.
.
Baru saja sampai kelas, Lucas dan Chenle langsung mengerubungi bangku Jaemin, setelah bersusah payah, akhirnya Jaemin berhasil membujuk Chenle untuk memakai bangkunya selama mungkin, maksdnya tukar tempat duduk.
" bagaimana kemarin, kalian tidak berkelahi kan?" tanya Lucas
" kalau berkelahi yang melerai kakek kakek" timpal Chenle
Lucas tertawa " nanti nenek-neneknya pada bersorak"
" mereka pada ngejagoin Jaemin lah, Jeno mah apa" kata Yangyang
" wah pengen lihat Jaemin sama Jeno kelahi di depan kakek nenek" ini suara Kun
Jaemin mendesah mendengar lelucon dari teman temanya yang semakin lama semakin melebar dan tidak lucu sama sekali, tawa itu meledak di penjuru kelas.
Ditambah adegan Kun berperan sebagai kakek-kakek yang sedang melerai Lucas aka Jaemin dengan Chenle aka Jeno ribut sekali sampai tidak sadar ada musuh menyelinap masuk dan
Bugh
Satu orang ambruk, kelas itu berubah ramai, para cewek berteriak kemudian berlari keluar kelas, sementara anak cowok mencoba melerai si pentolan.
Jaemin pasrah ketika kerah seragamnya ditarik paksa, tangan kekar milik Jeno mengunci tubuh Jaemin pada loker di belakang, wah rasanya benar-benar menyakitkan, mungkin rahangnya retak bahkan sudah pecah sekarang.
" apa yang kamu lakukan hah" ucap Jeno dengan suara teredam, hanya Jaemin yang bisa mendengar suaranya.
Usaha anak-anak cowok di kelas seperti tidak berhasil untuk melerai, akhirnya menjadikan mereka sebagai objek tontonan.
" apa maksud mu" jawab Jaemin tak kalah pelan.
Jeno semakin kencang meremas kerah pakaian Jaemin " kau melukai Renjun"
Setelah mendengar satu nama itu baru lah Jaemin mencoba memberontak, tangan kirinya mencoba melepas cengkraman di kerah seragamnya, sementara tangan kanannya ia gunakan untuk meninju perut Jeno.
Sorak sorai kembali terdengar setelah Jaemin melayangkan satu bogeman yang mendarat di pipi Jeno, tak hanya itu ia menendang pinggang Jeno sampai ia rubuh ke lantai, tapi sorakan itu tiba-tiba berhenti saat Jaemin malah berlari keluar kelas, tentu saja dengan penampilan yang sangat mengenaskan.
Berlari menuju gedung Mipa, diikuti Chenle dan Lucas di belakangnya, sementara bala-bala Jeno muncul untuk membawa pemuda itu pergi.
Keduanya bertemu di belokan, wajah Renjun yang awalnya khawatir berubah sedih setelah melihat siapa gerangan yang berdiri di depanya dengan penampilan acak-acakan, isakan tipis itu mampu Jaemin dengar begitu pula dengan suara dentuman sepatu yang mulai mendekat.
" kau baik-baik saja?" tanyanya
Renjun menengadah, ditatapnya wajah Jaemin yang sedang menatapnya dengan senyum lebar seperti yang sering kalian lihat, cowok itu seperti melupakan rasa perih pada sudut bibirnya, padahal Renjun bisa merasakan betapa pedihnya itu.
" kamu tidak baik-baik saja kan, aku tau itu" Jaemin kembali membuka mulutnya, hal ini semakin membuat dada Renjun berteriak keras.
" sekeras apapun usahamu, aku tidak bisa memaafkanmu begitu saja"
Renjun pergi dari hadapan Jaemin, jauh 5 meter dibelakang Jaemin, Chenle dan Lucas saling pandang beberapa saat, kemudian menghampiri Jaemin yang masih membeku di tempatnya, keduanya merangkul pundak Jaemin tanpa tau harus berbuat apa.
" aku sering melukainya dulu, aku tidak berharap kalian akan terus seperti ini jika tau apa yang terjadi" kata Jaemin pelan.
" yaa~ kita kan teman" Chenle berucap sambil menggoyang-goyangkan badan Jaemin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Because [JaemRen]✅
FanfictionComplete // bxb Yang Jaemin lakukan di masa lalu itu sangat menyakitkan, menciptakan trauma tersendiri untuk Renjun. Membuat anak laki-laki itu tidak bisa memaafkan Jaemin begitu saja. Ini tentang Usaha Jaemin untuk mendapatkan maaf dari Renjun #15...
![Just Because [JaemRen]✅](https://img.wattpad.com/cover/196540818-64-k132548.jpg)