"Biarkanlah senyum ini melekung indah sebelum senyum ini pudar karena 'luka' "
............
Starla melirik jam tangan yang berada dipergelangan tangannya. Sudah satu jam ia berdiri di depan gerbang sekolahnya, gadis itu menunggu Faris yang katanya akan menjemputnya.
"Ck si kutub mana sih? Lama amat jemputnya" Ketus Starla untuk kesekian kalinya. Pada akhirnya gadis itu memilih untuk berjalan kaki. Mana tau ia bertemu dengan Faris dijalan, pikirnya.
Dengan langkah gontai, Starla berjalan seraya memainkan handphone-nya, ia terus menerus mengirimkan surel ke Faris melalui salah satu aplikasi sosmed.
"Njing diread" umpat Starla,dan seketika handphone-nya lowbat.
"Arghh duit gue habis, si kutub malah nggak jemput gue!" ucapnya. Salah satu pilihan untuk dia sampai kerumahnya adalah jalan kaki.
"Kutub taii! Kalo nggak mau jemput tuh bilang jadi gue bisa nebeng Riana!!" omel Starla.
"Ck punya pacar gini amat sih! Hanya karena gue pacar 'balas budi' gue diginiin!!"
"Gue nggak terima! gue harus demo nih!" omel gadis itu tiada henti.
"Yaelah baterai hp gue a--hmmpp" ucap Starla terpotong saat sebuah tangan besar menutup mulutnya.
Plak!
Sakit anjir!
.........
"Sat, starla ngirim pesan" ucap Fahri seraya melihat handphone Faris yang terus berbunyi karena ada notifikasi masuk.
"Dia minta jemput kali"
"Lo jemput Starla sana"
"Lah kok gue? Bangunin Faris sana biar dia yang jemput"
"Ogeb lo,Faris abis mabuk lo suruh jemput Starla, gila lo"
"Ck ya,gue yang jemput, puas lo" ketus Satria, sebenarnya ia sangat ingin mencelupkan Fahri ke laut,dengan seenaknya ia menyuruhnya, sungguh sahabat laknat.
Satria membawa mobil Faris dengan kecepatan standar. Sungguh Satria ingin mengetahui seberapa kaya kah sahabatnya itu sampai-sampai sahabatnya itu mempunyai garasi khusus untuk sepuluh mobil mewah yang pasti harganya sangat mahal. Tentunya Satria melihat koleksi mobil Faris saat ia pergi kerumah Faris untuk mengambil mobilnya.
Sesampainya Satria disana, ia tidak menemukan keberadaan Starla dimanapun. Ia sudah mencari di seluruh kawasan yang berada didekat sekolah, tetapi hasilnya nihil tidak ada Starla dimana-mana.
"Lo dimana sih"
Dengan kekhawatirannya, ia menaiki mobil Faris dan melajukannya menuju rumah Starla, oh ya ia tidak tahu alamat rumah Starla. Bagaimana ini? Bisa habis ia ditangan Faris kalau sahabatnya itu mengetahuinya.
"Ck" decak Satria kesal seraya membanting stir-nya.
Satria mengendarai mobil Faris seraya sesekali melirik ke luar mobil. Tunggu, bukankah itu Starla yang ia lihat. Bisa dilihatnya Starla sedang berkelahi dengan seseorang yang menggunakan topeng.Remaja itu pun menghentikan mobilnya.
"STARLAA" Teriak Satria saat melihat Starla yang terkena serangan orang itu. Starla refleks menoleh ke sumber suara, dan keadaan itu dimanfaatkan oleh orang itu.
Bugh
"Starla!!" ucap Satria berlari ke arah Starla yang terjatuh, Satria pun membantu Starla berdiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Starla
Novela JuvenilJudul awal: Strong girl [Open Pre-order] Starla Khayla Hardikusuma. Nama yang indah, namun tidak dengan hidupnya. Gadis remaja itu harus mengalami pahitnya hidup di saat remaja seumurannya masih memikirkan masalah sekolah. Dia selalu diabaikan, diac...
