7.39PM
Jiyeon memasukkan kimchi kedalam mulut dengan lesu lalu mengunyahnya malas. Sejak kejadian kemarin malam Jiyeon terserang demam. Dan Jungkook selalu menjaganya dan menyiapkan makanan untuk Jiyeon ketika sang adik sedang sakit seperti sekarang. Bahkan mungkin besok Jungkook akan cuti demi merawat Jiyeon hingga ia sembuh.
Semenit yang lalu Jungkook sudah memberitahu Hoseok melalui telpon jika ia tidak dapat hadir dalam rapat perusahaan besok dan tugasnya diperusahaan untuk sementara ia cuti merawat Jiyeon yang masih deman pun diberikan pada Hoseok. Dan mau tak mau Hoseok menerimanya karena dirinya sudah menjadi kaki tangan Jungkook dalam mengurus perusahaan jika atasannya mempunyai pekerjaan yang lebih penting lagi ketimbang menghadiri rapat perusahaannya contohnya seperti sekarang. Jika Jungkook pergi untuk menghadiri rapat perusahaan besok lantas siapa yang menjaga Jiyeon dirumah saat sang adik terkena deman? Tentu saja tidak ada. Dan Jungkook tidak ingin terlalu mementingkan pekerjaannya sedangkan sang adik dalam keadaan sakit tentunya ia memilih untuk melawat adik karena selama masih ada Hoseok semua pasti akan baik-baik saja karena Pria itulah yang akan menggantikan dirinya diperusahaan untuk sementara.
Setelah berkutat sebentar di handphone Jungkook beralih menatap Jiyeon yang kini menatap kosong semangkuk kimchi dipangkuannya. Melihat itu Jungkook lalu menghela napas berat sebelum kemudian berucap,"Jangan hanya menatapnya, Cepat dimakan mumpung masih hangat"
Tanpa menjawab Jiyeon hanya menggeleng lesu. Hal itu membuat Jungkook menghelakan napas untuk yang kedua kalinya disaat sang adik tidak ingin memakan habis kimchi tersebut.
"Aku sudah susah payah membelikannya untuk mu dan juga, aku tidak ingin kau bertambah sakit hanya karena selera makan mu tidak ada. Jadi dimakan, ya?" Jungkook membujuk sang adik. Berkata selembut mungkin agar Jiyeon mau menuruti perkataannya dan memakan habis kimchi tersebut.
"Aku tidak pernah menyuruh kakak membelikannya untuk ku. Jika hal itu menyusahkan bagi mu karena aku tidak ingin memakannya lebih baik tidak usah saja kakak membelinya" Perkataan Jiyeon sukses membuat Jungkook mengerjap tak percaya.
Sabar Jungkook...sabar
Jika sudah menyuruh seseorang yang sedang sakit untuk memakan lahap makanannya jangan harap itu akan terjadi. Sebab sangatlah susah dibujuk untuk memakan makanannya walau barang sedikit jika sudah jatuh sakit. Memang, dan itulah yang Jungkook hadapi sekarang. Mencoba bersabar menyuruh si Jeon bungsu menghabiskan makanannya dengan berkata 'makan yang lahap supaya cepat sembuh' namun tak berlaku bagi si Jeon bungsu. Gadis itu bahkan meletakkan semangkuk kimchi keatas nakas lalu berbaring membelakangi Jungkook.
Saat Jungkook ingin kembali bersuara mencoba kembali membujuk Jiyeon tiba-tiba sebuah suara ketukan dipintu kamar membuat atensinya berlalih menatap pintu kamar Jiyeon. Segera ia melangkahkan tungkai menuju pintu guna membukanya.
Sesaat setelah membuka seorang pelayan wanita paruh baya langsung membungkuk sopan.
"Ada apa?." Tanya Jungkook penasaran.
Tanpa basa basi pelayan tersebut lalu memberitahu tujuannya datang menemui Tuannya sekarang. Memberitahu jika ada seoarang tamu pria yang ingin berkunjung untuk menengok Jiyeon adiknya. Dan setelah diberitahu oleh pelayan Jungkook lalu beranjak pergi menuju lantai bawah. Berjalan ke pintu utama untuk membukakan pintu, Sebenarnya pelayan tadi yang ingin membukakan pintu tersebuat Namun Jungkook menahannya, tak ada alasan. Hanya untuk memastikan saja. Siapa tau'kan orang gila? Ah itu terdengar berlebihan.
Benaknya lalu menebak jika tamu pria yang sedang berada diluar sana pasti adalah Jaehyun temannya Jiyeon. Dan benar saja, dugaannya tak meleset ketika sudah membuka pintu netra Jungkook lalu mendapati sosok Jaehyun yang tengah berdiri dengan senyum manis menatap Jungkook seraya melambaikan tangan—bermaksud menyapa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jeon Sibling
FanfictionKetika sebuah fakta bahwa ikatan darah membuat Jungkook dan Jiyeon sangat merasa terbebankan dalam menjalin hubungan mereka. Fakta yang mengatakan jika sebenarnya mereka berdua adalah saudara kandung membuat perasaan cinta mereka tertahan dan memili...
