12. Istri Sholehah VS Suami Mesum

3.6K 120 1
                                        

Rambut hitam bergelombang bagai duta shampo pantene, dengan panjang mencapai bokong. Gadis itu tanpa mengenakan hijab karena sudah kebiasaan jika di rumah Litta tak memakainya. Litta sedang  fokus menonton youtube dengan menampilkan tujuh cowok bertalenta siapa lagi kalau bukan BTS yang di cintainya. Namun, kedatangan tikus nakal yang menyerang acara menontonnya terganggu.

"Cebol, suami tampanmu pulang" Litta memutar matanya malas, mendengar suara itu. Litta tak segan melemparinya dengan bantal hingga mengenai wajah lelaki itu.

"Awh, kenapa suami tampanmu di lempari bantal, bukannya kiss"

Litta bergidik geli mendengar suara alaynya. Bukannya lelaki itu semalam marah padanya kenapa sekarang alay.

"Lo bau banget, mandi sana"

"Bau- bau gini Lo cinta"

"Hah, cinta?

"Iya, Lo cinta sama gue kan?"

"In your dream Devanno Mario Mahardika"

"Pokoknya lo harus cinta sama gue titik gak pake koma!"

"Kumaha dinya we lah, mandi sono. Jangan harap gue cinta sama lo!"

"Ya udah, Kita bercinta saja sekarang"

"Wow, Gue baru sadar rambut lo bagus Ta, cocok jadi duta shampo" ucap Vanno berbinar melihat rambut panjang Litta.

"Gue gitu lho"

"Tapi rambut lo kek kunti panjang amat"

"Ya bodo amat"

"Eh tapi punya gue juga panjang gede lagi, mau lihat gak?"

"Najis!"

"Yakin, padahal lo seharusnya bersyukur bisa lihat" Vanno membuka kancing seragamnya satu persatu memperlihatkan tubuh shirtless. Ia hanya menggunakan celana putih abu- abu sehingga menunjukan roti sobek yang terlihat sispack dan sexy di mata Litta.

" Udah puas pandangin roti sobek gue?"

Litta mengalihkan pandangannya. Namun Vanno mulai berjalan mendekatinya.

"Lo...ma...mau ngapain?" mata Litta membulat. Bagaimana tidak Vanno sudah di atas yang akan menindihnya.

"Mau buat Vanno junior, di sini" jawabnya enteng mengusap perut Litta sambil mengangkat sebelas alisnya.

Pletak

"Badboy gila, ogeb!!" amarah Litta memuncak menampar pipi Vanno.

"Sakit bol, ganteng gini di bilang gila. Buka mata lo lebar-lebar seharusnya lo bersyukur dapet suami kek gue. Di luaran sana banyak cewek ngejar-ngejar gue kaya di sekolah lo liat sendirikan" jelasnya terduduk di samping istrinya.

"PD banget lo jadi cowok! Ganteng (gangguan telinga) itu kan mereka burik bukan gue. Lelaki idaman gue itu pertama dia sholeh, istiqomah terhadap-Nya. Kedua akhlaknya baik. Ketiga amanah dan bertanggung jawab, tentunya berpengetahuan luas untuk membimbing gue dan anak-anak gue nanti ke jannah-Nya. Dan yang terakhir mempertahankan agama dan al-qur'an sebagai pedomannya."

Vanno mencerna omongan Litta yang membuatnya kicep dalam sekejap. Gadis itu sudah berhijab, pasti sholehah pula. Makanya mengidamkan lelaki seperti itu fikir Vanno dalam hati.

"Lo tahu burik? Senakal-nakalnya laki- laki, dia akan memilih perempuan baik-baik untuk menjadi ibu bagi anak-anaknya bukan? Lah itu ngomong enak banget, lo fikir coba perempuan baik-baik mau gitu sama cowok brengsek kaya lo?" ucap Litta kembali. Mengucapkan unek-unek dalam hatinya selama ini.

"Iya gue paham bol, tapi apa pernikahan kita bisa di pertahankan? Lo tahu pernikahan kita tidak di landasi oleh cinta, dan lo juga cinta sama orang lain bukan? Seharusnya lo juga sadar bol, lo udah nikah sekarang. Lo jangan egois, lo harus mikirin  bagaimana pernikahan kita bisa di landasi cinta. Karena gue hanya ingin menikah satu kali seumur hidup bol. Apa lo juga bisa?" Vanno menatap mata gadis itu serius.

"Gue gak tahu burik. Gue cinta sama orang lain yang notabenenya sahabat gue sendiri meski dia gak tahu. Dan gue belum memikirkan sampai di situ. Apalagi pernikahan, banyak impian gue yang belum capai termasuk bahagiain bunda sama ayah. Gue pengen kuliah terlebih dahulu tanpa memikirkan pernikahan kita yang tak di landasi cinta ini. Gue harap lo ngerti keputusan gue ini. Selama menikah gue harap lo gak minta hak lo sebagai suami karena gue belum siap. Toh kita juga tidak tahu takdir kita seperti apa kedepannya. Apa pernikahan kita ini akan di pertahankan atau di ambang perceraian, yang jelas hanya waktu yang akan menjawabnya. Dan harapan gue, gue bisa cinta sama lo tanpa memikirkan dia. Tapi untuk saat ini gue gak bisa, maaf!!" jelas Litta dengan rumus panjang dikali lebar di kali tinggi.

"Busyet dah bol, lo jelasin matematika yang rumus panjang×lebar×tinggi haha" Vanno di buat kikuk oleh omongan Litta.

"Serah lo dah burik, minggir" Litta turun dari ranjang menuju meja belajar.

"Ta, follow yak ig gue @DevannoMario_Mahardika" promosi Vanno menunjukan akun Ig nya pada Litta.

"Ogah"

"Bersyukur cebol sayang, lo di follow gue!"

"Gue gak minta, ya!"

"Kudu di follback titik, owh iya lo udah balikan sama si Gaga ltu?" tanya Vanno mendudukan Litta di pangkuannya.

"Pemaksaan lo, kalau iya kenapa? Kalau tidaj kenapa? Kepo banget lo, awas turunin gue. Dasar omes"

"Awas ya lo, jangan-jangan lo masih ada rasa? Gak apa-apa dong, mesum sama istri sendiri iyakan? Dari pada sama istri orang" Vanno merapatkan tubuhnya dengan tubuh Litta.

"Lepasin gue an**ng, bukan muhrim!" menendang kepemilikan lelaki itu.

"Asw, aset gue lo tendang bol, gimana kalau ini benda gak berfungsi di masa depan? Lo gak bisa ngandung benih gue. Jual mahal lo mah, tinggal jawab apa susahnya? Ngomongnya pengen di cium ya. Ngode segala."

"Govlok, masalah buat lo? Dasar mesum!" teriak Litta berlari menuruni tangga menuju dapur karena perutnya terasa perih.

***

Bantu Vote+Coment guys Krisannya juga jangan lupa😃

Salam Istrinya Jeon Jungkook❤

Crazy Wedding Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang