H A P P Y R E A D I N G Z E Y E N G 💕
T y p o B e r t e b a r a n ! !
Gue pendiam, susah sekali di ajak bicara lama-lama. Apalagi dengan orang baru, gue gak pernah menanggapi. Selain tersenyum sebagai cara menghargai.
-Violitta XL
***
Hari minggu adalah hari semua pelajar bermalasan. Termasuk dengan Litta yang masih merebahkan diri di tempat tidur dengan ponsel di tangannnya. Mood gadis itu telah kembali seperti semula. Sebuah panggilan masuk membuat gadis itu membangunkan tubuhnya menjadi duduk.
Chelsea ❤ is calling....
"Hallo Chel?"
"Eh iya Ta, lo mau ikut jalan gak?" jawab Chelsea membuka suara.
"Kemana?"
"Kemana aja, yang penting gue happy?"
"Hilih?"
"Lo ikut gak? Rahma sama Linda juga ikut."
"Yodah, tapi gue belum dandan, mandi juga belum hehehe." kekehan Litta.
"Wagelaseh? Perawan jam segini belum mandi?"
"Awokwokwok, jemput yak Chel? Soalnya gue kan baru di sini."
"Iya bawel, gue jemput." jawab Chelsea mengakhiri panggilan.
Dengan secepat kilat Litta melempar Hpnya sembarang, kaki melangkah dengan cepat menuju kamar mandi.
Setelah berkutat, akhirnya Litta telah berpakaian dengan fashionable-nya. Tak lupa tas slempang mengait di bahu kanan tangannya. Hendak melangkahkan kaki keluar kamar, namun langkahnya terhenti ketika seseorang laki-laki dengan wajah khas orang bangun tidur mencekal pergelangan tangannya.
"Mau kemana, bol?" tanyanya membuat Litta menghadap tepat di depan lelaki itu.
Litta berusaha menghilangkan rasa kagetnya sejenak. "Menurut lo?."
"Lo gak boleh pergi, tanpa gue!" larang Vanno berusaha mendekatkan wajahnya beberapa centi.
"Pokoknya gue mau pergi!" ucap Litta menjauh dari Vanno.
"Selangkah lagi kamu ngehindar, aku bikin kamu gak jalan seminggu." potong Vanno menghentikan langkah Litta.
Litta menghentikan langkahnya, dan berbalik kembali menghadap Vanno.
"Mau lo apa sih burik? Gue juga butuh refreshing, jenuh di kurung terus." tanya Litta membenarkan tas slempangnya di bahu kanan.
"Gue bukan ngekang, cuma lo sekarang tanggung jawab gue bol, gue udah janji sama orang tua lo bukan? Buat jagain lo semampu dan sebisa gue sayang." tutur Vanno dengan pandangan lurus.
"Iya suamikuee, maaf yak. Tapi binimu juga butuh refreshing lah yak, boleh yak. Jsnji gak nakal." rayu Litta dengan puppy eyes yang menggemaskan.
"Sama siapa keluarnya? Bukan sama Dirga kan? Awas aja ketahuan sama Dirga, gue bikin perut lo gede." ancam Vanno menoel hitung mancung Litta.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Wedding
Teen Fiction⚠ Ini cerita pertamaku maaf kalau masih berantakan, miskin kosa kata, EYD ataupun yang lainnya. ⚠ Typo bertebaran ☘☘☘ Sebuah pertemuan tidak ada yang salah, begitupun pertemuan mereka. Mereka di persatukan dalam ikatan sakra...
