Aneh

11.7K 285 3
                                        

"Ih.. Lepasin! " Kinan menarik tangannya yang digenggam Farel dengan kuat.

Farel membawa Kinan menuju taman samping gudang. Taman yang jarang di lewati orang-orang karena letaknya di bagian pojok belakang. Membuat Farel leluasa untuk mengintrogasi Kinan.

"Jelasin!" perintah Farel.

"Jelasin apaan sih? Perasaan udah jelas omongan gue tadi emang bener kan? "

"Lo benci banget sama gue? " Farel bertanya sambil menatap Kinan serius. Aneh deh. Kinan jawab apa malah di tanya apa.

"Banget! " balas Kinan kesal.

"Ok, " Farel berdehem pelan lalu melepas cekalan tangan Kinan dan pergi meninggalkan Kinan.

Kinan melongo melihat tingkah Farel. Maksudnya apa coba? Kinan mejadi bingung sendiri. Semakin kesini Farel semakin absurd di mata Kinan. Ah.. Bodo. Mending balik kelas. Mikirin Farel udah kayak mikirin tugas negara.

"Habis rembug apa nih? " tanya Vina begitu Kinan masuk dan duduk di sampingnya.

"Gue malah nggak tahu Vin. Aneh deh kelakuan Farel, "

"Maksudnya? " Vina menatap Kinan meminta penjelasan.

"Jadi, tadi tu dia tanya apa maksud ejekan gue tadi. Ya gue jawab aja. Emang itu bener kan omongan gue. Terus dia tanya lagi apakah gue benci sama dia. Gue jawab benci banget. Nah, dia bilang ok langsung pergi. Lah aneh kan? Maksudnya apa coba? " jelas Kinan panjang lebar.

"Tapi ada untungnya. Soalnya Farel nggak akan ganggu lo lagi, "

"Masak? Gue nggak percaya! " bantah Kinan.

"Yaelah Kin. Coba lo pikir. Tadi Farel tanya lo benci banget sama dia apa nggak. Dan lo jawab benci banget. Nah, setelah denger jawaban itu mingkin Farel nggak lagi jahilin lo karena tahu kalau lo benci banget sama dia, " Jelas Vina.

"Justru kalau gue benci kayaknya dia nambah usil deh, "

"Bisa iya bisa enggak, "

"Ah tau ah. Nggak ada gunanya juga mikirin manusia absurd kayak dia, "

........

Farel berjalan menuju kelasnya. Kali ini Farel malas bertemu sahabatnya yang bikin ribut terus. Lebih baik Farel balik ke kelas dan membuat ribut di kelas karena pikirannya sedang kacau dan butuh pelampiasan.

Dan nasib sial menimpa guru cantik dan muda bernama Bu Vita yang mengajar bahasa inggris. Bu Vita menjadi bahan godaan Farel selama pelajaran. Sekaligus menjadi ibadah karena Farel sudah membuat teman sekelas bahagia.

"Farel! Serius! Jangan guyon terus! " Bu Vita memberi peringatan untuk kesekian kalinya.

"Oh Ibu mau serius. Saya siap kok Bu. Ayo ke KUA, "

Teman-teman tertawa lagi. Kelas menjadi riuh dan ramai. Dan Bu Vita hanya menggeleng pasrah. Bu Vita tidak menyangka akan mendapat murid seperti Farel itu.

"Habis kenapa lo? " Rian teman sebangku Farel melihat ada yang aneh di balik lelucon-lelucon Farel.

"Nggak kenapa-napa, " balas Farel santai lalu memasang earphone di telianganya.

Rian bukan sahabat dekat Farel seperti Rehan dan Arjun. Namun, Rian paling peka terhadap setiap perubahan dan tingkah laku Farel. Apalagi Rian masih ada pertalian darah dengan Farel. Alias masih saudaraan. Akan tetapi, sifat Rian sangat berbeda dengan Farel maupun kedua sahabatnya. Rian pendiam, dan rajin. Makanya sering menolak kalau Farel mengajaknya nongkrong.

"Tadi Om Wira kesini, " ujar Rian setelah mencabut paksa earphone di telinga Farel.

Farel menatap Rian kesal lalu kembali memasang earphone di telinganya. Farel tidak menanggapi serius perkataan Rian yang bisa disebut sebuah ancaman karena Farel sudah sangat malas dan bosan menanggapi ayahnya itu.

Antara Benci dan Cinta Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang