9. Violitta Xaviera Luzardi

3.2K 116 0
                                        

"Ayooo.....Vanno....Gooo..."

Teriakan demi teriakan tak mematahkan semangat Vanno untuk terus melaju dengan kecepatan di atas rata- rata. Pandangannya menajam menelusi jalanan mulus tanpa lubang didepannya. Vanno terus melaju tanpa menoleh kebelakang. Lawannya sudah tersungkur di aspal. Vanno makin gempar, motornya di setel barter agar maju dengan kecepatan maksimal. Beberapa detik lagi dia akan sampai di garis Finish dan inilah akhirnya Devanno Mario Mahardika, sang jawara tak terkalahkan dengan kedudukannya sebagai King Road.

Lelaki itu turun dari motornya dengan gagahnya, kedua tangannya di masukan kedalam saku. Ia menghampiri keempat tempatnya.

" Boss, kenapa tuh muka? Kaya ada masalah" tanya Dimas aneh sahabatnya itu terlihat sedang tidak baik.

" Gak papa" Jawab Vanno bohong.

"Jangan bohong Van, kita kenal lo bukan satu, dua bulan" ucap Dirga  mengkhawatirkan sahabatnya itu.

" Bener tuh kata Dirga, kalau ada masalah cerita. Siapa tahu kita bisa bantu" ujar Dimas kembali.

" Iya tuh Van,Five D gue anggap keluarga bahkan saudara. Karena kalian gue masih bisa bertahan sampai detik ini " ucap Dylan sedih.

" Jangan ada rahasia di antara kita. Kalau ada masalah cerita. Kita susah seneng bersama" ucap Devon menyadarkan.

Deg

Ucapan Devon barusan mampu menyadarkan Vanno. Bahwa lelaki itu sedang menyembunyikan sesuatu dari keempat sahabatnya. Yaitu pernikahannya dengan Litta ia belum siap menceritakan itu karena takut mereka kecewa bukan mereka tapi dengan Dirga. Apakah Dirga akan membencinya? Kalau tahu pujaan hatinya itu sudah menikah dengan dirinya. Ya, itu yang Vanno takutkan persahabatannya hancur selama 5 tahun lamanya terjalin dengan susah senang bersama seperti layaknya keluarga.

"Hmmm, bukan gue gak mau cerita sama kalian. Tapi gue belum bisa cerita, kalau udah waktunya gue pasti cerita" Jelas Vanno membuat keempatnya penasaran.

" Gak asih lo mah Van. Main rahasian segala" ucap Dylan kecewa.

" Iya tuh bener. Bikin kita penasaran aja" Ucap Dimas menggerutu.

" Kalau kita rayain kemenangan lo gimana, daripada larut dalam kesedihan yeh kan?" tanya Devon semangat.

" Setuju gue sama Devon. Gimana menurut lo?" tanya Dirga tak kalah semangat.

" Gue sih gimana kalian aja" jawab Vanno.

" Ya udah gimana kalau kita rayainnya dengan makan- makan?" usul Dylan sembari memegang perutnya.

"  Yah elah makanan mulu yang lo ada di pikiran lo Lan" ujar Dimas memukul kepala Dylan.

" Sakit bego, gimana kalau gue geger otak bege" balasnya memukul kepala Dimas.

" Ya udah gue setuju sama Dylan, kita makan-makan biar gue yang nanggung tapi jangan di Apart gue ya" Pinta Vanno.

"What up geng, di apart gue aja kuy" ajak Dirga.

" Kuylah, cabut" Jawab Devon, Dylan, Dimas serempak.

***

Seorang gadis tengah menunggu kepulangan seseorang dengan mondar mandir di pinggiran tempat tidur. Gadis itu merasa bersalah karena ucapan yang menyakiti hati laki-laki yang berstatus suaminya. Litta khawatir terjadi apa- apa dengan Vanno. Tergiang di benaknya akan ucapan sang papa mertua beberapa minggu yang lalu bahwa suaminya itu hobi balapan. Litta semakin bersalah ia pun ingin memastikan lelaki itu dengan cara meneleponnya. Namun, apa daya gadis itu tak memiliki kontak Vanno.

Crazy Wedding Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang