Happy Or Sad Ending?

188 3 0
                                        

Setelah subuh, Bintang dan Dioz berpamitan pada akung dan uti, mereka mau jalan-jalan.

"kung, ti.. Bintang ajak Dioz jalan-jalan dulu ya, mungkin pulangnya sore atau malam, karena mau ke kota juga. " pamit Bintang.

" ati-ati loh nduk, nanti kalo kemalaman mending kalian nginap di kosnya edo. " ucap akung.

" iya kung, pergi dulu ya. Assalamualaikum. "pamit Bintang sambil menyalami akung dan uti.

" pergi dulu ya kung, ti, mau di oleh-olehin apa nanti. "tawar Dioz.

" halah ndak usah repot le, yang penting kalian pulang dengan selamat, uti udah seneng. "jawab uti.

" siap uti,mari..assalamualaikum. "lanjut Dioz.

" wa'allaikumsalam. "jawab akung dan uti berbarengan.

Mereka naik motor milik damar, sepupu jauh Bintang. Sebenarnya di rumah akung juga ada mobil, tapi Dioz tidak mau, dia bilang kurang romantis kalau naik mobil. Dasar anak muda jaman sekarang.

Mereka tiba di tempat wisata bernama Kebun buah mangunan. Karena ini hari minggu jadi sudah mulai ramai para pengunjung.

Bintang mengajak Dioz ke bagian yang agak samping, karena disitu belum begitu ramai.

Dioz terkesima melihat pemandangan didepan matanya. Heaven on earth, batinnya.

Hamparan kabut putih luas seperti awan terbentang sejauh mata memandang. Bagai negeri diatas awan.

"Dioz, fotoin dong, bengong aja sih." ucap Bintang membuat Dioz sedikit kaget.

Dioz mengeluarkan ponselnya. Lalu mulai mencari angle yang tepat. Dengan adanya Bintang disitu makin menambah indahnya pemandangan pagi itu.

Mereka lalu berselfie ria. Saling komen dan meledek setelah melihat hasil foto-fotonya.

Dioz memandang ke sekeliling, mengagumi lukisan maha karya Sang Pencipta. Dan tentu juga mengagumi salah satu ciptaan Tuhan yang mungkin akan ditakdirkan untuknya. Kenapa mungkin? Karena Bintang belum memberikan jawabannya.

Perlahan sang surya mulai muncul dari peraduannya, memancarkan cahaya kuning ke emasan. Setelah puas menikmati keindahan mangunan. Bintang mengajak Dioz untuk turun ke kota. Yaitu Yogyakarta istimewa.

Mereka membelah jalanan imogiri, yang kanan kirinya hutan dan jurang. Menikmati semilir angin pagi yang berhembus.

Sekitar jam 8 pagi mereka tiba di Jogja. Mereka memutuskan untuk mencari sarapan. Mereka ke arah jl wijilan untuk membeli gudeg.

Wijilan adalah sentra gudeg di Jogja. Mereka memasuki salah satu warung gudeg di sana.

" enak ya kalo makan langsung ditempatnya, di jogja. Lebih terasa gimana gitu. " ucap Dioz.

" habis ini kita mau kemana? "tanya Bintang.

" lah kok nanya aku, kan aku tamu disini, mana aku tau daerah sini Bi. " jawab Dioz.

" okedeh, kalo gitu kita ke kraton ya, mumpung deket dari sini. Lanjut Bintang.

Dioz hanya mengangguk karena mulutnya masih penuh dengan gudeg. Kemanapun asal bareng kamu Bi, batin Dioz, gombal.

Setelah selesai sarapan mereka melanjutkan perjalanan ke kraton, taman sari dan malioboro.

Di malioboro mereka duduk-duduk di pendestrian sambil makan es krim cone mcd. Sesekali ngobrol dan bercanda. Bintang sangat bahagia. Gak nyangka bisa liburan berdua tanpa direncana bareng Dioz. Begitu juga Dioz, dia tak ingin terburu-buru menanyakan kembali jawaban Bintang. Takut merusak suasana yang hangat dan akrab ini. Dioz menikmati setiap detik kebersamaannya bersama Bintang. Mungkin saja bisa jadi yang terakhir kalau Bintang ternyata tidak mau menerimanya kembali.

My Lovely EksTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang