Fight_13

4.3K 621 43
                                        

Enjoy!!

Liquid bening itu mengalir bersamaan kepergian Jaemin, sesak sekali hatinya, selama ini. Renjun kira hanya dia yang menderita.

Ternyata Jaemin pun sama

**

Jeno tampak uring-uringan setelah menyadari ada yang berbeda dari sosok Renjun, menurutnya Renjun aneh dan mulai menjauh, tidak masalah kalau dia menjauhi Jeno lalu pergi bersama temanya, tapi disini, Renjun lebih sering bertemu Haechan, bisa dibilang Haechan itu teman Jaemin.

Wajah frustasi itu tampak jelas, teman-temanya pun menyadari itu. Namun, mereka memilih membiarkan Jeno memikirkan masalahnya toh mau ngasih saran pun tidak bakal di dengerin.

" ayo Renjun!" seru Jeno sambil menarik pergelangan tanganya.

Beberapa kali Renjun mencoba menepis cengkraman tangan Jeno, tapi usahanya tampak nihil, tenaganya tidak sebanding, bahkan dari proporsi tubuh pun sudah nampak jelas sekali.

Haechan membeku tidak tau harus berbuat apa, perlakuan Jeno itu membuat keributan, penghuni kantin tampak penasaran menatap kearah mereka.

" lepasin" rengek Renjun lagi.

Tepisan keras yang entah munculnya dari mana itu berhasil membuat tangan Renjun terbebas, semua orang beralih menatap pentolan satunya, seperti memberi kejutan.

" aku tidak punya urusan denganmu" dengus Jeno.

Jaemin terkekeh " jelas ada kalau itu menyangkut Renjun"

" pergi sebelum aku gunain kekerasan" ancam Jeno

" kalau begitu lawan aku" tantang Jaemin

Jaemin.!

Semua penonton seperti terhipnotis mendengar perkataan yang menjurus pada menantang itu. Para penonton buru-buru memberi jalan saat dua orang ini melangkah keluar kantin, berpindah ke lapangan utama dimana tempat itu sangat strategis dan mudah di jangkau oleh para guru.

Usaha Renjun untuk menghentikan tidak berhasil. Jaemin bahkan mengabaikan rengekan Renjun.

Dari tepi, orang-orang yang punya kepentingan dengan Jeno maupun Jaemin terlihat cemas, bahkan Lucas dan Chenle juga muncul, ini akan jadi duel maut.

Jeno mengeram, rahangnya mengeras, tentu saja dia akan meladeni orang yang menantangnya, dia tidak akan membiarkan Jaemin lolos begitu saja. Jeno juga sudah muak melihat Renjun terus menderita karna cowok ini.

Melihat keributan yang semakin parah, Haechan semakin erat memegangi Renjun, begitu juga Jisung dan yang lain.

Tidak tega melihat Renjun yang akhirnya menangis.

Sementara di dalam lingkarang besar itu. Jeno ber smirk ria, " aku tidak akan segan"

Jaemin ikut bersmirk " itu yang aku harapkan"

" kamu tau kenapa aku membencimu selama ini?" tanya Jeno masih menunjukan wajah bengis.

Jaemin mengedikan bahu acuh

" karna aku menyukai dia, mungkin kamu tidak tau tapi aku muak mendengar namamu terus disebut, aku juga ingin menjadi orang pertama buat dia"

Jaemin terkekeh " kamu cemburu karna dia sering membicarakan aku?"

Bught

Satu bogeman mendarat di pipi kanan Jaemin, membuat cowok itu ambruk sesaat. Masih dengan senyuman itu Jaemin menghapus cairan merah dari sudut bibirnya lalu bangkit berdiri, kali ini gantian Jaemin meninju wajah Jeno tapi cowok itu tidak sampai terjungkal, tanpa ampun Jaemin maju lagi. di layangkan pukulan pukulan asal tidak perduli akan mendarat dimana tapi rasa kesal di dalam diri membuatnya buta.

Just Because [JaemRen]✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang