Menyerah?

6.4K 150 0
                                        

Arjun dan Farhan tengah bingung atas kejadian yang baru saja terjadi. Semakin lama tingkah Farel semakin membingungkan. Untuk yang kedua kalinya Farel marah hanya gara-gara menyinggung masalah Kinan.

"Kita udah lama sahabatan. Tapi kita belum ngerti juga ada apa di balik tingkah Farel," ujar Arjun.

"Sama. Seperti ada yang Farel sembunyiin dari kita," balas Farhan.

"Dan kenapa Farel pasti marah hanya karena ada yang menyinggung soal Kinan? " ujar Arjun lagi.

"Jawabannya karena Farel suka sama Kinan!" balas Farhan mantap.

"Mereka udah di takdirkan musuh. Jadi nggak mungkin!,"

"Terus ada alasan lain?"

"Kebiasaan ngomongin gue!" suara Farel tiba-tiba terdengar di telinga mereka. Arjun menatap Farhan tajam seolah mengatakan elo sih.

"Kita lagi bingung makanya ngomongin lo," balas Farhan.

"Elo aja bingung, apalagi gue," Farel menggeleng kepalanya lemah lalu duduk di salah satu bangku di rooftop.

"Lo kalau ada apa-apa ngomong aja," Arjun mendengkati Farel sambil menepuk pundak Farel.

Sebenarnya dari dulu Farel ingin sekali berbagi cerita kepada kedua sahabatnya. Namun, keadaan yang memaksa Farel belum bisa cerita. Farel hanya takut kalau mereka tahu dan tidak sengaja tersebar, Farel akan sulit mendapatkannya.

"Luka lo bersihin dulu Rel," perintah Farhan.

"Nggak usah. Ntar kadar kegantengan gue berkurang,"

"Anjay lo! Lagian gue kalik yang paling ganteng," Farhan menjitak kepala Farel.

Mereka bertiga kemudian larut dalam candaan yang dibuat Farhan. Sesekali Farel dapat tersenyum melihat tingkah sahabatnya yang dapat membuat Arjun senang.

BRAKK

Gebrakan dari pintu masuk rooftop mengagetkan mereka bertiga. Dan muncullah seseorang yang tanpa permisi langsung menyerang Farel. Hingga membuat Farel tersungkur akibat pukulan dari orang itu di pipinya.

"Jangan senang dulu karena gue belum maafin lo!" Tandas orang itu.

Dan sebelum orang itu kembali menyerang, Arjun dan Farhan langsung menghentikan aksinya dengan menyeretnya menjauh dari Farel.

"REHAN! SADAR!! JANGAN KAYAK GINI!!" teriak Arjun sambil berusaha menahan Rehan yang terus meronta ronta.

"APA-APAAN SIH LO BERDUA! JANGAN SOK PEDULI!" balas Rehan dengan teriakan.

Sedangkan Farel belum juga beranjak dan masih tetap terduduk sambil menatap ketiga 'sahabatnya' itu dengan ekspresi yang sulit diartikan.

"JAGA OMONGAN LO! LO NGGAK INGET DULU?" teriak Arjun keras.

"DULU YA DULU NGGAK USAH DI BAHAS!"

"LO DARI DULU NGGAK PERNAH BERUBAH YA?" kali ini Farhan yang berteriak.

"UDAH DI BILANGIN DULU YA DULU!!" teriak Rehan keras.

Farel memejamkan matanya sebentar sambil menunduk setelah mendengar teriakan Rehan. Lalu segera berdiri. "Lo mau apa?" tanya Farel tidak keras tapi mampu membuat ketiganya berhenti berdebat.

"Lo jauhin Kinan!"

"Emang salah kalau gue deket-deket Kinan?"

"Gue suka sama Kinan. Dan lo nggak boleh ngrebut dia dari gue!"

Antara Benci dan Cinta Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang