"Kita ini Team, Kita harus Solid, buktikan bahwa kemampuan otak kita juga tidak bisa diremehkan!. "
~Tidak hanya sekedar StudySquad,
mereka adalah kekuatan SMA 1 Phoenix dalam berjuang membangkitkan prestasi sekolah itu lagi.~
...
Semua mata tertuju pada Ratna, Cahyo yang sedari tadi menghadap tembok dan membelakangi mereka akhirnya menyeka airmata nya lalu menghadap Ratna.
Begitu pula dengan Rasyid yang segera melepaskan kepalan tangannya lalu ia menyeka air mata yang sedari tadi ia tahan dengan menatap langit atap kelas, lalu kepala nya pun kembali ia hadapkan dan menatap Ratna
Fitri dan Tania yang berada di samping Ratna langsung merangkulnya.
" Eits... apa apaan lo ngomong gitu, itu bukan salah lo Ratna, gua tau betul lu tuh phobia sama baju preman,dulu lu kan pernah nyasar di Pasar pas lu main petak umpet bareng gue , dan akhirnya lu yang jadi korban penculikan, gua tau lu pasti trauma. " Bantah Tania.
Ratna mengangguk pelan,ia kembali menundukkan kepalanya saat memgingat kejadian dulu itu.
"Maafin temen sekelas gue ya Ratna, gue ganyangka mereka bisa nurut gitu sama Rangga, padahal di kelas mereka biasa aja sikapnya." tutur Fitri, ternyata dua orang itu teman sekelasnya Fitri.
"Dulu mereka ga gini, aku tau betul sifat asli mereka, aku sahabatan sama mereka dari smp, kalo gapercaya, hm sebentar, aku masih nyimpen fotonya." Cahyo membuka tas nya dan merogoh ponsel,kami berempat pun penasaran dan pada akhirnya kami mengerubungi Cahyo.
Ia membuka galeri, dan menunjukkan foto yang ia maksud.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Benar. Difoto itu Cahyo dan 2 orang tadi terlihat sangat akrab, terlukis betul bahwa mereka bersahabat baik.
Cahyo terpaku pada foto itu, kemudian ia terisak, ia meneteskan air mata lagi, Rasyid pun mencoba menenangkan Cahyo.
Cahyo menyeka air mata nya, ia kembali melanjutkan penjelasannya.
"Yang tadi ngejer Rangga duluan, nama dia Haris, dan yang terpaku disini dan minta maaf ke kalian dan juga aku, nama dia Arjun." jelas singkat Cahyo, ia menarik napas panjang lalu menjelaskan kembali.
"Aku sama mereka udah sahabatan dari kelas 7 smp, kami selalu satu kelas sampai kelas 9,kami juga berambisi ingin satu sekolah, tapi walau satu sekolah, pada akhirnya juga kami tidak bisa sekelas lagi."
"Dan karena hal itu aku jadi terpisah sama mereka,kami udah jarang main bareng, ngobrol bareng,dan paling menyakitkan itu saat aku tahu bahwa mereka temenan deket sama Rangga, aku kesal kenapa mereka bisa berteman sama Rangga yang beda kelas, tetapi tidak sama aku juga."
"aku mulai memaklumi pertemanan mereka saat aku tahu penjelasan dari Haris bahwa mereka dekat karena mereka satu ekskul, yaitu basket, tapi yang bikin aku kecewa, yaitu sikap dingin Arjun,aku ga ngerti aku salah apa sama dia sampai dia selalu menghindar kalo papasan sama aku."