Naughty_2

10.2K 1.1K 15
                                        


__

Chenle menghentak kakinya kesal sembari mengikuti Jaemin pergi, habisnya di tanya tidak menjawab, malah melempar tatapan tajam setelah Chenle menanyakan siapa Renjun yang Jaemin gumamkan beberapa saat lalu.

Jika sudah seperti ini Chenle menyerah, membiarkan Jaemin melakukan hal yang dia suka asalkan masih dalam zona aman.

Kegundahan hati Chenle mereda saat Lucas masuk kelas, Chenle kira Lucas tidak datang mengingat bel masuk  sudah berbunyi sejak 5 menit yang lalu, untung saja Guru piket belum berjaga di depan.

" apa kabar?" tanya Lucas menanyakan kabar Chenle dari bangkunya. Posisinya, bangku Jaemin diantara bangku Chenle dan Lucas.

" baik lah" jawab Chenle riang tak lupa tawa lumba-lumbanya.

" hey bro" sapa Lucas pada Jaemin, tapi yang disapa terlihat ogah-ogahan.

" yo" jawabnya kelewat singkat. Kemudian melanjutkan kegiatanya.

Lucas mengirim sinyal pada Chenle seolah menanyakan keadaan Jaemin namun ia tidak mendapat jawaban.

Sampai di jam istirahat.

Jaemin dan kedua bala-bala kumpul santai di depan kelas, Chenle dan Lucas duduk di bangku sementara Jaemin berdiri sembari bersandar tiang pembatas, otaknya sedang mencari cara supaya dia bisa tau dimana kelas Renjun, walaupun begitu ia tidak yakin harus bertanya pada siapa.

" ku dengar ada anak baru?" pertanyaan Lucas membuat Jaemin menegakkan tubuhnya, pandanganya yang sempat berpendar kesana kemari, kini focus pada Lucas.

" ku dengar juga begitu" Jaemin yang menimpali, keduanya berganti menatap Jaemin " kelas apa dia"

Kemudian hening, tidak ada yang tau jawaban dari pertanyaan Jaemin barusan.

.

.

Jaemin berjalan sendirian menyusuri trotoar, tasnya ia cangklong sederhana, memang tidak niat membawa benda itu, kakinya melangkah menghapus jarak menuju rumah, biasanya dia bersepeda atau menggunakan bus, tapi hari ini dia ingin jalan sembari berfikir.

Akhirnya Jaemin memasuki komplek taman bermain, biasanya Jaemin akan mencari jalan yang sekiranya lebih dekat sejenis jalan tikus dan salah satunya melewati komplek taman bermain yang dialiri sungai di tengahnya.

Dia selalu menyempatkan diri untuk singgah sementara.

Remaja ini berdiri di depan pembatas jembatan, menghirup nafas dalam beberapa saat, bayangan wajah Renjun masih terlihat jelas di benaknya, setelah sekian lama akhirnya Jaemin bisa melihat wajahnya lagi.

" Woi!" Seru Jaemin saat pandanganya menangkap dua cowo berambut orange dan ungu saling baku hantam, cowok ini mendesis lalu berlari sekencang mungkin menuju ke sumber perkelahian, untung saja taman masih sepi.

Jaemin melerai keduanya, menyembunyikan Chenle di balik punggung, sementara tatapanya tertuju pada pemuda satunya yang terlihat tidak menyukai kedatangan Jaemin.

" minggir, aku tidak punya urusan dengan mu" katanya sembari mencoba menggapai Chenle di balik tubuh Jaemin, si Chenle memilih duduk di atas rumput sembari mengatur nafas.

" ku bilang berhenti tikus"

" jangan memanggilku tikus!" serunya

Jaemin terkekeh " wajahmu itu seperti tikus Jisung"

Jelas saja Jisung tidak terima, akhirnya Jaemin yang mendapat serangan, rambutnya dibuat acak-acakan begitu pula dengan bajunya yang nyaris koyak.

10 menit berlalu, Jaemin membaringkan tubuhnya lelah di atas rerumputan, diikuti Chenle beberapa saat kemudian.

Just Because [JaemRen]✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang