"Kira-kira Bang Seungwoo sama Byungchan ngapain ya di kamar?"
"Ngaduk semen kali, bang," jawab Yuvin asal menanggapi pertanyaan Kookheon.
Kookheon langsung noyor kepala Yuvin.
"Kurang ajar!" Pekik Yuvin.
"Lagian lu ditanya serius," ujar Kookheon.
"Lagian lu banyak tanya, jelas-jelas mereka lagi baikan," balas Yuvin.
"Ya baikannya gimana gitu? Apa salaman doang? Apa Byungchan dibeliin emas batangan? Apa pake acara buat anak kayak Seobin Midam?"
"Kepo bener ah urusan orang!" Samber Gichan, padahal tadinya dia lagi asik scroll IG. Tapi pas nama Seobin sama Midam disebut dia langsung salty.
"Bacoot bener, tuh Chan cari cowok yang kayak Bang Seungwoo tuh kalau bininya ngambek disamperin mau sejauh apapun. Jangan kayak yang enoh, Yohan ngambek dia malah seneng," kata Kookheon nyindir Yuvin.
Yang disindir malah nyengir, "tapi Chan disaat begini mah lu harusnya cari cowok yang mau sama elu aja dah gak usah banyak tingkah."
MALAH NGELEDEKIN GICHAN.
"Sombong banget monyet, Yohan mau sama lu juga karena kebetulan doang," balas Gichan. "Tapi Bang Seungwoo niat banget dah sampenya sampe nyamperin ke sini."
Yuvin langsung nyengir, kalau diliat dari mukanya sih ketauan banget Yuvin pasti melakukan sesuatu.
"Sebenernya sih gua yang suruh Bang Seungwoo ke sini."
"HA UDAH GUA DUGA EMANG MULUT LU TUH HARUSNYA DIRAJAM BIAR DIEM," pekik Kookheon.
"Abis gua pusing liat Byungchan diem, ngga sanggup gua," balas Yuvin.
"Pengen dah liat lu ribut sama Yohan, biar lu diem."
"ENAK AJA LU KALO NGOMONG, BANG! Gua dan ayang beb Yohan gak akan pernah berantem," pekik Yuvin.
Yah Vin ngomong aja dulu, nasib mah gak akan ada yang tau.
Sementara di kamar milik Byungchan dan Gichan ad Seungwoo sama Byungchan lagi diem-dieman.
Midam Seobin belum juga bangun, Yury Baekjin juga begitu.
"Byungchan.. salah aku apa ya? Kenapa kamu jauhin aku?" Tanya Seungwoo setenang mungkin.
Seungwoo juga paham kalau Byungchan lagi mau jaga jarak, makanya dia membiarkan Byungchan duduk di kasur membelakangi Seungwoo, sedangkan Seungwoo duduk di kursi memandangi punggung Byungchan.
Beneran sekarang Seungwoo lagi nahan diri buat ngga meluk Byungchan.
Hampir seminggu ngga denger ocehan Byungchan, Seungwoo rasanya mau mati. Seungwoo kangen semuanya, pipi Byungchan yang biasa dia uwel-uwel, lesung pipinya yang biasa dia cium, tingkah gilanya yang hibur Seungwoo setiap hari. Gilanya bahkan Seungwoo kangen bau rokok dari baju Byungchan.
Byungchan diem, dia ngga jawab pertanyaan Seungwoo.
"Sayang.." Seungwoo berdiri, sentuh pelan pundak Byungchan.
Tapi langsung Byungchan tepis, "jangan pegang!"
Seungwoo melotot kaget, tapi he still can handle it.
"Oke, tapi ngomong Chan. Please ngomong salah aku apa? Biar aku bisa minta maaf, biar aku perbaikin semua kesalahan aku. Jangan diem aja aku gak paham kalau kayak begini." Oceh Seungwoo.
Byungchan mengehela nafas, "mas bohong."
"Bohong apa?" Tanya Seungwoo bingung.
"Mas pura-pura sok polos! Mas larang aku nakal, larang aku ngorokok, larang aku semuanya! Tapi mas sendiri pake narkoba?!" Seru Byungchan.
KAMU SEDANG MEMBACA
We All Lie | PDX 101
FanfictionThis account has so much secrets and no one cant stop that account from revealing all the lies they tell. PRODUCE X 101 ⚠️Warning: BxB⚠️ ⚠️ 🔞 harsh words and mature content🔞 ⚠️ ⚠️This is a fictional story indeed please do not hate any trainees bec...
