“OKE! KARENA SEKARANG SUDAH SIANG, PANITIA MENGUSULKAN ACARA TAMBAHAN. PERSERTA BATTLE COUPLE SEMUANYA LELAH DAN LAPAR, ‘KAN???!!”
“NE!!!” teriak semua peserta yang hanya bersisa lima couple.
“OKE!! KAMI MENGUSULKAN GAME COUPLE INI MENGUSUT KALIAN MENJAGA TEMA KITA SEKARANG. KEKOMPAKAN KALIAN DAN CHEMISTERY KALIAN AKAN DILIHAT DI SINI.” sorak panitia memberitahu.
“BAIKLAH, GAME-NYA YAITU, JAJAMYUNG COUPLE, SNACK COUPLE, LUCKY DESSERT COUPLE. WALAU INI GAME YANG SIFATNYA HANYA SERU-SERUAN. KALIAN JUGA BISA SAMBIL MAKAN, BUKAN?? JADI JANGAN MENGANGGAP GAME INI TERLALU SERIUS.”
“ASIK!” pekik Minho tiba-tiba membuat Hyemi menatapnya dengan kedua alisnya yang bertemu.
“Wae??”
“Aniya.. Kau—”
“Aku lapar, bodoh! Sudah berapa lama coba kita melakukan ini dan itu. Perutku sungguh keroncongan.” terang Minho saat Hyemi belum selesai bicara.
“Ne, ne, ne! Arraseo! Terlihat dari air mukamu yang begitu kelaparan.”
“Ahaha~~!” Minho tertawa tanpa sebab.
“Kau kenapa? Menggila juga?’’ balas Hyemi persis seperti Minho yang beberapa saat lalu mengejeknya.
“Aniyaaaa.. Kita jadi semakin akrab yah??” goda Minho sambil menyenggol Hyemi dengan sikutnya. “Game pertama biar aku yang lakukan. Jajamyung. Aku paling suka.”
“Terserah kau saja! Aku tidak makan juga tidak apa-apa!”
“Hey~ Kau marah karena aku akan makan pertama?”
“Nde?”
“OKE! PESERTA MAKAN JAJAMYUNG DIMULAI. KALI INI ANTARA YANG MEMBERI MAKAN DAN YANG DIBERI MAKAN. MAKSUDNYA, DI ANTARA KALIAN TERSERAH DITENTUKAN SIAPA YANG AKAN MAKAN DAN MEMBERI MAKAN. YANG DIBERI MAKAN TANGANNYA AKAN DIIKAT KE BELAKANG LALU AKAN DISUAPI JAJAMYUNG OLEH PASANGAN MEREKA YANG TELAH DITUTUPI MATANYA.” terang panitia bersemangat.
“SAAT INI DI ATAS MEJA KALIAN ADA JAJAMYUNG SEMANGKOK RAKSASA. KALIAN HARUS MENGHABISINYA. YANG HABIS DULUAN TENTU AKAN MENDAPAT HADIAHNYA. HADIAHNYA 50 POIN. SEDANG YANG KALAH, TIDAK AKAN MENDAPAT POIN SEPERTI DI BATTLE SEBELUMNYA. INGAT SIFAT PERTANDINGAN INI HANYA SERU-SERUAN. JADI, JANGAN TERLALU DIANGGAP SERIUS.” lanjut panitia lagi.
“Tenang, Hyemi–ya. Aku lapar. Jadi aku pasti akan habiskan secepat kilat.”
“Hati-hati, Minho! Ini bukan masalah menang atau tidak. Yang kau hadapi sekarang makanan. Kalau tersedak kau bisa mati.”
Minho merangkul bahu Hyemi percaya diri. “Kau sungguh perhatian sih! Aku senang deh, Jagi~~!” goda Minho sambil menggerlingkan matanya.
“Jagi??? Aku belum jadi pacarmu tahu!”
“SIAP????” teriak panitia mulai memberi aba-aba. Itu cukup menghentikan Hyemi dan Minho yang hampir bertengkar lagi.
Minho langsung duduk di bangku dan berhadapan dengan mangkok besar yang berisikan Jajamyung. Kedua tangan Minho sudah diikat kebelakang. Sedangkan Hyemi berdiri di belakang kursi yang Minho duduki, sedang ditutupi oleh kain yang diikatkan oleh panitia untuk menutupi matanya.
Hyemi mulai mencondongkan badannya ke arah Minho. Dia meletakan kedua lengannya di antara bahu Minho sambil memegang sumpit dan mangkok.
“START!!” ucap panitia.
Hyemi mulai menyuapi Minho walau dia tidak bisa melihat di mana mulut Minho berada. Game ini adalah game feeling. Jadi hanya mengandalkan perasaanlah bagaimana jajamyung ini bisa sampai ke mulut Minho.
“Gimana?? Kau makan kan?” tanya Hyemi.
“Eh.mm.. emmmpt..” hanya suara itu yang terdengar dari mulut Minho yang sedang penuh oleh jajamyung.
“MINHO WIN!!!” ucap panitia selang 5 menit kemudian. Hyemi melepas penutup matanya dengan segera lalu mendongak ke arah Minho.
“AH MASA SIH?!” ucap Hyemi tidak percaya. Namun ketika melihat mangkok di depannya sudah kosong, dia memandang Minho dengan takjub. “Daebak. 5 menit kau habiskan itu? Kau rakus, tapi...” ucapannya terhenti saat melihat wajah Minho. “HAHAHAHHAHA!!!” tawa Hyemi tiba-tiba pecah. Dia terus tertawa sambil memegang perutnya. “HAHAHA... KAU LUCU SEKALI!! WAJAHMU!!”
“Wae??”
“Wajahhmu berantakan sekali. Lihat itu. AHAHAHAA~~!” Hyemi makin tertawa puas. “Bumbu jajamyung, Minhooo. Itu semua ada di seluruh wajahmu! Kau lucu sekali!” kali ini tawanya membuat air mata keluar dari sudut matanya. Gadis itu benar-benar tertawa lepas karena Minho.
Hyemi tidak berhenti tertawa. Ini kali pertama Minho melihat gadis itu tertawa lepas dan puas. Minho membiarkannya. Dia membiarkan Hyemi agar bisa lebih lama melihat gadis itu begitu senangnya. Beberapa menit kemudian, Hyemi menghentikan tawanya sendiri dan mengambil tisu yang ada di meja. Dia menyeka wajah Minho yang penuh dengan bumbu. Dia lupa dia sedang melakukan apa. Memang hal kecil, namun bisa membuat orang jadi salah paham.
“Kau baik sekali.” ucap Minho saat Hyemi masih menyeka dan menyentuh wajahnya untuk pertama kali. Mendengar Minho berbicara seperti itu, Hyemi jadi sadar dengan apa yang dilakukannya saat ini. Dia langsung melemparkan tisunya ke wajah Minho.
“Nih! Seka sendiri!” ucapnya berubah jadi galak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Start With a Kiss
FanfictionLee Hyemi seorang mahasiswa Konkuk University Jurusan Public Relations adalah gadis periang dan sangat suka segala aktifitas yang berhubungan dengan olahraga. Semua tahu sifatnya yang bawel, berisik dan kadang ceroboh. Hal itu membuat Minho seorang...
