11. Belajar Memaafkan

2.9K 124 0
                                        

Tuhan aja maha pemaaf, terus kenapa gue nggak maafin lo?
-Violitta Xaviera L

☘☘☘

Kring...kring..kring

Bel istirahat berbunyi. Pertanda pelajaran kedua telah berakhir, semua murid berhampuran meninggalkan kelas. Ada yang menuju kantin untuk mengisi perut yang kelaparan, ada yang hanya bergosip entah apa yang mereka bicarakan. Mungkin membicarakan harga beras yang melonjak naik menjadi mahal, atau membicarakan oppa - oppa koreanya yang semakin hari semakin ganteng. Berbeda dengan gadis berhijab dan ketiga temannya, Litta, Chelsea, Linda, dan Rahma. Ke empat siswi itu celang-celinguk mencari kursi yang kosong, namun nihil semua kursi sudah terisi oleh siswa- siswi MHS, tatapan Chelsea terhenti ketika sang pujaan hati melambaikan tangan.

" Beb sini" teriak Dimas di pojok kantin.

Chelsea melangkahkan kaki menuju dimana Dimas berada. Di ikuti ketiga sahabatnya.

"Gak kebagian tempat duduk, gabung aja sama kita? " tanya Dimas.

"Beneran nih" jawab Chelsea.

"Iyalah yang, masa boong"

" Ya, udah gue pesen dulu" ujar chelsea.

"Lo bertiga mau pesen apaan?" tanya Chelsea kepada ketiga sahabatnya sambil beranjak.

"Gue pesen Siomay aja sama Teh manis" jawab Rahma.

"Gue pesen Bakso sama Air Putih"jawab Linda.

"Gue samain kaya Linda" jawab Litta dengan cueknya.

Ketiga perempuan itu duduk berhadapan dengan anggota Five D. Chelsea datang membawa pesanan mereka dan duduk di dekat Dimas. Pandangan Litta dan Dirga saling bertemu dalam keheningan. Membuat jantung Litta berdegub kencang seolah-olah perasaan itu masih ada di antara keduanya.

"Makasih Chelsea sayang" ucap Linda memecahkan keheningan.

"Dih Linda alayer" jawab Chelsea menumpahkan botol saus pada baksonya.

"Kok pada diem sih kalian gak seru!" tegur Rahma.

"Lagi makan gak boleh ngomong, pamali" jawab Dirga menyuapkan bakso kemulutnya.

" Ah Dirga sok iya " jawab Rahma mengaduk-ngaduk teh manisnya.

"Iya kan gue ganteng " ucap Dirga mengusap rambutnya percaya diri.

"Ganteng di liat dari lubang sedotan" celetuk Dylan.

"Gimasi si lo bukannya belain gue Dylan 1945 "

"Sembarangan Dylan 1945, Dylan 2019 coeg"

"Kumaha dinya we lah, asal sia bahagia. Aing mah naon atuh" jawab Dirga dramatis sundanya.

"Diem lo berdua, makan ya makan gak usah berceloteh" perintah Vanno.

"Ya maaf BosQ sayang" cengir Dylan dengan sederet gigi putihnya.

"Jyjyk Lan, di kira iklan pepsodent"

"Yah Vanno, makanya cengir mumpung pepsodent murah"

Crazy Wedding Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang