11. List ke puncak

1.2K 227 25
                                        

"Bin, seminggu ini Gichan ngga keliatan di kampus."

"Iya, anaknya masih ngerem di kamar. Padahal kalau aku sama Yuvin samperin ke kamarnya juga udah biasa aja," jelas Seobin, kembali mempererat pelukannya kemudian ndusel di leher Midam.

Midam bergerak ngga nyaman karena rambut halus Seobin bersentuhan dengan lehernya, geli.

Setelah 3 hari sibuk nugas dan kuliah akhirnya Midam punya waktu buat pacaran. Seobin ngga melewatkan kesempatan, langsung nginep di apartemennya Midam.

Yang punya apartemen sih seneng-seneng aja, toh dia juga udah kangen.

"Is he alright?" Tanya Midam mengkhawatirnya Gichan.

Adek tingkatnya yang sekaligus adik didiknya sewaktu OSPEK ngga pernah sesedih ini. Midam kenal betul sama yang namanya Han Gichan. Dari pertama Gichan masuk ke kampusnya sampai Gichan udah sebesar sekarang.

Bisa dibilang Midam ini teman baik pertamanya Gichan di kampusnya. Muka Gichan yang songong parah membuat laki-laki itu terlihat hard to approach. Tipikal anak hits depok yang ngga mau temenan sama kalian rakyat jelata yang followers IG ngga sampai 10K.

Padahal ngga begitu, Gichan bukan anak hits Depok yang followers IGnya banyak.

Midam bingung kenapa Gichan bisa dibilang begitu padahal kalau lagi nyengir muka Gichan dongo parah, kalau menurut Midam sih gitu.

Biasa melihat cengiran bodohnya Gichan ngebuat perasaan Midam gusar parah di pertemuan terakhir mereka. Waktu Midam ngasih tau semua, tentang account yang tau segalanya perihal Gichan dan Doyeon.

Padahal waktu itu Gichan belum nangis, cuman masang muka panik sama sendu aja. Coba kalau Midam liat adegan Gichan nangis, pasti dia ikutan nangis.

"He is, aku juga yakin yang lain ngga terlalu marah sama dia. Kecewa sedikit di awal tapi lama-lama juga lupa," balas Seobin.

Emang kadang oknum Yoon Seobin yang tengil bisa jadi serius. Apalagi kalau lagi ndusel di kasur kayak sekarang.

Midam ngangguk. Kayaknya dia terlalu khawatir sama Gichan, lupa fakta bahwa he is a grow up man. Pasti bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.

Peluk Midam dalam-dalam, akhirnya sebuah ide terlintas di otak Seobin.

"Dam, muncak yuk?" Celetuk Seobin, kepalanya keluar dari ceruk leher Midam.

Midam melongo, "muncak? Aku? Kamu ngajak aku daki gunung?"

Midam menatap Seobin ngga percaya. Bisa-bisanya dia ngajak Midam, yang lari aja suka keabisan napas, daki gunung. Emangnya ngga takut Midamnya hilang tersesat?

"Bukan muncak daki gunung. Kita ke puncak, nginep di villa makannya beli bukan berburu," jelas Seobin.

"Weekend ini?" Tanya Midam.

"Hooh, sama Jumat lah. Bolos ngampus sehari aja."

"Boleh, udah sumpek juga butuh liburan."

Seobin bangun dari tidurnya kemudian buka hp cari-cari villa di Tr*aveloka.

"Ajak Gichan sama yang lain juga, sekalian bonding biar ngga slek terus," ujar Seobin ditengah pencariannya.

Midam ngangguk kemudian buka group, mau ngasih info ke yang lain.

Seungyoun ❤ Sejin 😍 (14)

Midam: list yang mau jalan ke puncak 1. Midam 2. Seobin 3. Gichan 4. 5. 6. Lanjutin

We All Lie | PDX 101Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang