Hari berlalu, sudah seminggu Bintang di kelas 11. Tak banyak yang berubah, walau kebersamaan dengan anak-anak eks 10C sedikit berkurang karena kelasnya sudah terpisah-pisah.
Bintang masih jadi gadis pujaan para cowok di sekolahnya. Dan Dioz masih dengan kecuekannya namun memiliki medan magnet yang tak kalah kuat untuk menarik bidadari-bidadari sekolah.
Bintang dan Dioz masih belum mencair suasananya, masih hanya say hai selintas. Tapi cukup bagi mereka bahwa tidak ada permusuhan setelah putus.
"Eh Bi,gue ada berita hot. " ucap Dena ketika baru duduk di sebelah Bintang.
" Ah palingan beritanya lo dapet contekan fisika. "jawab Bintang.
" kalo itu si emang iya, tapi ada yang lebih hot lagi, lo kudu denger, tapi gue takut tar lo syok. " jelas Dena.
" Belibet banget sih lo jadi infotainment, cerita mah cerita aja kali. "sungut Bintang.
Kebiasaan si Dena nih, mau cerita aja kaya orang mau pidato. Terlalu banyak pembukaannya.
" mantan lo itu, si iceman kabarnya jadian ama Tiara. " ucap Dena akhirnya.
Bintang sedikit kaget. Akhirnya lo berhasil dapetin Dioz." batin Bintang, ada sedikit nyeri di relung hatinya. Tiara memang dari dulu juga naksir Dioz. Bahkan sewaktu di bangku SMP karena sewaktu SMP mereka satu sekolah. Sewaktu Bintang pacaran sama Dioz, Tiara terlihat tidak suka. Dia seolah-olah memusuhi Bintang. Aneh kan, padahal hak masing-masing orang kan menentukan tambatan hatinya. Tiara yang bossy, cantik, manja, sedikit freak.
" kok lo tau? Hoax gak ni? "tanya Bintang.
" A hundred percen real. "jawab Dena mantab.
" Dari sekian banyak murid cewek disini, kenapa harus Tiara sih. " sungut Bintang.
" Lo cemburu Bi? "tanya Dena polos.
Tiba-tiba '' plak!" Bintang memukul kepala Dena pelan. " aww! Sakit tau!" omel Dena sambil mengusap kepalanya. Padahal mukulnya pelan banget, dasar hiperbolis banget cewek satu ini.
" Ngaco lo, sorry ye pake cemburu segala. Cuma kan lo tau Tiara gimana kalo sama gue, makin menjadi deh tu anak. "jelas Bintang.
" Jadi tu jadiannya pas liburan kemaren Bi katanya, and yang nembak tu si Tiara, dia kan tau elo udah putus. Makin getol deh tu dia deketin Dioz. " jelas Dena.
" Tapi gue heran, Dioz kok mau si sama si nenek lampir ini. Ajaib. Jangan-jangan Dioz di guna-guna Bi. " cerocos Dena.
" Banyak nonton sinetron si lo, pikirannya mpe kesitu-situ. Ya kali aja Dioz merasa cocok sama Tiara bisa jadi kan. " ucap Bintang berusaha menutupi kegundahannya. Bahwa dengan kabar ini, Dioz sudah melupakannya.
" Ah naif lo,muke lo tuh gak bisa bohong, lo sedih kan? " tanya Dena.
" Bukan sedih, tapi gue kaget aja. Ternyata segitu doang, gampang banget cowok kaya dia nyerah sama cewek yang dulu sudah ditolaknya mentah-mentah dan memilih gue. Fix dia emang jerk! Omel Bintang.
"siapa yang jerk? " terdengar suara Dioz tiba-tiba.
Spontan Bintang dan Dena terdiam sambil salah tingkah.
" Eh.. Engga ini yoz, si Bintang tadi habis ketemu cowok rese dijalan. Digodain dianya, elo sih kagak jagain hehe. " ucap Dena asal sambil nyengir dan langsung mendapat pelototan Bintang.
Dioz memandang Bintang sekilas dan hanya tertawa tipis sekali, hampir tidak terlihat deretan giginya. Bintang membuang pandang.
" Bener Bi? Ada yang ganggu kamu? "tanya Dioz lebih serius.
" Ah paling orang iseng, gak kenal juga, bukan anak sini. " jawab Bintang bohong. Kalau jadi pemain sinetron dia dan Dena udah jago akting nih.
" Oh. Lain kali kalo kenapa-kenapa jangan sungkan minta tolong aku ya Bi. " ucap Dioz tegas namun lembut suaranya.
Bintang spontan mengangguk. Dia Spechless mendengar ucapan Dioz. Apalagi Dioz masih menggunakan kata aku bukan gue,padahal udah putus. Dioz lalu berlalu dari hadapan Bintang. Mungkin mau menemui Tiara sang pemilik baru hatinya.
Dena nyengir ke arah Bintang setelah kepergian Dioz.
"Ape lo? Turunan kuda lo ye. "sungut Bintang.
" sadis amat sih,eemmm.. Kalo feeling gue sih, Dioz masih cinta ama lo. "ucap Dena.
" Dia masih care sama lo, masih lembut ke elo. " jelas Dena.
Bintang menghela nafas." Entahlah Den, tapi ya lo tau sendiri dia yang mutusin gue. "
" Lo masih sayang gak sama dia? " tembak Dena.
" Ya masihlah dikit, namanya juga belom lama putusnya. Cuma ya gue nyantai sih, bukan jodoh brarti kan, cinta kan gak harus memiliki. " jawab Bintang.
" Salut gue sama lo, kalo misal gue yang sekelas ama mantan waah bisa tiap hari uring-uringan gue. " cerocos Dena.
" Elo kan bucin kaya pat kay. " ledek Bintang sambil tertawa.
"Sial lo." sungut Dena.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lovely Eks
Novela JuvenilJatuh cinta lagi sama mantan? Apalagi kalau tiap hari ketemu, seperti Bintang dan Dioz. Pasti bikin gagal move on. Tapi kalau diputusin pas lagi sayang-sayangnya, apa gak dendam tuh? Kira-kira bakal balikan lagi gak ya?? Sepertinya susah, apalagi...
