Tingkah Rehan

6.7K 169 3
                                        

"Sini lo!" Bentak Arjun sambil menarik cowok di depannya. Cowok yang tak lain adalah cowok yang tadi menyuruh Farel menuju taman belakang kaget dan takut melihat Arjun.

"Ke..napa Kak?" jawab cowok itu takut-takut.

"Jadi tadi lo ngejebak Farel! Di suruh siapa!?" tanya Arjun dengan nada tinggi.

"Jun! Turunin emosi lo! Tempat ini nggak cocok buat teriak-teriak," Farhan mencoba meredakan amarah Arjun karena takut terdengar guru.

"Apaan sih lo?" bantah Arjun.

Pasalnya, mereka kini tidak berada di tempat sepi. Melainkan di kantin. Walaupun kantin sepi karena pembelajaran masih berlangsung. Namun, tetap saja, baik guru atau siswa bisa mendengar teriakan Arjun.

"Jawab dong pertanyaan gue! Lo di suruh siapa!?" ulang Arjun sambil menarik kerah seragam cowok itu.

Cowok itu hanya diam membuat Arjun bertambah kesal. Namun bukan tanpa alasan cowok itu diam. Cowok itu memang tidak tidak tahu siapa nama orang yang tadi menyuruhnya.

"Jawab aja setahu lo," ujar Farhan pelan tidak seperti Arjun.

"Sa..ya nggak tahu namanya Kak. Yang saya tahu, kakak itu anak baru," balas cowok itu takut-takut.

"Anjir! Rehan!" desis Arjun sambil menghentakkan tubuh cowok itu keras lalu berlalu pergi.

"Sorry. Itu temen gue emang radak gila," ujar Farhan kepada cowok itu sebelum pergi menyusul Arjun.

Walaupun Farhan itu cowok yang otaknya agak geser. Namun, sifatnya tuh lembut, tidak gampang gegabah. Dan satu lagi pelerai untuk Arjun dan Farel.

BRAKK!!

Pintu kelas XI IPS 1 di gebrak Arjun dengan kasar membuat penghuni di dalam kelas termasuk guru yang sedang mengajar terkejut.

"Sini lo!" Arjun langsung berjalan menuju meja Rehan dan menarik Rehankeluar.

"Apa-apan an sih lo!" Rehan melepas cekalan Arjun setelah mereka sampai di luar.

"Aduh," Rehan mengusap rambutnya kasar melihat Arjun sudah tersulut emosi.

BUG

Arjun meluncurkan pukulan keras di pipi Rehan membuat Rehan terhuyung ke belakang, "LO TEGA!" teriak Arjun keras sambil mencekal kerah baju Rehan.

"Farel bisa ngalah sama lo! Tapi kenapa lo NGGAK BISA MAAFIN DIA!?" desis Arjun dan meneriakkan huruf capslock.

"Ngalah apa ha? Gue nggak percaya!" bantah Rehan persis seperti beberapa tahun yang lalu.

"Gue nggak masalah kalau lo nggak percaya! Tapi kenapa LO TEGA!"

Farhan menatap keduanya dengan tatapan sedih. Benar kata Arjun. Seharusnya Rehan tidak sampai melakukan ini hanya gara-gara peristiwa itu. Toh, Farel juga sudah mencoba mengalah.

"ARJUN! IKUT IBU KE KANTOR!" terriakan Bu Indah menghentikan aksi Arjun.

Semua murid khususnya kelas XI IPS 1 langsung heboh dan pembelajaran otomatis berhenti. Suara-suara sumbang langsung menyebar tidak jelas.Arjun melepas cekalan di kerah baju Rehan sambil menatap Rehan sedih dan marah. Sedangkan Rehan berdiri diam menatap Arjun tanpa ekspresi lalu menunduk setelah Arjun berlalu.

"Gue nggak nyangka lo setega ini," ujar Farhan pelan mendekat ke arah Rehan lalu berjalan mengikuti Arjun.

"Sudah! Sudah! Ayo masuk kembali!" perintah guru yang sedang mengajar kelas XI IPS 1 dan penghuni kelas XI IPS 1 kembali duduk manis kecuali Rehan yang langsung melangkah menjauh dari kelas.

Antara Benci dan Cinta Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang