SG-25

10.9K 451 10
                                        

"Akhirnya,perlahan-lahan semua orang akan menjauhiku dan meninggalkanku di kesepian ini"

..........

"Hiks...t-tolong ber-berhenti" ucapan Chelsea terbata-bata dengan lirih nyaris tak terdengar.Gadis itu menggigit bibirnya menahan rasa sakit dibagian punggungnya,sebenarnya ia bisa melawan hanya saja ia memilih pasrah.Percuma saja ia melawan pada akhirnya ia juga kalah.

Seorang wanita terus menginjak punggungnya dengan kuat,wanita itu bahkan memasang wajah datarnya yang seharusnya menampilkan wajah polosnya yang selalu ia tampilkan.

Chelsea meringis seraya sesegukan ketika wanita itu semakin menekan punggungnya dengan kakinya itu.Wanita yang ia sangka adalah wanita pengecut dan polos kini berubah layaknya monster yang haus darah.

"Dasar jalang! Karena lo persahabatan gue hancur!" desis wanita itu,wajahnya kini memerah karena amarahnya.

Lalu,wanita itu memindahkan kakinya ke lantai sekarang.Dengan angkuhnya ia menatap Chelsea dengan tatapan menjijikan.

"Berdiri!" wanita itu berucap dengan dinginnya.Badan Chelsea bergetar karena rasa takutnya dan rasa sakit yang ia derita.

"M-maaf...,maafin gue"

Wanita itu menyorot tajam ke Chelsea,ia sangat muak dengan perkataan maaf yang keluar dari mulut Chelsea.

"GUE MINTA MAAF SAMA LO CARAMEL!!" teriak Chelsea,sedari tadi Caramel hanya diam,tak mengubris permintaan maafnya.

Plak!

"Beraninya lo JALANG!"

Chelsea tersungkur,lalu menangis lagi.Ia tak menyangka bahwa wanita didepannya ini yang ia anggap lemah ternyata adalah monster yang mengerikan,ternyata monster dalam dirinya tersembunyi di wajah polosnya.

Caramel menjongkok,lalu memegang dagu Chelsea dan menekannya dengan kukunya.

"Lo tau seberapa payah gue ngebuat rencana ini?"

Chelsea diam,ia merasakan sakit dibagian dagunya,pasti sudah berdarah.

"RENCANA GUE GAGAL KARENA LO SIALAN!" teriak Caramel didepan Chelsea yang kini terisak.Ia menatap takut sosok didepannya ini,tapi tak bisa dipungkiri kini rasa penasaran mendominasi rasa takutnya.

'Rencana apa?'

..........

Setelah menangis dalam diam dikantin,kini Starla sedang menatap pantulan dirinya sendiri di cermin wastafel.Starla menghela napas saat melihat matanya bengkak akibat dari tangisnya yang terlalu lama.

Lalu,ia mencuci mukanya agar terlihat lebih fresh dan memoleskan bedak bayi yang ia bawa tadi.Gadis itu membalikkan badannya kala mendengar derap kaki yang mendekatinya.

"Star,Amel disini nggak?" tanya seseorang yang ia kenal,Riana.

Starla menggelengkan kepalanya seraya melanjutkan aktivitasnya tadi,memoleskan bedak.Riana menghembuskan nafas lelah,ia sudah mencari ke setiap tempat tapi Caramel belum juga ditemukan.

"Ck dia selalu saja bikin gue khawatir" decak Riana seraya melihat pantulan Starla di cermin.

"Bangsat kayak dia nggak pantas dikhawatirin" ucap Starla dingin,Riana mendelik kesal mendengarnya.Pantas saja kan ia kesal karena sahabatnya menghina sahabatnya yang lain?

Melihat kekesalan Riana di cermin,Starla membalikkan badannya menyorot dingin pada sahabatnya.

"Lo jangan asal ngehina! Dia itu sahabat lo!"

"Sahabat? Haha Mana ada sahabat yang nikung sahabatnya sendiri!" Starla berucap tajam diselingi tawa mirisnya.Dan ya,ia merasakan luka dihatinya kembali menganga saat mengingat hal itu.

Mata coklatnya membulat,ia terkejut dengan hal yang diucapkan Starla.Ia menggeleng,menolak pernyataan Starla mengenai Caramel.Ia tak mempercayai perkataan Starla yang menyebutkan Caramel adalah penikung,hello mana ada cewe polos seperti Caramel menikung sahabatnya?

