulu"ucap Aletta.
"Oh iyaa, kita lupa Al. Yauda kalau gitu kita temenin lo dulu deh"seru Vanya.
"Uda gak usah, kasian tuh Princees Abel udah kelaparan"ujar Aletta.
"Aaaa Aletta pengertian banget sih. Jadi tambah sayang deh"ucap Abel sambil memeluk Aletta.
"Ihhh alay banget sih lo. Udah ayo, Al kita luan ya"ujar Vanya.
"Dadah Al"seru Abel sambil berjalan keluar.
Setelah kepergian sahabatnya, Aletta bergegas menuju ke kantor guru.
Sesampainya disana ia langsung menemui buk Luna yang sedang berbicara dengan seorang pria dan wanita yang sudah ia kenal.
"Aletta, silahkan duduk"ujar buk Luna.
Aletta pun langsung duduk di bangku kosong yang ada disamping Billy. Sementara disebelah kanan Billy terdapat Agatha yang Aletta sendiri tidak tahu apa urusannya.
"Jadi begini Aletta, saya sudah berbicara dengan pihak sekolah kalau peserta untuk olimpiade matematika ditambah satu lagi yaitu Agatha. Sebernya belum ada kepastian berapa orang yang akan ikut lomba nanti. Cuma yang pasti kalau tidak dua,tiga orang yang akan mewakili sekolah. Jadi ibu putuskan untuk memasukkan Agatha sebagai jaga jaga kalau nanti yang diambil tiga orang"jelas buk Luna.
"Terus, kalau misalnya perwakilannya cuma dua orang gimana buk?"tanya Agatha.
"Kalau nanti ternyata yang diutus hanya dua orang, maka kamu dan Billy yang akan mewakili sekolah kita. Saya sudah bicara dengan Agatha dan Billy dan mereka berdua setuju. Sekarang tinggal keputusan dari kamu Aletta"ujar buk Luna.
"Saya ikut gimana baiknya aja buk"ucap Aletta.
"Baiklah kalau begitu, berarti nanti Agatha masuk dalam tutor kalian ya"ujar buk Luna.
"Dan gue harus sisap jadi nyamuk mereka"batin Aletta.
"Udah gak adavyangbdiomongin lagi kan buk. Kalau gitu saya permisi ya buk"ujar Aletta dan melangkah keluar ruangan.
"Kalau gitu, kita juga permisi buk. Yuk Tha"ajak Billy pada Agatha.
~
Aletta duduk di bangku taman sekolah yang tidak terlalu ramai. Dia membatalkan niatnya ke kantin karena moodnya benar benar hancur saat ini.
"Kenapa sih,harus Agatha. Gak ada orang lain apa. Kenapa gue harus ada diantara mereka berdua"kesal Aletta.
Dia menyembunyikan wajahnya dibalik telapak tangannya sambil menunduk.
"Hay Al"sapa seseorang.
Aletta mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang ada dihadapannya. Ketika mengetahui orang itu dia langsung bangkit dari duduknya dan hendak pergi. Namun lelaki itu mencekal pergelangan tangannya.
"Apaan sih rik"ujar Aletta sambil menghempaskan tangan Riko. Ya orang itu adalah Riko mantan kekasihnya.
"Aku mau ngomong sama kamu Al"ucap Riko.
"Gue gak ada waktu"ujar Aletta dan melangkahkan kakinya sampai suara Riko menghentikan langkahnya.
"Kalau mencintai Billy kamu ada waktu"ucap Riko santai.
Aletta membalikkan badannya memandang wajah mantan pacarnya ini yang terlihat santai.
"Kenapa?benerkan yang aku bilang?"tanya Riko.
"Gak usah sok tahu lo"ucap Aletta.
"Aletta aletta, kita tuh dulu udah lama pacaran. Aku tahu kali gimana wajah kamu saat menatap orang yang kamu cintai"ujar Riko.
Aletta hanya diam menunggu ucapan Riko selanjutnya.
"Aku gak ada maksud apa pun kok. Aku cuma mau bilang sama kamu kalau aku akan dukung apa pun yang ngebuat kamu bahagia meskipun itu bukan aku. Dan aku akan simpan rahasia ini baik baik"kata Riko.
"Maksud lo?"tanya Aletta.
"Aku cuma mau kita bisa berteman Al.Karena aku juga akan berusaha untuk nerima clara jadi pacar aku. Aku gak bisa ngebantah omongan papa. Dan aku mau, meskipun kita gak kek dulu lagi. Seenggaknya aku bisa jadi teman buat kamu. Kamu mau kan temenan sama aku?"ucap Riko.
"Emang sebelum cerita kita dimulai kita juga temenkan. Jadi gak ada salahnya kita temenan meskipun cerita kita udah selesai"ucap Aletta.
"Makasih Al. Oh ya, kalau kamu mau curhat apa pun. Aku siap kok buat jadi pendengar yang baik"ujar Riko.
"Makasih rik"balas Aletta.
"Sama sama Al. Tapi satu hal yang perlu kamu tahu. Hati aku masih buat kamu Al. Jadi kapan pun kamu mau kembali,aku siap. Dan aku gak akan ngebiarin kamu sama orang yang salah"ujar Riko.
"Makasih karena lo udah cinta sama gue,tapi gue mohon. Lo harus belajar lupain gue dan belajar buat cibta sama Clara. Karena gue tahu rik, gimana sakitnya mencintai orang lain yang gak cinta sama kita"jelas Aletta dengan setetes cairan bening yang keluar dari matanya.
"Aku bakal usaha Al. Tapi kamu janji sama aku jangan pernah nangis,karena aku masih cinta sama kamu. Dan kamu gak tahu gimana sakitnya melihat orang yang kita cintai menangis di hadapan kita"ucap Riko sambil menghapus air mata Aletta.
"Makasih. Gue cabut luan ya"ujar Aletta dan meninggalkan Riko sendiri.
"Gue bakal dapetin lo lagi Al, sekalipun gue harus nentang bokap gue sendiri"batin Riko.
~
Aaaaaa kata kata Aletta sedih banget. Siapa yang pernah ngerasain hal yang sama kek Aletta?komen dibawah!!
See you next chapter
Jangan lupa vote and komen ❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Devided By Love
Novela JuvenilKetika kamu punya banyak harta dan segala-galanya.Tetapi satu yang tidak ada,BAHAGIA. Sampai suatu saat kamu menemukannya, namun harus berbagi dengan orang lain. Akankah kamu menerimanya? By:Shintya272
