KEJUTAN

30 1 0
                                    

"Aku ingin lebih..."

Lakukan saja, lakukan saja, lakukan saja. Vee tak bisa berkata apapun. Tak sanggup lagi bibirnya berkata-kata.

"Aku ingin lebih, minta padaku seperti itu." Namjoon kembali berkata.

Vee tak mengerti maksud Namjoon.

"Mengemislah padaku bahwa kau meminta lebih." Lagi Namjoon membuyarkan fokusnya.

Belum sempat bertanya maksud Namjoon, pemuda itu sudah menjambak rambutnya hingga ke belakang. Kepala Vee mendongak ke atas dengan mulut terbuka lebar mencoba meraup udara.

Namjoon mencekiknya.

Ia meronta. Tangannya mencoba melepas tangan Namjoon. Namun Namjoon terlalu kuat dan kekar untuk Vee yang mungil dan lemah. Apalagi kini bukan Vee yang ada diatas Namjoon, melainkan laki-laki itu kini mengurung tubuhnya di bawah dan menekannya hingga ke dasar bak mandi.

"N- namjoon..." rintihnya. Ia mulai merasakan dadanya sesak.

"Hmm?"

"Ah kuh tak bisah bernapas hah," susah payah Vee mencoba bicara pada Namjoon.

"Makanya, mengemislah padaku bahwa kau ingin lebih. Katakan aku ingin lebih please."

Namjoon gila. Kenapa Vee harus mengemis padanya.

"Kau tak mau bernapas lega?" Karena Vee hanya terdiam tak melakukan apa yang Namjoon minta, Namjoon menjambak lagi rambut Vee dengan sangat keras dan mencekik lehernya semakin kuat.

Vee kembali meronta. Sakit dan ketakutan merasuki dirinya. Ia tak menyangka jika Namjoon bisa melakukan hal kasar seperti ini.

"Ayo mengemislah. Kau mainanku. Kau budakku sekarang. Kau setuju menjadi subku. Lakukan apa yang kusuruh."

Ya Tuhan. Kencan model apa ini.

Budak? Mainan?

Sialan.

Vee tak mempersiapkan mental untuk ini.

Harga dirinya seperti dihancurkan berkeping-keping. Dirinya sama sekali tak berkuasa.

Kim Namjoon Bangsat.

Namjoon semakin menunjukkan kebangsatannya. "Baiklah. Kau harus diajari bagaimana jadi budak yang baik."

Dengan gerakan cepat dan tak bisa Vee mengerti. Kini tubuhnya sudah berdiri di pinggiran bak kamar mandi dengan Namjoon ada dibelakangnya. Kedua tangannya dipegang erat ke belakang oleh Namjoon.

Sret!

Namjoon melepas celana dalamnya dengan sangat cepat.

"Namjoon!!!!" Kini ia bisa berteriak karena Namjoon melepas cekikannya.

"Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!"

Namjoon tak menjawab apapun. Di terus melakukan hal-hal semau hatinya.

Namjoon menguras bak mandi dengan cepat menggunakan satu tangannya. Lalu dengan cepat juga ia menyingkirkan semua kelopak mawar.

"Aku akan membuatmu mengemis padaku."

Dengan satu sentakan kini Vee terbaring di bak kamar mandi tanpa air di dalamnya. Dinginnya lantai langsung menyentuh permukaan tubuh Vee yang sudah telanjang bulat.

"Kau gila! Lepaskan aku!" Vee meronta setengah mati ketika Namjoon mengikat kuat kedua tangannya dengan bra miliknya.

"Aku akan melepasnya jika kau meminta lebih padaku."

"Bangsat kau! Lepaskan aku!"

Bukannya melepas, Namjoon kini malah pergi meninggalkan Vee ke kamar dan kembali membawa dasi untuk merentangkan kedua paha Vee ke masing-masing pinggiran bath up.

THE ORANGETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang