21. L'existence précède l'essence

3.4K 759 63
                                        

Jungkook berdiri di sisi jalan, menunggu Jaehyun. Malam ini Jungkook akan melihat sedikit sisi hidup Jaehyun. Sedikit minuman mungkin akan membantunya untuk mendapatkan cerita dari Jaehyun.

Audi hitam berhenti tepat di sisinya. Jungkook langsung masuk dan mendapati Jaehyun yang tersenyum lebar padanya. "Kau pasti akan suka tempatnya." Ujar Jaehyun kemudian melajukan mobilnya.

Jungkook mengangguk, "mobilmu bagus."

"Tentu. Aku yang memilihnya untuk kado ulang tahun." Jawab Jaehyun jujur.

Jungkook melirik ke arah dashboard, terdapat sebuah photocard di sana. "Kau dan Eunwoo pasti sangat dekat." Komentarnya saat melihat foto tersebut.

Jaehyun hanya menarik ujung bibirnya sedikit. "Tentu, dia teman baikku."

Jungkook punya firasat jika mereka lebih dari itu.

Eunwoo dan Lisa tengah berbaring di atas kasur milik Hyunjae

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Eunwoo dan Lisa tengah berbaring di atas kasur milik Hyunjae. Sementara Hyunjae berada di dapur untuk membuat makan malam. Orangtua Hyunjae tinggal di Busan untuk beberapa bulan. Jadi, wajar jika yang Hyunjae miliki hanya ramyeon.

"Menurutmu kita akan berhasil?" Tanya Lisa. Entah kenapa ia merasa khawatir. Teror yang diterima Eunwoo bukan sesuatu yang dilakukan oleh orang sembarangan. Lalu, kenapa Eunwoo?

Eunwoo diam. Sejujurnya ia tak tahu. "Entahlah. Hanya saja, aku ingin kita berhasil. Bukan hanya untuk Roseanne. Aku ingin mereka mendapat ganjaran atas perbuatan biadab mereka. Aku ingin mereka membayar dengan harga yang pantas."

"Meski Jaehyun akan hancur?" Tanya Lisa, memastikan.

Eunwoo menoleh, menatap Lisa. "Aku menyayanginya, Lisa. Hanya saja, membiarkannya ikut dalam lingkaran setan ini tak ada di dalam daftarku. Aku ingin Jaehyun memilih jalannya sendiri. Tenang saja, dia akan bertahan."

"Kau pasti sangat menyayanginya."

"Ya dan ini menyakitkan."

Ada jeda di antara keduanya hingga aroma kaldu ramyeon masuk ke dalam rongga penciuman mereka. Eunwoo langsung duduk di depan meja kecil yang Hyunjae siapkan. Lisa mengikuti dan duduk di samping Eunwoo. Hyunjae menaruh panci berisi tiga buah ramyeon dengan telur dan sayuran. Kemudian kembali ke dapur untuk mengambil nasi di mangkuk besar.

"Selamat makan." Ujar ketiganya bersamaan.

"Aku pernah baca soal esensi dan eksistensi." Ujar Hyunjae di sela mengunyah. Lisa menaikkan alisnya, bingung. Semakin lama mengenal Hyunjae, Lisa jadi sadar jika lelaki ini sering sekali mengucapkan sesuatu secara tiba-tiba.

"Katanya esensi kita ditentukan eksistensi." Lanjut Hyunjae, sambil berusaha mengingat.

Eunwoo menaruh gelasnya, kemudian berujar. "L'existence précède l'essence. Artinya eksistensi mendahului esensi. Itu sebuah pemikiran dari Sartre."

school 2019Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang