Hati ini bukan untuk permainan. karna setiap permainan pasti ada level puncak dan endingnya. Tapi kisah cinta... Well?? Aku rasa harus satu untuk selamanya. .
;)(
"Ar!!" Teriaknya mensejajarkan langkahnya dengan langkahku.
"Kenapa? Mau ngejek lagi?"
Ardian menggeleng.
Yap. Kita sudah diluar kampus tepatnya digang sempit jalan alternatif menuju kosanku.
"Dih! Baper"
"Ngapain sih Lo ngikutin gue?! Lo tau segerombolan cewek cewek Lo bully gue!! Lo tau ga?? Setiap gue kesana kesini dikampus idup gue ga tenang!! Pergi Sana!!"
"Ar! Maafin gue.. Lo anggap aja semua ini drama. Kita lagi main drama dikampus and than aslinya Lo tau kan siapa gue?"
"Munafik !!" Teriakku tepat didepan wajahnya yang katanya good looking itu.
"Ar!! Tungguin guee!!" Cepatnya, meraih pergelangan tanganku.
"Gue teriak nih!! Hey Ardian ngejar ngejar guee nihhhh!!"
Huappp..
Ardian langsung membungkam mulut ku dengan telapak tangannya.
"Hmmpphh "aku meronta untuk dibebaskan.
"Kita harus bicara Ar!"
:+((
Caffe
Ini caffe yang jauh dari kampus. Entah dimana Ardian bisa nemu caffe dipinggiran kota begini.
"Jadi ceritanya Lo suka sama gue. Tapi Lo malu?? Iyallahh gue ga sepopuler Melyandra"
"Ar!! Please. Aku suka dari awal kita ketemu.. tapi kamu tau kan.. aku bakal maju dipencalonan presma taun ini. Kamu tau kan Melyandra punya gerombolan banyak? Its politik Ar . Gue harus deketin dia.. gue pasti menang. Lo juga tau Melyandra gasuka sama Lo"
"Gila!! Drama macam apa ini??!! Lo ngajakin gue pacaran sekaligus nyakitin gue Ar !!"
"Demi apapun ini cuma drama. Please. Berpura-pura lah demi gue. Setelah keluar dari kampus kita bakal kembali ke dunia kita Ar !"
"Gila tahta lo!"
"Ini demi perubahan universitas. Gue maju karena keresahan para mahasiswa dan mereka mempercayai gue bisa mengatasi ini semua. Dan satu satunya jalan gue untuk menang. Gue harus masuk ke kelas elitnya Melyandra"
Aku mendengus sebal. Sebenarnya siapa yang ga bahagia ditembak laki laki paling populer sejagat kampus. Tapi konsekuensi nya ga boleh ada yang tau tentang hubungan lo!
"Serius gue cinta sama Lo! Please terima gue Ar ?!"
Ardian berlutut di hadapanku. Matanya berbinar penuh harap. Kejatuhan duren tuh wajib di syukuri gasih)(
"Ya udah. kita jalanin dulu aja, kalau gue udah ngerasa ga nyaman dan mogok tengah jalan.. "
"Ga bakal! Makasih sayang" Ardian memelukku erat.
Kenapa rasanya aneh. Seperti ada kupu-kupu yang beterbangan diperut ku. Seperti ada pesta kembang api di jantung ku .
:()
Semua jalanan di pinggir kota kita lalui bersama sebelum akhirnya diperjalanan yang mendekati kampus.
"Sampe sini aja ya. Aku pesenin kamu ojek online"
Rasanya nyelekit. Di turunin pinggir jalan dan dipesenin ojek online sesaat setelah jadian.
"Maafin aku. Jangan ngambek dong!"
"Ck! Apasih gausah lebay deh!" Ketusku
"Aku duluan ya. Ga enak nanti.."
"Iyaa tau.. sana pergi!"
"Kiss???" Menepuk nepuk pipinya
"Najis!"
Cup!
Seketika jantung seakan berlari maraton.
"Byee cantik!! Kalo drivernya genit gausah ditanggepin ya!"
:$
Aku berbaring lesu diatasi kasur. Ya ampun apa aku sudah melakukan hal bodoh. Dan termakan good looking nya Ardian. Astaga baru aja gue bilang kalo good looking ga sepenuhnya bisa meyakinkan seponsor eh ternyata ? Kemakan omongan sendiri kan.
