Author
Genap sudah david pulang dengan teler sehingga Tn Edwards harus memapahnya setiap malam. Bau alkohol dan pakaian yang bagai seseorang yang baru melakukan terjun payung, david terlihat berantakan dan tak enak dipandang. Nicole memandangi tubuh suaminya dengan wajah memerah.
_
"Aku mungkin segera bekerja mulai hari ini, kau juga tidak perlu memberiku uang belanja mulai sekarang" Ucap nicole saat david terbangun. "Kuharap kau mengabulkan keinginanku untuk bercerai secepatnya"
"Kau bilang akan menggugatku dan harus berhasil bagaimanapun caranya, kan? Teruskanlah, aku tidak akan membuatnya mudah"
"Dasar brengsek! Apa yang kau inginkan dariku, dave? Kau ingin terus menyiksaku?"
"Aku juga tersiksa! Lihatlah dirimu, entah dosa apa yang pernah kuperbuat hingga istriku keras kepala dan dingin sepertimu. Kau kira hidupku ini juga mudah? Dasar anak kecil!"
"Lalu kenapa kau menahanku?! Demi tuhan ceraikan aku!"
"Apa susahnya menjadi istriku, nic? Aku tidak menidurimu seenakku, aku bertanggung jawab secara finansial dan menghormatimu? Kenapa kau bersikap mengerikan seperti ini? "
"Kau memandang dirimu mulia? Kita lihat sejauh mana kau bertahan! " Nicole melangkah cepat dan menghilang dalam sekejab.
"Ah, betapa keras hatinya" Keluh david sembari memijat tengkuknya.
_
Nicole berjalan dengan tenang memasuki ruang penerimaan karyawan yang luas dengan satu orang wanita dan pria dari bagian personalia, juga dua orang pria memakai jas,penampilannya tak kalah profesional, senyum yang ramah namun kaku menunjukan betapa bagus sikap seorang yang profesional, direktur umum dan manager personalia. Seorang wanita dan 3 orang pria telah mendahuluinya berdasarkan panggilan dari pihak HRD. Setelah melalui serangkaian tes tulis dan kompetensi, tes kesehatan dan psikologi ke 5 kandidat terkuat ini terpilih dari beratus-ratus pencari kerja lain yang tak kenal putus asa.
Nicole menduduki kursi yang telah disediakan, meskipun gestur yang dia miliki membuatnya terlihat tenang dan percaya diri, namun detak jantungnya yang tak karuan membuatnya sedikit gemetaran.
"Nicola Alexandra Davidson, lulus strata dari universitas ternama di amerika dengan gelar kehormatan tertinggi dan universitas ternama london yang juga dengan gelar kehormatan tertinggi tahun ini, benar?" Tanya manager personalia, ke empat kandidat tak kuasa menahan rasa penasaran hingga melirik berharap mendapat gambaran gadis lulusan tahun ini yang langsung mendapat interview dari manager personalia.
"Benar" Jawab nicole tegas dengan tutur katanya yang halus namun tegas.
"Lowongan pekerjaan ini kami titik beratkan pada kandidat yang telah berpengalaman, kenapa anda berniat tetap melamar pekerjaan ini? Anda berniat melamar jabatan manager keuangan, benar?"
"Saya akan mendapatkan pengalaman dari pekerjaan itu sendiri. Benar, saya melamar pekerjaan sebagai manager keuangan"
"Tentunya anda tau, pekerjaan di dunia nyata berbeda dengan kompetensi"
"Tidak diragukan lagi"
"Apakah menurut anda, anda layak untuk perkerjaan yang vital ini sebagai fresh graduate? Satu kesalahan saja akan berdampak sangat buruk bagi perusahaan bukan hanya nilai anda pribadi"
"Siapapun dengan pikiran yang matang, niat yang kuat, pengetahuan yang cukup, dan akal yang sehat akan bisa melakukan pekerjaan ini setelah mempelajari SOP dan beberapa hal lain yang harus diperhatikan. Nilai untuk saya pribadi pun tidak pernah saya biarkan berada dibawah ekspektasi, tentu saja saya akan menjaga diri dari kesalahan yang fatal untuk perusahaan besar ini"
"Anda memiliki ekspektasi yang tinggi, tetapi kami juga masih harus menitikberatkan pengalaman kerja. Bagaimana pendapat anda?"
"Saya sangat menghargai keputusan pihak management untuk mempertimbangkan kehadiran fresh graduate, disini. Saya tidak bisa mengesampingkan keputusan final dari perusahaan yang bijaksana ini sehubungan dengan diterima atau tidak lamaran pekerjaan yang saya ajukan."
"Jawaban yang bijaksana, Ny Nicole. Jika kami menempatkan anda di posisi yang mengharuskan anda untuk memiliki tanggungjawab memimpin sebuah tim dan harus bekerja lembur, apakah anda keberatan? Sehubungan dengan status anda yang sudah menikah" Seluruh kandidat segera menoleh karena terkejut akan status menikah nicole.
"Saya tidak keberatan"
"Bisa mendapatkan izin tertulis dari suami? "
"Bisa"
"Baik." Manager personalia menegakkan posisi duduknya dan mengarahkan pandangan kepada para kandidat satu per satu, "kami akan kembali 15 menit lagi untuk menyampaikan keputusan dan pengumuman kelulusan, silahkan menunggu dengan tenang"
"Baik, pak" Jawab kelima kandidat.
Suasana menjadi hening saat ke empat perwakilan perusahaan itu meninggalkan ruangan, tak sepatah kata pun terucap atau sekedar suarah ssseoranb bernafas. Suasana terus hening hingga seseorang mengeluh lalu melihat jam di pergelangannya.
"Aku harus buang air kecil, masih 8 menit lagi" Ucap salah seorang kandidat pria. Lalu hening sepersekian detik.
"Waktumu 7 menit, jangan terlambat" Ucap nicole acuh.
"Baiklah, tolong sampaikan kepada mereka"
"Oke"
"Bodoh sekali, dia bisa kehilangan kesempatan" Pikir salah seorang kandidat pria lain.
"Anak ingusan ini pintar memperbesar peluang"
Suasana kembali hening, menit ke 15 hampir habis. Baik kandidat yang mencari kamar kecil atau jajaran management belum kembali. Namun, 2 menit kemudian keempat orang itu datang dan memperhatikan kursi kosong.
"Kemana salah satu diantara kalian?" Tanya manager personalia.
"Buang air kecil, pak" Jawab nicole dan yang lain serentak.
"Hanya 15 menit, kenapa tidak ada yang mengingatkan?" Suasana menjadi hening. "Dia tidak menitip pesan?"
"Kami sudah menyampaikan pesannya, pak" Jawab seorang kandidat
"Tidak ada yang melarangnya?" Semua kandidat menoleh pada nicole. "Nicola?"
"Saya menyarankannya untuk segera mencari kamar kecil"
"Anda ingin dia terlambat?"
"Saya tidak menyangka dia akan terlambat untuk kembali"
"Kenapa menyarankan demikian?"
"Tentu saja dia tidak akan mengaku" Pikir seorang kandidat
"Agar tidak penyakitan, katakan seperti itu walaupun itu perkataan basi." Pikir yang lain.
"Ayo, nicola. Kau sudah cukup baik sedari tadi, you got it" Pikir kandidat wanita
"Karena Menahan buang air kecil bisa menyebabkan infeksi saluran kemih, pembengkakan kandung kemih hingga membuat kandung kemih menjadi sensitif akibat koleksi bakteri di sekitar pembukaan uretra dan sensor menjadi terlalu aktif sehingga membuat kencing lebih sering dari biasanya. Jika membuatnya menahan saat ini akan memperburuk kinerjanya nanti, saya rasa perusahaan akan cukup bijaksana menyikapi ini. Maafkan saya jika tindakan saya menimbulkan kesalahpahaman dan gugurnya kesempatan seseorang." Nicole berdiri, membungkukkan badan tanda permintaan maaf lalu kembali duduk.
"Permisi, maafkan keterlambatan saya. Saya baru dari kamar kecil dan tidak menemukan jalur yang tepat dengan cepat"
"Ucapkan terimakasih kepada nicola, jika dia tidak memiliki alasan yang tepat, anda sudah gugur"
"Terimakasih, nicola" Ucap lelaki itu. Nicole mengangguk sopan.
"Saya akan memulai pengumuman kelulusan dan posisi yang tersedia yang kami sarankan sehubungan dengan kualifikasi masing-masing kandidat. Silahkan berdiri bagi yang saya sebutka nama dan posisi yang akan ditempati"
"Baik, pak" Jawab semua kandidat.
"Flora jessica stoner" Jessica berdiri dengan sikap formal "anda akan ditempatkan di bagian Customer service sesuai kualifikasi dan lamaran yang anda ajukan"
"Terimakasih, pak" Jawab jessica semringah dan lega.
"Stevan thomas edwards- menempati posisi staff di departement hukum"
"Terimakasih, pak" Ucap stevan dengan sikap profesional
"Andrew William harrison- anda menempati posisi manager umum, anda mengajukan lamaran untuk manager IT namun sayang sekali posisi itu sudah terisi"
"Saya akan mengerahkan seluruh kemampuan saya. Terimakasih, pak"
"Alexander Christian Darren- anda menempati posisi project manager"
"Terimakasih, pak"
"Untuk semua yang telah saya sebutkan, akan menjalani masa percobaan selama 3 bulan dan baru akan menandatangani kontrak 5 tahun setelahah masa percobaan selesai dengan baik dan memenuhi standard kami."
"Baik, pak."
"Nicola alexandra davidson- anda akan menempati posisi staff akuntan selama 6 bulan, jika berhasil dengan baik, kami akan segera menempatkan anda di posisi auditor junior selama 3 bulan pertama dan 3 bulan sebagai auditor dengan tuntutan yang sama besarnya dengan senior di bidang itu. Kami menerima kualifikasi anda sebagai manager keuangan setelah melalui pengalaman selama 1 tahun bekerja di bidang keuangan, silahkan masing-masing menyiapkan bolpoin untuk menandatangani kontrak masa percobaan jika berkenan melanjutkan"
_
"Nicola, hey" Panggil seseorang yang nicole mulai mengenal suaranya.
"Oh, hai" Jawab nicole
"Aku, Alex Christian Darren. Panggil saja alex" Alex mengulurkan tangannya yang pucat.
"Nicole" Jawab nicole sembari menyambut tangan alex
"Aku ingin mengucapkan terimakasih"
"Oh, i see"
"Hai, kita bertemu lagi- aku jessi, kau sudah mendengar namaku tadi"
"Hai, jessi"
"Dia bilang, kau membelaku dengan sangat telak" Ucap alex
"Jika mereka ingin, mereka bisa saja membalas ucapanku" Jawab nicole tak merasa terpuji sedikitpun.
"Sudah kubilang dia tidak akan menganggapnya masalah besar" Ucap jessi dengan tawa kemenangan.
"Padahal hutang budiku besar sekali, tak apa- aku tetap mengucapkan terimakasih. Kuharap kita akan berteman baik, sampai jumpa" Ucap alex kepada kedua teman barunya dengan senyum yang bahagia lalu melangkah dengan santai sembari memainkan ponsel lalu terlihat berjalan cepat sembari menelpon seseorang.
"Ada apa dengannya?!" Keluh nicole.
"Dia baru mendapat pekerjaan di perusahaan yang dia inginkan, setelah selama satu tahun menempati posisi yang sama di perusahaan yang tak terlalu elit"
"I see"
"Kau sendiri, bagaimana perasaanmu?"
"Senang, bagaimana denganmu? "
"Aku senang sekali, aku hanya lulusan D3 telekomunikasi, sebelumnya aku telah bekerja di sebuah bank dan harus mengundurkan diri karena saat itu aku harus mengurus putraku. Dia telah membaik sehingga aku bisa menitipkannya pada pengasuh"
"Kau mengurusnya sendiri? "
"Ya, aku barusaja bercerai. Kedua keluarga kami tak pernah mendukung pernikahan ini, dan tentu saja aku cukup malu mendatangi mereka- ah, kenapa aku terus mengoceh. Bagaimana denganmu? Kau lulusan dari amerika juga,bukan?Kuharap kita bisa berteman baik"
"Aku lulus dari universitas Stanford dan melanjutkan S2 di Oxford"
"Kenapa?"
"Aku menikah setelah lulus S1, suamiku tinggal disini tidak mungkin aku melanjutkan disana"
"Sudah memiliki bayi?"
"Kami baru satu tahun menikah dan tidak terburu-buru"
"Uh, kau lulus S2 dalam 1 tahun? "
"Begitulah"
"Aku tidak bisa membayangkan betapa bangga orangtua dan juga suamimu" Ucap jessi yang oleh nicole hanya dibalas sebuah senyuman.
"Aku harus pergi, sampai jumpa"
"Tunggu, boleh kuminta nomor ponselmu"
"Oke" Jawab nicole lalu mendiktekan nomor telponnya lalu berpamitan.
