Hyemi bisa benar-benar gila karena Minho. Beberapa saat yang lalu karena dia berusaha menggodanya, namja itu malah kehilangan akal sehatnya untuk menciuminya lagi. Seperti yang dikatakan Hyemi. Minho pervert, Minho kelebihan hormon, kelihatannya memang benar, karena kali ini Minho benar-benar melakukannya.
Saat ini Hyemi berada di ruang olahraga. Mereka tadinya sengaja ada disana menghindar dari kerumunanuntuk memakan bekal yang Hyemi-eomma bawa. Entah kenapa terlintas ruang olahraga dipikiran mereka berdua untuk dijadikan tempat makan bersama ketimbang di taman, tapi yang jelas gara-gara itu, mereka jadi semakin terlihat dekat. Yeah, dekat dalam tanda kutip.
“Siapa yang suruh kamu membawa kita terdampar ditempat ini?” goda Minho terus merapatkan tubuh Hyemi ke locker.
“Yaa, Choi Minho!Jangan seperti ini! Aku kan belum menjawabnya! Jangan bertindak sesuka hatimu!”
Minho menyeringai. “Aku?”
Hyemi menghindar lagi dari Minho dan menempatkan dirinya di tempat lain yang jauh dari namja itu.Tapi, lagi-lagi Minho mendekatinya. Dia menggoda Hyemi kembali yang saat ini sedang minum sebotol air, karena setelah makan tadi dia belum sempat minum. Minho menyeringai dan menatap mesum lagi pada yeoja itu.
“Hyemi–ya, kau suka padaku, bukan? Sudah jawab saja!”
“Aish.. Aku bilang nanti, ya nanti! Jangan paksa aku!”Hyemi berjalan menuju pintu, tapi kemudian ditahan oleh Minho yang dengan segera menghalangi langkahnya dan membuat tameng di depan pintu.
“Mau ke mana? Aku belum selesai.”
“Yaa!! Kau mau apa?? Sana! Giliran kita bukannya sebentar lagi? Aku mau keluar!”
“Umm.. Yeoja ini sungguh manis kalau mengomel. Aku sungguh gemas.” ucap Minho sambil mengerucutkan bibirnya seakan ingin menciumi yeoja di depannya.Hyemi membulatkan mata tidak percaya.
“Yaa! Neo micheosseo!!”
“Ne, aku memang gila.” ucap Minho sambil terus merapatkan dirinya pada Hyemi walau Hyemi berusaha menghindar. “Ipsuri...” bisik Minho ketelinga Hyemi yang langsung membuat Hyemi terkesiap.
“Jangan mulai!! Kau suka seenaknya mencium bibir orang!”
“Siapa bilang? Aku cuma menciummu kok. Kau pikir aku namja seperti apa, cium orang sembarangan?”
“Kau juga pikir aku yeoja seperti apa, mau menerima ciuman dari orang sembarangan?”
Minho langsung menarik Hyemi kepelukannya. “Kau bukan yeoja sembarangan.Kau yeoja yang kusukai. Dan aku juga bukan orang sembarang, karena aku serius menyukaimu.”
“Kau kelebihan hormon, Choi Minho!”
Lagi-lagi Minho tersenyum evil, “Gerae, aku memang terobsesi dengan itu.” Minho menyentuh bibir Hyemi dengan jari telunjuknya. “Karena pertama merasakannya, aku tidak pernah bisa melupakannya. Selalu ingin merasakannya dan lagi-lagi ingin terus merasakannya jika ingat yeoja aneh yang ada di depanku sekarang. Mungkin aku ketagihan. Kau yang membuatku gila, Hyemi-ya.”
Jantung Hyemi benar-benar jadi berlari sekarang. Dia gemetaran bukan main karena ucapan Minho barusan.
“Yaa!!Kau sinting! Sana jauh-jauh dariku!” Hyemi berusaha melepaskan dirinya dari Minho.
“Aish.. Kau tidak bisa diam kalau belum dicium.”
Minho pun akhirnya mendaratkan ciuman paksa itu ke bibir Hyemi. Dia benar-benar mengulum kuat bibir itu. Dia jadi merasakan hal yang sudah diinginkannya beberapa hari lalu yang tidak terwujud karena Hyemi selalu mengelak dengan ribuan alasan dan tindakan. Bibir lembut dan lembab itu terlalu menggiurkan untuk dirasakan sampai Minho tidak sadar bahwa gadis di depannya dari tadi berusaha mengelak dan meronta. Minho tidak peduli dan terus-terusan menyapu bibir itu tanpa ampun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Start With a Kiss
FanfictionLee Hyemi seorang mahasiswa Konkuk University Jurusan Public Relations adalah gadis periang dan sangat suka segala aktifitas yang berhubungan dengan olahraga. Semua tahu sifatnya yang bawel, berisik dan kadang ceroboh. Hal itu membuat Minho seorang...
