Kinan memasuki kelas. Kursi kelas masih banyak yang kosong karena Kinan berangkat lebih awal. Lalu Kinan segera duduk di kursinya. Namun, tunggu dulu! Kinan merasakan sesuatu ketika duduk. Cepat-cepat Kinan berdiri dan terkejut ketika menyadari kalau rok biru mudanya sudah berubah jadi hitam.
"Aduh! Siapa sih yang naruh tinta di sini?" gerutu Kinan kesal.
"Apaan sih Kin?" tanya Vina yang baru saja datang.
"Ini rok gue! Kena tinta! Tadi di kursi gue ada tinta gitu! Anjir!" kesal Kinan.
"Tinta ini?" Vina mengangkat botol tinta.
"Darimana lo dapetnya?"
"Itu gue lihat di meja Farel,"
"FAREL?! IH!!! FAREL BANGSAT!" teriak Kinan kesal lalu keluar kelas dengan kesal sambil membawa tas miliknya untuk menutupi rok yang kena tinta.
Rian yang akan masuk kelas tersenyum. Langsung gas aja nih si Farel.
"Mana siniin duit lo!" perintah Farel kepada cowok di depannya.
"Lama!" Arjun langsung merebut uang yang di sodorkan cowok di depannya tapi di hentikan oleh seseorang.
"Enak aja mau malak-malak!" Kinan menghentikan tangan Arjun.
"Aduh ganggu ritual kita aja sih Kin," kesal Arjun.
"Udah lo pergi aja. Nih dua cowok biar gue yang urus," ujar Kinan kepada cowok yang menjadi sasaran Arjun dan Farel. Lalu cowok itu langsung pergi.
"Ngapain lo?" tanya Farel datar.
"Justru gue yang harus tanya! Ngapain lo ngasih tinta di kursi gue?!" tanya Kinan penuh penekanan. Sedangkan Farel menanggapi dengan santai seperti lelucon. Membuat Kinan mendengus nafas kesal.
"Suudzon aja sih lo?" Arjun yang malah menjawab.
"REL! SERIUSAN!" kesal Kinan.
"Iya, terus kenapa? Nggak boleh?" balas Farel santai.
"Atas dasar apa lo ganggu gue?"
"Suka-suka gue lah. Hidup-hidup gue," balas Farel lalu pergi diikuti Arjun.
"Ih! Nyebelin banget sih lo!" Kinan menarik Farel.
"Lo maunya apa?"
"Cariin rok buat gue ganti!"
"Bentar, bentar. Aneh deh lo nyuruh cowok buat nyariin rok," ujar Arjun.
"Biarin! Salah sendiri!"
"Ayo!" Farel langsung menarik Kinan menjauh dari Arjun.
Arjun menatap Farel bingung. Aneh deh Farel. Tidakbiasanya kalau buat masalah sama Kinan yang nyelesaian Farelnya.
"Bu, beli rok satu," ujar Farel santai kepada Ibu penjaga koperasi sekolah.
Baik Ibu maupun Kinan di buat kaget. Apalagi Kinan yang tidak menyangka Farel membawanya ke koperasi untuk mengganti roknya.
"Rok yang apa?"
"OSIS!"
Ibu tersebut lalu menyerahkan satu rok osis ke Farel. Dan Farel langsung membayarnya.
"Nih! Ganti! Nggak cocok lo pakek rok begituan!" Farel menyerahkan rok itu kepada Kinan sambil melirik rok yang di pakai Kinan lalu langsung pergi.
Kinan bingung sendiri. Tidak biasanya Farel bikin masalah dengannya dan yang menyelesaikan masalahnya si pembuat masalah sendiri. Sudahlah, yang penting sekarang Kinan ganti lebih dahulu. Setelah ganti, Kinan langsung menuju kelasnya. Untung bel belum berbunyi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antara Benci dan Cinta
Ficção Adolescente#1 in thewattys2020 (Mei 2020) #1 in benci (agt 2020) [SEBAGIAN CHAPTER DI PRIVATE, FOLLOW DULU BARU BISA BACA] Kinan sangat benci Farel. Setiap hari Farel selalu membuat ulah yang membuat Kinan teriak-teriak sekaligus kesal. Ini semua gara-gara Ki...
