34

567 77 8
                                        

"Jadi, lo calon nya felix? " tanya Somi tanpa basa-basi.

Changbin mengangguk. "Iya, " jawab nya.

Somi pun ikut mengangguk. "Ternyata selera felix itu yang macem kang begal ya, " balas nya lalu tertawa garing.

Changbin berdecak sebal. "Enak aja, gue dibilang tukang begal. "

"Ya, emang tampilan lu kayak gitu kok, " balas Somi.

Changbin hanya menatap Somi tajam, tak mau beradu mulut dengan nenek lampir lagi, kata nya.

Lalu Somi mengeluarkan kotak kecil, berwarna merah.

Dan Somi pun membuka nya, lalu menggeser kotak tersebut kearah Changbin.

"Itu, cincin tunangan buat lo sama felix, " kata Somi.

Changbin mengernyit. "Cincin tunangan? Perasaan gue nggak ada pesen apa-apa deh. "

"Ck, udah ambil. Itu gue sendiri yang desain buat kalian berdua. Khusus. "

Changbin menaikkan sebelah alisnya. "Lo yang desain sendiri? " tanya nya lalu memerhatikan cincin tersebut.

"Yep. Gue mau yang terbaik buat felix gue. "

"Ohiya, setahu gue felix itu anak tunggal, dan kenapa lo diakuin sebagai anak nya Tn dan Ny. Lee? " tanya Changbin.

Ia berani menanyakan hal tersebut karena Somi bilang, kalau mau ceplas-ceplos sama dia ya santai aja.

Tapi Changbin nanya nya dengan hati-hati kok, masih takut menyinggung hati Somi.

"Oh, itu. Gue itu temen deketnya felix dari kecil. Dan gue udah anggep dia sebagai adik gue.

gue udah kebiasaan manggil ortu nya felix mama papa, dan itu kebawa sampai sekarang. Untung nya mereka nggak pernah mempermasalahin itu.

Orang tua gue udah nggak ada, dan orang tua felix lah yang ngejagain gue.

Jadi nggak usah heran kenapa gue dianggep sebagai anak keluarga Lee. "

Selesai cerita, Changbin hanya mengangguk paham.

"Gue kira, felix emang punya saudara kandung, " ujar Changbin, lalu terkekeh.

Somi ikut terkekeh. "Nope, dia anak tunggal. Gue sama dia sering banget main bareng pas kecil.

Tapi gue lebih tomboy daripada dia. Dan dia lebih anggun daripada gue.

Ya jangan salah, felix sama gue ikut taekwondo bareng juga. "

Changbin mengangguk mendengar semua cerita dari Somi.

Banyak yang Changbin tak ketahui tentang Felix dan masa kecilnya.

Untungnya Somi mau meluangkan waktunya untuk bercerita tentang Felix.


"Cincin nya, beneran buat gue sama felix nih? " tanya Changbin saat sudah ingin pulang.

Somi mengangguk. "Seperti yang udah gue bilang. Itu buat kalian berdua. "

Changbin terkekeh. "Makasih banget ya, udah mau repot-repot bikinin ginian. "

Somi menggeleng. "Buat felix, gue nggak bakal ngerasa direpotin. "

Changbin tersenyum.

"Tapi, itu nggak gratis loh, " ujar Somi yang membuat Changbin mengernyit.

[DISCONTINUED] Miracles 🔹Changlix - HyunminCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang