"Langsung berangkat sekolah?" tanya Bu Tirta kepada Kinan yang barusan turun dari kamarnya.
"Ya enggak lah Bu. Masih pagi. Kinan berangkat pagi soalnya mau nengok Kak Brian dulu,"
"Kak Brian? Kakak kamu? Nengok kemana emang?"
"Kak Brian masuk rumah sakit setahun yang lalu karena luka tusuk saat tawuran. Dan sampai sekarang masih koma," jelas Kinan.
"Ya allah. Ibu berdoa semoga lekas sadar ya,"
"Amin Bu,"
Kinan lalu makan nasi goreng di depannya di temani Bu Tirta. Baik Kinan maupun pembantu di rumahnya, sangat suka dengan Bu Tirta yang orangnya baik, enak diajak bicara, dan penuh kasih sayang.
"Kalau boleh, Ibu ikut Kinan dong ke rumah sakit?"
"Eh nggak usah Bu. Ibu di rumah aja. Ngrepotin kalik Bu,"
"Non Kinan. Kalau di rumah, emang suruh Non Kinan berisihin rumah ya? Udah Non Kinan jangan khawatir. Soalnya tadi Bu Tirta sudah bersihin semuanya,"
"Yang bener Bu? Wah makasih ya Bu. Sebelumnya saya nggak maksud suruh Ibu bersih-bersih kok. Bibik aja yang buat-buat,"
"Ha..ha..ha.. nggak papa Non. Bibik kan Cuma bercanda. Lagian Ibu juga sudah terbiasa bangun pagi,"
"Yaudah Bu. Ayo,"
Kinan berjalan keluar rumah diikuti Bu Tirta. Lalu berjalan ke garasi untuk mengambil mobilnya. Dan langsung meluncur menuju rumah sakit.
CIITTT
BRAKK
Decitan dari mobil Kinan membuat Bu Tirta kaget dan di susul dengan suara benturan pada sesuatu di depan mobil Kinan.
"Mampus! Kayaknya nabrak motor Bu,"
"Yaudah. Ayo turun dulu," Bu Tirta turun di ikuti Kinan.
"Anjir! Siapa sih nih mobil! Pakek acara nabrak gue segala," maki seorang cowok sambil berdiri dan mencoba mengangkat motornya.
"Kamu nggak papa Nak?" Bu Tirta mendekati cowok itu.
"Oh jadi Ibu yang nabrak saya! Lain kali kalau nyetir lihat-lihat dong Bu!" bentak cowok itu kesal.
"FAREL!?" Teriak Kinan terkejut karena tahu kalau ternyata yang dirinya tabrak adalah Farel.
"ELO!?"
"Yaelah ternyata lo ya, yang matanya geser," omel Farel.
"Dan ternyata elo ya, yang seenak jidat bentak orang tua," balas Kinan kesal.
"Dan ini semua juga gara-gara lo!" bentak Farel sambil menatap Kinan tak suka.
"Ya gue salah! Gue nggak sengaja! Gue minta maaf! Sekarang lo minggir gue mau lewat!" tegas Kinan.
Farel tak menjawab dan langsung membawa motornya menepi sambil ngedumel nggak jelas. Kinan lalu mengajak Bu Tirta masuk ke mobil dan melanjutkan perjalanan.
"Maaf ya Bu. Itu temen saya emang kayak gitu kelakuannya," ujar Kinan merasa bersalah.
"Iya nggak papa. Terus tadi kamu bilang temen kamu tadi Farel?"
"Iya emang namanya Farel kenapa Bu?"
"Kayak nama anak Ibu, Farel juga,"
"Oh. Tapi Kinan yakin kalau temen aku tadi bukan anak Ibu. Masak Ibunya baik anaknya kayak berandalan,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Antara Benci dan Cinta
Fiksi Remaja#1 in thewattys2020 (Mei 2020) #1 in benci (agt 2020) [SEBAGIAN CHAPTER DI PRIVATE, FOLLOW DULU BARU BISA BACA] Kinan sangat benci Farel. Setiap hari Farel selalu membuat ulah yang membuat Kinan teriak-teriak sekaligus kesal. Ini semua gara-gara Ki...
