16. Healing

5.7K 507 77
                                        

Joohyun membuka matanya setelah hampir satu jam tak sadarkan diri diruangan ini, rasa silau yang dihasilkan dari lampu yang menyala membuat perempuan itu bersingut untuk duduk. Matanya mengerjap berberapa kali sebelum pandangnya kembali normal.

"Aku..." perempuan itu kembali meringis ketika sekelebat bayangan tentang Jennie dan dirinya yang saling menyerang beberapa saat lalu kembali terputar, rasa sesak dan rasa bersalah seketika menghampiri dirinya.

Matanya beredar mengamati ruangan putih ini, tidak ada Taehyung ataupun orang lain disini, hanya ada dirinya dan segala kesunyian yang ada. Joohyun meraba tangannya yang terpasang selang infus, dengan mata berkaca ia menariknya hingga rasa sakit dan perih menyengatnya setelah itu. Ia beranjak pergi tanpa mempedulikan tetesan darah yang terus keluar dari bekas jarum infus yang tadi dilepasnya secara paksa.

Joohyun menghentikan langkah kakinya dilantai rooftop, menjadikan lantai tanpa atap ini sebagai tempat untuk menenangkan hatinya yang sedang kalut. Joohyun melanjutkan langkah kakinya hingga menabrak dinding pembatas. Rambut panjangnya terkibas angin hingga helaianya terombang-ambing diudara, air mata dipelupuknya semakin mendesak hingga akhirnya luruh disertai guncangan pada tubuh kecilnya.

"Mama, papa, watashi wa anata ga inakute sabishīdesu¹" ucap Joohyun, sengaja menggunakan bahasa Jepang karena Jepang merupakan tempat dimana ia banyak menghabiskan waktu dengan kedua orangtuanya, terutama dengan sang Ayah.

¹ Ayah, Ibu, aku merindukanmu

Joohyun tak bisa menahan isakanya lagi, semuanya kini berputar dikepalanya. Jennie, Ibu, Bayinya, semuanya bercampur menjadi satu. Berakhir menjadi buliran air mata yang lagi-lagi tersirat kesedihan yang begitu mendalam. "Mōgamandekinai, kore wa watashi ni totte muzukashī²" lanjutnya tertahan.

² Aku tidak sanggup lagi, ini terlalu berat untukku

Akhiri semua ini, Joohyun. Matilah.

Joohyun terdiam ketika sebuah suara terdengar dari arah belakang, tangisnya terhenti. Dengan segenap keberanian ia berbalik untuk melihat siapa sosok dibalik tubuhnya. Matanya sedikit membulat ketika melihat sosok perempuan dengan wajah begitu mengerikan berdiri tiga meter di hadapannyaㅡdan yang lebih mengejutkan, perempuan itu adalah dirinya sendiri.

Tujuan hidupmu bahkan sudah selesai. Ibumu sudah mati, anakmu sudah mati, dan temanmu sudah menghianatimu. Siapa lagi yang kau harapkan sekarang.

Suara itu kembali terdengar, begitu menusuk hati Joohyun. Air mata kembali menetes dari pelupuknya. Ucapan itu memang sepenuhnya benar, tujuan hidupnya sudah berakhir. Tapi sekarang ia punya Taehyung, laki-laki itu selalu ada untuknya.

Hahaha... Kau berniat menjadikan Kim Taehyung sebagai tujuan hidupmu. Dasar bodoh. Dia bahkan tidak mencintaimu, hanya kau yang mencintai disini. Untuk apa kau harus susah-susah mengabdikan hidupmu padanya, dia tak akan membalas cintamu sampai kapanpun Bae Joohyun. Dimatanya kau hanya seorang pelacur, bukan seorang istri sungguhan seperti yang kau bayangkan.

Sekali lagi Joohyun membenarkan ucapan delusi itu. "Kau benar..." cicit Joohyun dengan isakan kecil yang terus lolos. Tangannya terkepal kuat pada sisi dress yang dikenakannya.

Terjun saja kebawah. Kau akan terbebas dari rasa sakit yang ada dihatimu untuk selamanya, kau akan bertemu Ayah dan Ibumu nanti, hidupmu akan bahagia.

Suara itu semakin mempengaruhi Joohyun. Hatinya berdegup kencang, pikirannya benar-benar kosong sekarang. Kakinya sudah mulai menapak pada dinding pembatas yang tingginya tidak lebih dari setengah tinggi orang dewasa. Helaian rambutnya kembali terkibas karena terpaan angin yang semakin kencang.

Overdose Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang