Pertolongan Farel

8.1K 209 1
                                        

Kinan dan Vina berjalan keluar sekolah sambil bercanda. Gerbang sekolah sudah ada di hadapan mereka, dan tinggal beberapa langkah lagi. Namun, langkah keduanya langsung terhenti begitu ada sebuah motor berhenti di depan mereka secara mendadak. Baik Kinan maupun Vina terkejut bukan main. Untung keduanya tidak tertabrak. Kinan yang kesal dan akan memarahi si perkendara langsung di urungkannya melihat siapa pengedara motor itu.

"Elo?" Kinan mengerutkan dahinya setelah si pengendara membuka helmnya.

"Hai. Makin cantik aja lo," sapa si pengendara.

Bukannya baper Kinan malah menatap tajam si pengendara. Sekarang Kinan tahu dan ingat siapa cowok di depannya ini. Namanya Bagas! Ya Bagas! Cowok yang sering membuat masalah bersama geng sekolah Bagas untuk menyerang sekolahnya. Namun, kenapa Bagas menghampirinya? Bukannya ini musuh si Farel? Kok malah nyamperin dirinya? Atau nyamperin si Vina?

"Vin? Ini orang nyamperin lo?" bisik Kinan pelan.

"Gue aja nggak kenal," balas Vina juga berbisik.

"Udahah Kin nggak usah bingung. Gue---"

"Kok lo tahu nama gue?" sambar Kinan karena baru menyadari kalau Bagas tahu namanya.

"Gue tahu dari mana itu nggak penting. Yang penting sekarang," Bagas menghentikan ucapannya dan mulai mendekati Kinan. Otomatis Kinan dan Vina berjalan mundur.

"Lo ikut gue!" tegas Bagas dan belum sempat mengelak kedua tangan Kinan dan Vina sudah di cekal dari belakang.

"Ekhem!" suara keras itu langsung menghentikan keributan.

Kinan dan Vina langsung bersyukur dan berharap orang yang menseyapkan keributan menolong mereka. Sedangkan Bagas memandang orang itu dengan sinis.

Farel menatap Kinan tanpa ekspresi lalu menatap Bagas dengan wajah datar, "Segitu kemampuan lo?" tanya Farel remeh sambil mendekati Bagas.

"Rel," panggil Kinan sambil memohon sambil mencoba melepas cekalan di tangannya.

Farel tak menggubris dan tetap berjalan menuju Bagas. Hingga Farel sampai tepat di depan Bagas. Dan dengan cepat, Farel menarik kerah baju seragam Bagas hingga tubuh Bagas sedikit naik.

"Cara lo nggak selevel sama gue!" desis Farel.

"Cih. Jangan bilang lo belain cewek itu," balas Bagas sambil melirik Kinan.

BUG!

Farel memukul telak wajah Bagas hingga Bagas terhuyung ke belakang. Bagas yang tak terima langsung mneyerang Farel dan di balas Farel dengan senang hati. Kemampuan bela diri yang di miliki Bagas tidak sebanding dengan yang di miliki Farel. Membuat Bagas kelimpungan menghadapi Farel. Bahkan hingga terjatuh beberapa kali.

Kedua teman Bagas yang melihat itu langsung melepas cekalan pada tangan Kinan dan Vina lalu membantu bosnya itu. Jadi sekarang tiga lawan satu! Kinan dan Vina langsung mundur menuju pos satpam di dekatnya. Sialnya sekarang sudah jam lima. Baik guru, murid bahkan satpam sudah tidak ada. Jadi, keduanya sulit untuk meminta pertolongan. Memang tado Kinan dan Vina ada tugas sebentar dan baru keluar jam segini.

BUG

Pukulan dari Farel yang merupakan pukulan terakhir di berikannya kepada Bagas hingga Bagas tersungkur kembali dan sulit unutk membalasnya. Berdiri aja susah.

"Lain kali kalau mau nantang gue. Lo kursus karate dulu," desis Farel sambil menarik kerah Bagas yang tersungkur dengan senyum meremehkan.

Kinan dan Vina bersyukur karena Farel berhasil mengalahkan ketiga orang tak di kenal itu. kinan lalu langsung menghampiri Farel.

Antara Benci dan Cinta Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang