Enjoy!!
.
.
Walaupun begitu dada Irene bergemuruh hebat, Jaemin memang baik-baik saja tapi tidak tau kapan dia akan membuka mata.
.
.
Berita itu telah menyebar seperti hujan. Tapi tidak ada yang tau kalau Jaemin koma karna menolong Renjun. Di tempat biasa Renjun duduk sembari bersandar dinding, di sebelahnya ada Haechan yang terdiam di dalam fikiranya sendiri, beberapa kali terlihat meremas jemari tangan yang terasa dingin, dia tidak terlalu perduli apa yang Renjun pikirkan atau apa yang sedang ia gumam kan, cowok ini lebih fokus pada diri sendiri, menahan amarah yang meminta pelampiasan.
Entah kenapa Haechan benci melihat fakta di depanya, benci mengetahui alasan kenapa Jaemin bisa koma.
Dia kesal karna Renjun Jaemin harus terbujur Lemas di atas brankar.
" aku akan pergi sekarang Haechan" kata Renjun akhirnya, remaja itu kemudian berdiri
Haechan menoleh " pergi lah, ini memang sudah saatnya kamu pergi"
Renjun menatap Haechan sendu, sampai akhirnya cowok itu juga berdiri.
" jangan temui aku lagi Renjun"
" kenapa?" tanya Renjun tidak mengerti.
Bught
Tubuh Renjun terpental setelah bogeman itu mendarat pada pipi kananya. Haechan hanya kesal.
" entah kenapa kamu membuat ku kesal Renjun, kesal sekali sampai aku ingin meremukan seluruh tulang-tulang mu" Haechan menarik kerah seragam Renjun kuat-kuat " kamu egois, aku sangat membencimu"
Bught
Bogeman itu kembali Renjun terima.
Haechan melepas cengkraman di kerah seragam " kenapa? kenapa setelah sejauh ini kamu lakukan itu dan melukai Jaemin, apa penebusan itu tidak cukup?! Kamu ingin melihat lebih dari itu, apa kamu ingin melihat Jaemin mati baru kamu benar-benar memaafkan dia. Begitu!" teriak Haechan dengan nafas memburu
Kepala Renjun menggeleng cepat " tidak Haechan, aku tidak bermaksud melakukan itu"
" lalu, lalu untuk apa kamu berdiri di tengah jalan huh, kamu ingin bunuh diri?"
Haechan mengatupkan bibirnya rapat-rapat tanganya mengepal, kuat membuat buku-,buku jarinya memutih.
Renjun tidak mampu menjawab perkataan itu, pikirannya malah melayang jauh ke kejadian malam itu, ya Renjun akui dia memang bodoh dan gila.
"Haechan HENTIKAN"
Ia menoleh ke sumber suara, " jangan temui aku sebelum Jaemin sadar dari koma"
Jeno berjalan menuju keduanya, namun Haechan menghiraukan itu dengan berjalan berlawanan arah, melewatinya tanpa rasa takut.
Rasanya Haechan juga ingin menonjok muka Jeno sekali saja, tapi melihat wajah Jeno babak belur itu sedikit membuatnya tenang, siapapun dia yang sudah melakukan itu, terimakasih sekali.
Dan sekarang ada orang yang ingin Haechan datangi.
Pandangan keduanya sempat berpapasan beberapa detik, namun hanya smirk yang bisa Jeno tangkap dari wajah remaja itu, dan ya ini pertama kalinya Jeno melihat Haechan seberani ini.
Dua orang itu terlihat diam duduk di paseban, Lucas yang biasanya banyak bacot pun nampak bungkam, kedatangan Haechan langsung mendapat perhatian.
" jadi masih perduli?" tanya dia sinis kedua tangan terlipat di depan dada.
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Because [JaemRen]✅
FanficComplete // bxb Yang Jaemin lakukan di masa lalu itu sangat menyakitkan, menciptakan trauma tersendiri untuk Renjun. Membuat anak laki-laki itu tidak bisa memaafkan Jaemin begitu saja. Ini tentang Usaha Jaemin untuk mendapatkan maaf dari Renjun #15...
![Just Because [JaemRen]✅](https://img.wattpad.com/cover/196540818-64-k132548.jpg)