"Kenapa gue selalu kalah!" Rehan kesal sendiri sambil memukul tembok di sampingnya.
Rehan kesal sekali. Kenapa di hidupnya dirinya selalu kalah? Kenapa Farel selalu menang? Apakah ini yang namanya keadilan? Dan kenapa harus sama? Akankah kejadian dulu terulang lagi?
"Agh!! Kenapa dengan hidup gue!" Rehan mengusap wajahnya kasar.
"Bagas, iya Bagas," Rehan langsung mengeluarkan ponselnya begitu teringat akan Bagas.
"Ada apa Bro? Butuh bantuan?" Bagas langsung bertanya.
"Iya. Gue perlu bantuan lo," balas Rehan dengan senyum kemenangannya.
Setelah berbincang cukup lama dengan Bagas. Rehan melangkah meninggalkan taman belakang sambil memasukkan ponsel ke saku celananya.
"Eh. Lo bentar, gue mau minta tolong," Rehan menahan salah seorang siswa cowok yang melangkah di depannya.
"Ada apa Kak?" balas anak itu dan membuat Rehan senang karena cowok ini adik kelasnya.
Rehan lalu mengatakan sesuatu kepada cowok itu. Dan cowok itu langsung menyetujuinya dan berlalu dari hadapan Rehan.
"Rasain lo!" gumam Rehan dengan senyum kemenangannya.
Di sisi lain, Farel dengan kedua sahabatnya tengah berada di kantin. Mereka bertiga sibuk berbincang dan sekali-kali memukul Farhan yang jiwa bloonnya keluar. Hingga ada sesuatu yang membuat mereka bertiga menghentikan candaan.
"Kak," panggil seseorang di samping Farel. Farel mengangkat kepalanya dan menatap cowok yang barusan memanggilnya.
"Apa urusan lo?" balas Farel.
"Kak Farel di suruh ke taman belakang," ujar cowok itu.
"Sama siapa?" tanya Arjun.
"Saya nggak tahu namanya. Saya permisi dulu," cowok itu menggeleng lalu pamit.
"Siapa Rel?" tanya Farhan.
"Mana gue tahu," balas Farel acuh.
"Mending lo kesana siapa tahu penting," bujuk Arjun.
"Ngapain? Nggak jelas gitu,"
"Udahlah sono pergi, siapa tahu penting," ujar Farhan.
"Udah di bilangin gue---"
"FAREL!" suara cempreng dari Tiara membuat Farel mendengus kesal.
"Yaudah gue kesana," ujar Farel kesal lalu beranjak dari tempat duduknya.
"Yaelah tuh anak. Di datengin sang princess langsung takut," Farhan terkekeh geli.
Farel lalu berjalan cepat menuju taman belakang seperti yang cowok tadi suruh.
"Lho kok pergi sih," Tiara manyun melihat Farel malah pergi.
"Takut kalik sama lo," balas Arjun asal.
"Ih Arjun. Orang gue cantik gini kenapa Farel takut?"
"Alergi kayaknya sama bedak yang lo pakai," balas Farhan serius.
"Seriusan?" Tiara langsung memegangi wajahnya.
Arjun dan Farhan menahan tawa. Emang dasar si Farhan ngomongnya asal jeplak. Apalagi Tiara menanggapinya serius.
Farel heran ketika sampai di sana. Kosong, sepi, tidak ada orang. Apa jangan-jangan dirinya benar di bohongin? Farel lalu berjalan-jalan mencari siapa yang mencarinya, "Anjir! Emang gue di kerjain!" umpat Farel kesal karena belum juga menemukan orang yang mencarinya. Namun tiba-tiba Farel dikejutkan oleh sesuatu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antara Benci dan Cinta
Fiksi Remaja#1 in thewattys2020 (Mei 2020) #1 in benci (agt 2020) [SEBAGIAN CHAPTER DI PRIVATE, FOLLOW DULU BARU BISA BACA] Kinan sangat benci Farel. Setiap hari Farel selalu membuat ulah yang membuat Kinan teriak-teriak sekaligus kesal. Ini semua gara-gara Ki...
