back after a really looong hiatus ✨
---
"Hyung, gimana cincin nya? Bagus? " tanya Hyunjin pada Woojin yang sedang memasak untuk makan malam.
Sontak Woojin mengernyit bingung. "Kamu mau melamar saya? " tanya nya.
Hyunjin menggeleng cepat. "Ya engga atuh, maksudnya, em. " Malu-malu Hyunjin menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Woojin menggelengkan kepalanya. "Kamu tuh kenapa sih sebenernya? " tanya nya sambil melanjutkan sesi masak-memasaknya.
"Ah, ini Hyung, sebenernya aku mau ngelamar seungmin, " kata nya sambil cengar-cengir tidak jelas.
"...."
Merasa dikacangi, Hyunjin tetap cengengesan seperti tadi.
"Ehm, Hyung? "
"..."
"Ehm? "
Woojin menatap Hyunjin nyalang. "Coba ulangi, kamu mau apa? " tanya nya.
"Eh, maau, anu.... "
Woojin mematikan kompornya dan balik menghadap ke Hyunjin dengan spatula nya yang masih ditangan. "MAU APAA? " gas Woojin.
Hyunjin yang terkejut dengan sifat ngegas Woojin yang tiba-tiba keluar pun terlonjak kaget. "A-anuu, mau, maau ngelamar seungmin? " ia malah bertanya tak yakin.
Woojin membelalakan matanya tak percaya. "Melamar seungmin katamu? "
Woojin tertawa remeh. "Punya apa kamu? Tiba-tiba mau ngelamar anak orang? " tanya nya sambil memindahkan masakan nya ke piring.
"Y-yang kupunya hanyalah, hati yang setiaa, tulus padamu. "
Woojin melirik Hyunjin nyalang. "Kenapa malah nyanyi? " tanya nya sambil menggeram rendah.
Hyunjin hanya tertawa canggung sambil menggaruk tengkuknya.
"Dasar bocah tengil, " gumam Woojin.
"Ya, saya sih terserah aja sama seungmin. Kalo emang kamu yang seungmin pilih, saya nggak bakal larang-larang kok. Walau jadi nya sama bocah kayak kamu, " cibir Woojin lagi.
Hyunjin membulatkan matanya hingga matanya seperti ingin keluar. "Ini, serius? " tanya nya tak percaya.
Alis Woojin mengangkat sebelah. "Apa nya yang serius? "
"Ucapan Hyung? " tanya Hyunjin kembali perlahan, takut salah bicara.
Woojin menghela napas malas. "Tidak, hanya bercanda saja. "
"...."
Karena Woojin merasa di diam kan, ia pun menatap Hyunjin dan bertanya, "sekarang kenapa lagi kamu? "
"...."
"Hey? Kau sekarang balas dendam karena tadi dikacangi? " tanya Woojin.
Hyunjin membuang napas kasar. "Tentu saja bocah tengil sepertiku pasti akan ditolak oleh Hyungie bear nya seungmin, " ucapnya sambil hampir meninggalkan dapur dengan beribu rasa kecewa.
Melihatnya Woojin sedikit merasa bersalah. "Hey hey heeey, beep beeep, " ujar Woojin sambil menahan bahu Hyunjin agar tidak menjauh dari dapur.
"Apa lagi Hyung? " tanya Hyunjin malas, sedikit putus asa, juga kecewa.
Woojin membuang napas dengan sedikit kasar. "Dasar kau, bocah. "
Dibalas dengan helaan dari Hyunjin, "kalau Hyung nahan cuma buat ngatain doang, mending ga usah, " ujar nya.
Woojin menggeleng, "benar benar kau ini. Memang tidak tahu keadaan ya. "
"Maksud Hyung apa sih? Aku lelah, " jawab Hyunjin.
"Aku bercanda dengan perkataan ku yang terakhir, " ujar Woojin.
"Ya, aku tahu, aku mengerti. Maka itu aku ingin segera mencari udara segar untuk, ya sedikit menenangkan diri? "
"Memang perkataan ku yang mana? " tanya Woojin.
