"Kebahagiaan bukan hanya soal materi, tapi juga soal cinta dan kasih sayang"
.........
"Jangan-jangan itu..." ucap Fahri gantung. "Dia" lanjutnya.
Cklek!!
Rahang Faris mengeras ketika ia melihat seseorang yang dibencinya sekaligus yang dirindukannya.
"Faris..." suara itu, suara lembut yang memanggilnya itu sangat ia rindukan. Jika Faris tidak membenci wanita itu, mungkin ia sudah memeluk wanita itu dengan erat.
"Berhenti!!" bentak Faris ketika wanita itu melangkahkan kakinya menuju Faris. Wanita itu pun menghentikan langkahnya dan menatap Faris dengan tatapan memohon, seakan-akan memohon untuk memperbolehkan dirinya memeluk Faris.
"Pergi!!" bentak Faris lagi, laki-laki itu masih setia menatap wanita itu dengan tatapan tajam bak elangnya itu, sedangkan wanita itu tidak mempedulikan tatapan Faris.
"Sayang.... Dengari---"
"Gue bilang per.gi!" bentak Faris menekan kata 'pergi, dengan keberaniannya wanita itu melangkahkan kakinya menuju Faris.
"Tapi...aris m-eh saya rindu" ucap wanita itu lirih, jujur saja ia sangat merindukan laki-laki itu, sungguh ia merasa sangat bodoh karena sudah melakukan kesalahan yang berakibat fatal seperti ini.
"Pergi!!"
"Tap--"
"PERGI!!!" teriak Faris murka, laki-laki itu sangat takut jika pertahanan yang dia buat susah payah menjadi runtuh karena wanita ini.
"Sebaiknya lo pergi sebelum Faris tambah murka" Ucap Fahri dingin, wanita itu semakin melangkah mendekati Faris, dan kini ia sudah berada dihadapan Faris.
"PER--"
"Tolong sebentar aja" mohon wanita itu seraya mendaratkan tangannya di rahang Faris yang kokoh. kemudian wanita itu memeluk Faris dengan erat seraya membisikan sebuah kalimat yang membuat Faris mematung.
Wanita itu melerai pelukan mereka dan menatap Faris dengan tatapan rindu yang sangat mendalam.
"Sampai jumpa"
"A..aris" wanita itu meneteskan air matanya, ia berjanji kepada dirinya sendiri bahwa ia akan kembali lagi bersama laki-laki yang sangat ia sayangi.
Wanita itu pun pergi menyisakan dua lelaki yang masih menatap kepergiannya. Lalu Faris mengusap wajahnya kasar seraya mendengus, hampir saja pertahanannya runtuh karena wanita itu, bahkan Faris telah meneteskan satu air mata.
"Ris?"
Laki-laki itu menolehkan kepalanya seraya menatap Fahri datar.
"Lo nggak mau maafin dia?" tanya Fahri pelan, mungkin setelah ini Faris akan kembali datar ke semua orang.
"Nggak!" tolak Faris tegas, tapi tatapan matanya seakan ragu dengan penolakannya, Fahri bisa lihat itu.
"Sebaiknya lo pikirin deh" saran Fahri lalu ia meninggalkan sahabatnya itu sendiri, mungkin Faris butuh waktu untuk memaafkan wanita itu,pikirnya.
"Gue balik" Ucap Fahri seraya menutup pintu kamar Faris, sedangkan lelaki itu hanya menatap Fahri datar.
..........
"Thanks jemputannya" ucap Starla seraya tersenyum kecil.
"Iya, gue balik dulu" Satria melajukan mobilnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Starla
TienerfictieJudul awal: Strong girl [Open Pre-order] Starla Khayla Hardikusuma. Nama yang indah, namun tidak dengan hidupnya. Gadis remaja itu harus mengalami pahitnya hidup di saat remaja seumurannya masih memikirkan masalah sekolah. Dia selalu diabaikan, diac...
