Vee menangis sepanjang perjalan pulang. Ia tak menyangka jika kencannya dengan Namjoon penuh dengan kejutan yang tak ia duga-duga. Ia pikir Namjoon hanyalah anak SMA yang manis dan imut, tapi ternyata teman Hoseok itu sangat diluar dugaannya.
Vee tak melihat jam berapa ia sampai di rumah. Dia langsung masuk ke dalam kamar, tak peduli pada Hoseok yang sempat menyapanya di ruang tengah. Sesampai di kamar, ia langsung melepas semua bajunya dan mengguyur dirinya dibawah shower.
Dingin air membuatnya memaki dirinya karena mengingatkannya pada apa yang Namjoon lakukan padanya. Tubuhnya menggigil ngeri karena mengingat siksaan dan hinaan Namjoon melalui es batu sialan itu. Vee menangis begitu hebat hingga tubuhnya luruh ke bawah lantai kamar mandi. Ia keluarkan semua emosinya agar tidak perlu berlarut-larut dalam kesedihan. Memang sudah seharusnya dia mengikuti kata hatinya yang waras untuk tidak mengikuti kata hatinya yang gila; menyukai Namjoon. Dia sudah tahu bahwa hubungan mereka akan penuh dengan skandal dan ternyata benar. Belum ada satu hari mereka berkencan, skandal datang dengan sangat heboh.
Namjoon dan mantan pacarnya terlihat begitu vulgar dari cara gadis itu melepas baju dan mengguyur tubuhnya di depan Namjoon. Gadis itu seperti tak peduli apa kata orang ketika dia menerobos masuk kamar Vee dan Namjoon dan langsung memeluk Namjoon di depan semua orang. Apalagi pernyataan gadis itu tentang bagaimana Namjoon membuatnya jatuh cinta dan gila. Vee yakin Namjoon benar-benar membuat gadis itu gila. Sama seperti Vee sekarang.
Aku tidak boleh gila.
Aku tidak boleh gila.
Aku tidak boleh gila.
Aku tidak boleh gila.
Aku tidak
"AGGGHHHRHHRHRHRRHRHHRHRHRHRHRHR!!!!!!"
Vee meremas kuat kepalanya untuk mengusir bayangan dan ingatan sentuhan akan Namjoon. Tapi gadis itu tak bisa mengenyahkannya. Semakin ia berusaha untuk berpikir bahwa ia tidak seharusnya erkencan dengan Namjoon dan memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan mereka, semakin bayangan bagaimana Namjoon mempermainkannya di kamar mandi semakin jelas terasa.
Seluruh tubuhnya ngilu mengingat Namjoon. Vee tidak bisa membohongi dirinya bahwa dia menginginkan Namjoon. Sangat-sangat menginginkannya hingga ia ingin kembali lari lagi ke hotel menemui Namjoon dan mengemis pada Namjoon untuk menyelesaikan apa yang tertunda.
Sejenak Vee memikirkan apa yang diinginkannya saat ini dan saat ia menyadari bahwa hal itu sangatlah tidak masuk akal, Vee menampar keras wajahnya dan menangisi kebodohannya. Ia tidak seharusnya kembali pada Namjoon dan mengemis. Dia seharusnya sadar bahwa dia adalah perempuan utuh dengan akal sehat yang seharusnya berpikir bahwa Namjoon adalah pemuda yang sangat berbahaya untuk kesehatan tubuh dan mentalnya.
Namjoon telah menyiksanya berjam-berjam dengan mengikat tubuhnya di kamar mandi lalu tanpa bersalah mencumbu mantan kekasihnya di depan Vee. Bagaimana mungkin Vee masih bisa berpikir untuk kembali berlari ke hotel dan menemui Namjoon.
Vee bangkit berdiri dengan cepat. Ia menyambar cepat pula shampo yang ada di rak kamar mandinya. Ia keluarkan isi shampo hampir separuh dan menggosok keras rambut dan kepalanya. tak peduli cat rambutnya memudar. Tak peduli beberapa rambut rontok akibat remasannya terlalu kuat. Yang ia peduli kini hanya bagaimana caranya dia tidak mengingat Namjoon sialan itu.
Selesai menyiksa rambut dan kepalanya, Vee keluar dari kamar mandi dan mengobrak-abrik isi lemarinya. Gadis itu mengeluarkan semua pakaiannya demi menemukan setelan baju olahraga yang ingin ia gunakan. Dengan kewarasan otak yang tinggal sebagian, vee berusaha keras untuk mengembalikan keseluruhan waras dirinya. Olahraga akan membuatnya melupakan Namjoon dan semua kebangsatan laki-laki itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
THE ORANGE
أدب الهواة[21+] "Jika mencium jeruk saja membuatku jatuh cinta padamu, tak ada hal lebih lain yang akan membuatku berpaling." Namjoon mengatakannya dengan sangat lembut hingga membuat rintik deras hujan di luar seperti percikan air dari surga, menentramkan, m...