Helaan napas keluar dari bibir Hyunjin. "Yang, kau merestui? aku dan seungmin? " jawab Hyunjin.
Woojin pun tertawa, "bukan, bocah. "
"Lalu yang mana? "
"Yang saya bilang kalau saya hanya bercanda, " kata Woojin.
"Huh? Aku ga ngerti ah Hyung. Udah lah, aku lelah, aku mau pamit pulang dulu. "
Woojin menggeleng sambil menghela napas. Ya, entah lah ini helaan keberapa dari mereka.
"Saya serius tentang, yang saya restuin? kamu saya seungminie, " kata Woojin mantap.
Dahi Hyunjin mengkerut. "Apalagi Hyung? Jangan membual, malas denger prank ginian. "
"Memang kau lihat saya bercanda? " tanya Woojin serius, yang dibalas gelengan oleh Hyunjin.
Woojin pun hanya bisa tersenyum.
"Jadi, seriusan nih Hyung? " tanya Woojin dengan sedikit harapan.
"Iya, serius dong, " kata Woojin dengan senyumannya yang tidak luntur.
"HWAAAAA HYUNG GOMAAAAAWONG! " seru Hyunjin dengan sok imut.
"Hih, sudah apaan sih kau ini, " ujar Woojin sambil mencoba melepaskan pelukan Hyunjin dari nya.
Iya, saking semangatnya Hyunjin bahkan meluk Woojin. Hih.
"Ehm? " suara seseorang memotong scene Hyunjin dan calon kakak ipar nya tiba-tiba.
"E-eh? Seungmin? " tanya Hyunjin yang segera melepaskan pelukannya dari Woojin.
"Kalian? Ngapain? Peluk-pelukan gitu? " tanya Seungmin dengan ekspresi yang tak dapat diartikan.
"Eh, engga Min, cuma.... " Hyunjin kelamaan mikir.
"Gatau nih pacar kamu Min, nggak jelas gitu, " ujar Woojin.
"HYUUNG, sampaai kapan sih aku harus bilang kalo aku sama hyunjin tuh ga pacaran? duh, " kesal Seungmin.
"Terserah kamu lah, Hyung lelah, ingin mandi lalu istirahat. Urus saja pacarmu. Jangan lupa makan, makanan sudah siap. "
Malas berdebat dengan kedua bocah tersebut, Woojin pun segera meninggalkan dapur dan kabur ke kamar nya.
"Huh, ada-ada aja Hyungie, " keluh Seungmin.
"Hehe, iya ada-ada aja ya, " timpal Hyunjin sambil cengengesan.
"Kamu juga, gak jelaas! " cibir Seungmin pada Hyunjin yang hanua bisa cengar cengir.
"Yaudah, ayo makan, kamu pasti belom makan kan? " tanya Seungmin yang dihadiahi gelengan Hyunjin.
"Yasudah, ayo. Aku juga lapar, " ajak Seungmin.
.
.
.
.
.
soorry banget, ini mungkin cerita terburuk yang pernah kalian baca, kan?
Ini udah entah bulan keberapa aku ga nulis lagi.
Ketikanku pas chat an aja udah berubah, jadi huruf kecil semua. Maka nya, maklumin ya kalau ketikanku acak-acakan.
Pokoknya aku gabakal buat cerita ini makin panjang. Aku bakal sesegera mungkin selesaiin cerita ini
Ditunggu! ✨
KAMU SEDANG MEMBACA
[DISCONTINUED] Miracles 🔹Changlix - Hyunmin
Fanfiction[ON GOING] Keseharian Lee Felix, siswa baru pindahan Australia yang dibully dan dikucilkan teman temannya dan Sang anon penyemangat, yang selalu mencoba menghibur Felix dengan segala cara. ⚠ Homophobic menjauh ! BxB ! Top - Changbin ! Bot - Felix ...
![[DISCONTINUED] Miracles 🔹Changlix - Hyunmin](https://img.wattpad.com/cover/164728609-64-k12843.jpg)