Enemy_09

5.3K 688 24
                                        

.

.

Baru saja Haechan mengadu karna sering melihat Jaemin dan Renjun bertengkar di koridor, kini pemandangan itu kembali terlihat, sebenarnya Haechan sedikit kesal dengan wajah masa bodoh Renjun, sementara pemuda satunya malah menunjukan wajah penuh harap.

Padahal usahanya selalu gagal tapi tidak penah menyerah, ya itulah Jaemin, ini mungkin permintaan ke 15 yang Jaemin lakukan di sekolah, entah sudah berapa kali jika diluar.

Haechan melihat itu dari sebalik tembok, berdiri di sana dengan menyenderkan punggungnya, kalau melihat wajah penuh harap milik Jaemin, Haechan jadi ingat apa yang terjadi ketika masih SMP dulu.

Wajah penuh harap dari seorang Na Jaemin supaya anak-anak cowok tidak membullynya, kalau diingat lagi nama Renjun sering sekali dia dengar saat SMp dulu, setiap kali Jaemin kena bully pasti ada  yang menyebut nama itu.

Entah apa maknanya, dan mereka yang membully Jaemin tidak lain adalah teman SD.

Dulu Jaemin pernah cerita tentang hal yang tidak masuk akal sih.

" Ngapain melamun disini?"

Pertanyaan itu membuat Haechan menoleh, Jaemin berdiri menunjukan wajah datar, sedetik kemudian Jaemin mundur dua langkah saat Haechan tiba-tiba maju dengan tegas.

" apa dia Renjun yang pernah kau ceritakan kepadaku?"

Jaemin merotasikan bola matanya, lalu mendorong bahu Haechan pelan, membuat punggung cowok itu menabrak tembok.

" dia yang membuat mu menjauhiku" Jaemin menjawab datar.

Haechan terkekeh kemudian menggaruk tengkuknya yang tak gatal " benar, dulu kita sahabatan kan?"

Pemuda satunya berdecih " sahabat kepala mu"

" tapi kan aku sudah minta maaf, buktinya aku sekolah disini, ini itu tanda keseriusan atas ucapan ku waktu itu, kamu tidak ingin memaafkan ku" elak Haechan disertai wajah memelas

" makan tu kata maaf"

Haechan mendengus setelah Jaemin pergi, bukanya ikut pergi dia malah duduk di tempat semula sembari memeluk lutut.

Ingatan remaja ini pergi ke masa itu, ketika mereka masih SMp, keduanya dekat karna sering kena bully, sama sama kena bully dan itu menjadi makanan sehari-hari.

Seiring berjalannya waktu dia mulai menyadari jika perlahan orang yang sering membully-nya perlahan juga menjauh, intensitas bully yang Haechan terima tidak seperti dulu, anehnya Jaemin menjadi sasaran Bully-an paling empuk.

Saat itu Haechan tidak tau apa yang terjadi, kenapa mereka berhenti membully-nya tanpa alasan. Karna itu juga, Haechan harus melihat Jaemin mengaduh kesakitan.

Suatu ketika Haechan bertanya siapa Renjun itu, sebenarnya siapa Renjun, akhirnya Jaemin terpaksa bercerita, anak itu menceritakan semuanya, hal itu sedikit membuat Haechan kecewa dan mulai menjauhinya, sebenarnya dia menjauhi Jaemin ada satu alasan.

Yap! Haechan menerima tawaran dari Jeno, dia akan memberi uang saku jika Haechan mau menjauhi Jaemin, dan Haechan melakukan itu semua.

Sampai akhirnya Haechan tau, ada hal besar yang Jaemin lakukan untuknya tapi ia tidak pernah menyadarinya, Jaemin yang membuat orang orang berhenti membuly Haechan dan membiarkan hanya dia yang terbully.

Bodoh memang.

Tapi itu dulu, sekarang Jaemin berkuasa di sini.

.

.

Selepas bel pulang berbunyi Jaemin langsung merapikan perlengkapanya, tidak ada harapan lagi dengan kedua temanya yang sudah lebih dulu keluar kelas, ini karna Jaemin harus pergi ke tempat magang, dua kali lagi dan setelah itu Jaemin akan terbebas dari hukuman ini.

Just Because [JaemRen]✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang