Sebuah kejutan di dapatkan oleh kelas Kinan. Jam pertama baru berlangsung 15 menit, suasana kelas langsung heboh. Pemicunya bukan karena ulah Farel. Namun, kelas mereka kedatangan murid baru yang wajahnya ganteng. Cewek-cewek langsung berseru heboh membuat para kaum Adam saling tatap malas.
"Hai. Nama gue Rehan. Salam kenal semuanya, " cowok yang tingginya hampir seperti Farel itu tersenyum manis.
"Anjir. Manis banget, " Vina ikut-ikutan heboh.
"Lihat tuh Kin. Manis banget, " Vina menyenggol lengan Kinan karena dari tadi Kinan sama sekali tidak tertarik dan malah tiduran.
"Apaan sih. Biasa aja gitu, " Kinan kembali tidur setelah mengangkat kepalanya dan menengok cowok yang masih di depan sebentar.
"Baik Rehan. Kamu duduk di sebelah sana, " Guru yang mengajar mempersilahkan Rehan duduk. Tempatnya persis di belakang kursi Farel.
Rehan berjalan ke bangku yang di tunjukkan masih dengan melirik ke satu titik. Titik itu adalah seorang cewek yang tengah tiduran. Rehan heran dengan cewek itu. Satu-satunya cewek yang tidak heboh ketika dirinya masuk. Dan baru kali ini ada seorang cewek yang tidak tertarik kepadanya.
"Ya anak-anak, sekarang kalian---"
Brak..
Pintu kelas di buka dengan keras. Dan seorang cowok masuk dengan santainya. Sambil mengabaikan guru yang sedang mengajar.
"FAREL! SOPAN SEKALI KAMU! " Teriak bu Septi yang sedang mengajar. Farel menghentikan langkahnya dan berbalik sambil menatap malas Bu Septi.
"Masih pagi Bu. Jangan teriak-teriak kenapa. Ganggu kelas lain aja, " ujar Farel santai.
Seluruh penghuni kelas mulai bisik-bisik karena ulah Farel kecuali Kinan pastinya yang masih setia tiduran. Dan satu orang lagi. Orang itu hanya diam setelah mengetahui siapa yang masuk. Rahangnya mengeras dan tatapannya tajam tertuju kepada Farel.
"Berani ya kamu nasehatin saya?! " Bu Septi tak mau kalah.
"Udahlah Bu. Kalau saya bilang berani namanya durhaka. Mending saya ngalah aja. Dan izinkan saya duduk, "
"Yaudah sana duduk, " balas Bu Septi ketus.
Farel tersenyum devil. Poin pertama, pagi-pagi sudah berhasil bikin guru mingkem. Namun, tunggu dulu. Saat Farel membalikkan badannya. Matanya menangkap sosok yang duduk persis di bangku belakangnya. Seketika rahang Farel mengeras. Tangannya mengepal. Matanya menatap tajam sosok itu. Siapa lagi kalau bukan Rehan.
Langkahnya sulit di gerakkan. Bahkan keringat dingin mulai mengalir. Tidak tahan dengan hal itu, Farel berbalik cepat dan keluar kelas begitu saja. Seluruh penghuni kelas menatap Farel heran. Bahkan Bu Septi juga ikut bingung melihat perubahan Farel.
"Hai Farel!! Akhirnya datang juga!! " teriak Farhan heboh dan alay ketika melihat Farel berjalan menuju rooftop.
"Anjir alay banget lo! " Arjun menyenggol Farhan yang aneh.
"BANGSAT! " Farel tidak menanggapi ocehan kedua sahabatnya dan malah menendang kursi-kursi tidak terpakai yang di tata di pinggir rooftop hingga kursi berantakan semua.
"ANJING! KENAPA TUH ORANG DATANG LAGI! " maki Farel lagi.
Arjun dan Farhan saling tatap bingung. Farel datang-datang langsung mengamuk. Nggak di kasih uang jajan nih si Farel sampai ngamuk?
"Nggak di kasih uang jajan kalik, " ceplos Farhan.
"Anjir! Ya enggak lah, " balas Arjun lalu mendekati Farel yang sedang ngamuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antara Benci dan Cinta
Ficção Adolescente#1 in thewattys2020 (Mei 2020) #1 in benci (agt 2020) [SEBAGIAN CHAPTER DI PRIVATE, FOLLOW DULU BARU BISA BACA] Kinan sangat benci Farel. Setiap hari Farel selalu membuat ulah yang membuat Kinan teriak-teriak sekaligus kesal. Ini semua gara-gara Ki...