Ardian
Hello!! Pacar yang baru satu jam, lagi ngapain? Lagi mensyukuri nikmat Tuhan ya?
Arsy
Basi Lo!!
Ardian
Ganti nama kontak ya. Jangan ditulis namaku. Kalo ada yang tau bahaya.
Arsy
Hp gue disandi maap!
Ardian
Please beb! Orang mana tau kalo tiba tiba ada yang liatin kata sandi kamu. Dan buka chat2an kita?
Arsy
HM! Y
:(/
Kali ini rapat kedua mengenai workshop. Dan Ardian sudah mewanti-wanti soal drama!
Jangan Deket Deket aku ya nanti!
Kelakuannya kaya biasa aja!
Gausah mesem mesem liatin aku!
Gausah caper!
Nanti sok benci aja ya sama aku!
"Oke Ardian jadi kamu sudah memikirkan siapa yang bakal jadi partner kamu untuk jadi seponsor ship?"
"Eum, sebenernya gue ada sih kepikiran. Cuma orangnya gamasuk kepanitiaan nih gimana?"
"Ya gabisan gitu dong! Disini banyak orang kali. Ngapain ngambil dari luar!?"
"Tapi gue klopnya sama itu!"
Gue diam seribu bahasa. Biarlah Ardian yang berdrama sendiri .
"Gue mau. Partner gue Melyandra. Selain itu gue mending keluar dari kepanitiaan!"
Seketika pandanganku yang tadinya menunduk menoleh ke arah Ardian.
"Kenapa Lo ga setuju?!" Sulut Ardian padaku yang menatap tajam kearahnya.
Astaga! Drama king
"Engga lah! Lagian banyak orang ko yang good looking selain lo! Gapapa ka kita kehilangan dia.. kita bisa ganti orang buat jadi sponsor ship baru!"
"Tapi ga bakal seberhasil Ardian! Dia udah punya channel dimana-mana"
"Kita gaboleh terus terusan bergantung pada satu orang! Please dikampus ini banyak orang gacuma Ardian!!"
Ka Rasya menghampiriku. Dan menggiringku keluar ruangan untuk bicara berdua.
"Kamu tau ini acara bukan untuk main main. Reputasiku ada dibalik kesuksesan acara ini! Kemampuan Ardian sudah tidak kita ragukan lagi! Maaf Arsy, kamu sering membantah dan seperti nya Ardian juga tidak suka kamu. Daripada Ardian yang keluar. Dengan berat hati Kaka putuskan kamu yang keluar dari kepanitiaan dan Melyandra yang menggantikan"
Aku menelan ludahku susah payah. Lagi dan lagi seseorang memang menutup adanya perubahan karena terlalu meyakini bahwa sebelumnya sudah lebih baik.
+()
Kami memasuki ruang rapat kembali. Aku disuruh menyatakan pengunduran diri oleh ka Rasya agar terkesan akulah yang mengundurkan diri bukan dikeluarkan seperti kenyataannya.
"Maaf teman teman. Sepertinya saya tidak bisa mengikuti rapat rapat dan kegiatan kepanitiaan workshop. Maaf karena kebutaan saya terhadap pengetahuan tentang kepanitiaan. Maaf jika saya menyusahkan kalian selama rapat berlangsung! Maaf dengan pendapat pendapat saya yang sering kali tidak bisa terbendung. Saya mohon pamit dari kepanitiaan workshop. Terimakasih!" Aku keluar ruangan. Sekilas aku melihat wajah Ardian yang keliatan bingung.
Ardian
Kamu keluar bukan karena aku pilih Melyandra kan?
Arsy
Ini cuma drama
Ardian
Oh syukurlah aku pikir kamu marah. Oke sayang semangat matkul ya 😅😄
Arsy
Iya. U too
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA RAHASIA
Genç Kurguada rasa dibalik hati yang terbenteng kokoh oleh gengsi demi sebuah tahta di sebuah universitas. mana mungkin Ardian bisa menaruh cinta pada Arsy? gadis lugu berparas biasa yang berhasil membuat hatinya bergeter lebih dari biasanya. "hidup saya ad...
