Suasana minimarket sedang sepi sepi nya, dikarenakan cuaca luar yang sudah dingin, jadi spesies pengunjung yang terkadang berkunjung hanya sekedar numpang ngadem pun berkurang.
Kini Trio Cogan Squad sudah ada di mini market, dengan pemandangan Rangga yang menyeduh kopi susu hangat untuk meredam emosinya dan Arjun yang mengabaikan Rangga dengan menscroll whatsapp padahal gaada yang ngechat, alhasil gabut lah dia liatin satu satu spam stat teman kelasnya.
Btw ngapain dah si Haris malah mesen sesuatu yang jelas jelas ga bakal dijual di minimarket.
"Bang, saya udah muter muterin
5 rak, dan 2 kulkas, tapi kok minimarket ini ga nyediain
es doger?. "
~astaghfirullah dulu emaknya Haris ngidam apaan si, brojol nya model begini.
" Mohon maaf mas, anda cari di minimarket pelosok juga gabakal nemu es doger."
"Yee sapa si yang punya saham minimarket nya, gabecus amat,harusnya bagian marketing nya dipecat ini, es doger kan banyak diminati, apalagi saya, ya wajib donh ada dimana mana termasuk disini. "
Arjun merasa risih dengan bacotan unfaedah sahabat nya yang setengah waras ini, ia segera mengangkat kepala, dan mengalihkan pandangan dari ponsel dengan menatap lurus ke arah Haris berdiri, lalu berteriak.
" Ris! Gausa malu malu in! Udah sini lu duduk, udah ditraktirin es teh botol bentuk kotak juga."
Haris menoleh, lalu ia memutar bola mata nya, ia terpaksa berbalik badan dan ikut duduk ditempat yang mereka berdua singgahi.
"Nemu dimana si lho bestie macem gini." celetuk Rangga sambil menyruput kopi nya.
" Nemu di lampu merah, kasian jadi gembel, gua angkut aja. " tutur Arjun dengan nada meledek.
Haris yang tak terima dinistakan langsung menginjak kaki Arjun.
"Aww! Sakit Anjir!." teriak Arjun kesakitan.
"Lu jarang ngoceh, sekalinya ngoceh nyakitin ati njir!. " oceh Haris.
"Baperan amat si lu Ris." sahut Rangga.
"Bodoamad, kembaran Haechan Nct dream kzl. "
" Najis pede amat . " Arjun yang melihat tingkahnya langsung memasang reaksi jijique.
" bentar, mau ngakak dulu. "
Rangga memundurkan kursinya lalu ngakak sekencang kencangnya, sampai mas mas kasir menatap mereka tajam.
Haris pun ikutan memundurkan kursi, lalu ia turun dari kursinya, berjongkok, sambil melongokan kepala nya ke kolong meja.
" Ngapain si lu ris, nyari paan. " tanya Arjun sambil menepak keras pundak Haris.
Haris kembali mengembalikan posisi nya ke posisi semula.
" Lagi nyari dimana lucu nya sampe si Rangga ngakak gitu."
"Unfaedah sat." celetuk Arjun dengan nada kasar.
"Receh kalean semwah. " Rangga pun kembali pada aktivitas menyruput kopinya.
Suasana hening kembali disaat trio cogan itu gabut dan mengecek ponsel nya masing masing, udah dibilangin, hp mereka bakalan sepi, gabakal ada yang ngechat, sok famous emang mereka.
" Gabut njay,btw pipi yang ditonjok Rasyid, udah lu obatin belum?. "
" Lemah lah ditonjok gini pake diobatin, besok juga sembuh. "
" Lu tuh ada masalah apa si sama si Rasyid ampe guled begitu. "
" Kesel lah anjir, niat awal kan gua cuma pengen bentak Ratna, dan bikin dia takut, terus dia gamake kelas gua buat study group dia, ehh si penghianat itu sok jadi pahlawan, gaguna emang, pake acara nilai sikap gua lagi. " sarkas Rangga
KAMU SEDANG MEMBACA
Power Study Group. [Hiatus]
Fiksi Remaja"Kita ini Team, Kita harus Solid, buktikan bahwa kemampuan otak kita juga tidak bisa diremehkan!. " ~Tidak hanya sekedar StudySquad, mereka adalah kekuatan SMA 1 Phoenix dalam berjuang membangkitkan prestasi sekolah itu lagi.~ ...
![Power Study Group. [Hiatus]](https://img.wattpad.com/cover/190468871-64-k836514.jpg)