"Jangan asal nuduh,dia itu sahabat kita Star!"

"Gue nggak asal nuduh!"

"Mana?! Mana buktinya kalo Amel nikung lo?" ucap Riana dengan menatapnya tajam,Starla tersenyum tipis.

"Gue lihat sendiri,dia meluk Faris!"

"Cuman peluk kan? Pasti ada alasan lain makanya Amel meluk pacar lo!" ucap Riana bersikukuh bahwa Caramel tidak melakukan hal seperti itu.

"Lo nggak percaya sama gue?" tanya Starla lirih tetapi wajahnya tetap datar dan dingin.

"Nggak,mana ada orang yang percaya kalo cewe polos kayak Amel adalah penikung?"

"Bisa saja kan dia memasang muka polos untuk menyembunyikan kebusukannya?" ucap Starla membuat Riana marah,secara tidak sadar ia membalas ucapan Starla dengan mulut pedasnya.

"Lo hanya pacar balas budi,sekarang juga balas budi lo udah selesai,jadi jangan terlalu mengharap Faris akan selamanya bersama lo.Wajar kan Faris mencari cewe yang polos dan baik kayak Amel? Nggak kayak lo,yang selalu menjelekan orang tanpa bukti" ucapan tajam Riana menohok hati Starla,bahkan mata gadis itu berkaca-kaca.Ia marah,sedih,kecewa dengan semua orang yang dekat dengannya yang selalu menyalahkannya,menuduhnya,bahkan menyakitinya.

Bugh! Prang!

Starla meluapkan segala kesedihan dan kemarahannya pada cermin diwastafel itu.Darah mengalir dikepalan tangannya akibat dari kaca yang pecah itu.Riana refleks menjauh untuk menghindari pecahan kaca,ia menatap Starla datar padahal ia sedang ketakutan saat ini.

"Apa salahnya gue cemburu? Gue cemburuan karena gue takut orang yang gue sayang kembali direbut!"

"Lo dan semua orang hanya melihat gue dari sisi buruknya! Gue benci! Gue benci hidup gue! Benci diri gue sendiri! Benci kalian semua!"

Starla berteriak mencurahkan segalanya.Karena telanjur marah,Riana meninggalkan Starla yang layaknya orang gila.Dan bisa dikatakan,ia kembali terpuruk karena hal ini.

"Hiks...gue butuh dukungan...bukan cibiran kalian...hiks" Starla terisak lagi untuk kesekian kalinya pada hari ini.Semua orang pada akhirnya meninggalkannya,ia sendirian,kesepian.

Starla merosot jatuh terduduk,menekuk lututnya lalu menenggelamkan kepalanya diantara kakinya.

...........

"Anjing lo" untuk sekian kalinya Riana mengumpat kepada Starla,walau tidak didengar oleh sahabatnya itu.

Kini,Riana sedang berada dikelasnya yang sangat bising.Apalagi sekarang jam istirahat,pasti semua orang yang berada dikelas mengobrol tanpa henti.

Setelah mengomel tanpa henti,Riana tanpa sengaja melihat kearah pintu.Gadis itu menatap sendu pada dua orang yang berada didepan pintu kelasnya.Apa yang dikatakan Starla itu benar?

Riana melihatnya,melihat sendiri bahwa Caramel sedang bersama Faris,kedua orang itu bahkan tertawa bersama.Faris yang dikenal dingin kepada semua wanita,kini mampu tertawa dan tersenyum lebar karena Caramel.

Riana menyadari,Starla tidak berbohong.Dengan cepat,Riana berlari melewati kedua orang itu.Ia menghiraukan sapaan Caramel dan fokus berlari.lalu berhenti didepan toilet tempat ia beradu argumen dengan Starla.

Gadis berambut sebahu itu pun menghela nafas kala tak melihat keberadaan Starla lagi disana.Ia menyesal telah mengatakan kalimat yang pasti membuat Starla sakit hati,dan bisa dipastikan persahabatannya hancur.

Tak terasa,air matanya menetes bersama perasaan penyesalan yang membuncah dihatinya.Ia menunduk seraya meremas ujung seragam sekolahnya.

"Hah...Lagi-lagi gue bikin lo terpuruk"

______________________

Ada yang nunggu??
Kayaknya nggak ada😐

Jangan lupa vote⭐,komen🐾,dan follow akun ini❤.

See you💕

StarlaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang