empat

64 21 0
                                    

Temukan seseorang yang mampu membuatmu sesak karena tertawa.. bukan sesak karena air mata.
~AadaraP~
_______☆___

DavaPov

Setelah ia terbangun dan terburu-buru karena dia pasti akan dimarahi oleh ibunya nanti jika belum juga mengganti seragamnya setelah ia tdi terburu dan hendak melepas sepatunya sepatunya aku masih tetap setia melihatnya.

Andai saja aku masih hidup pasti aku langsung bawa pulang untuk ku jadikan istri meskipun ia masih sekolah lagi pula kita cuma beda 3 tahun kan

Tak lepas aku melihatnya dan senyumku juga tak lepas untuknya. Setelah selesai melepas sepatunya ia juga hendak melrpaskan seragam. Oh tidak apa yang dia lakukan! apakah dia tak ingat bahwa aku masih disini. Apa yang aku lakukan apakah aku menghilang atau malah sebaliknya!.

AnnlinePov.

Aku menatapnya tajam."kenapa kau tidak bilang jika kau masih saja disini!"tanyaku geram disertai dengan kekehan yang kudapat darinya.

"Kau kan sudah tau jika aku memang masih disini...kenapa gak dilanjutin?"aku yang mengerti arah pembicaraannya pun menggeram kesal.

"Dasar hantu mesum!"dava terkekeh.

***

Hari ini adalah hari kedua aku bersekolah disini. Aku yang kini berangkat sedikit pagi karena hari ini adalah jadwal piket dan setiap hari disekolah lamaku juga aku lakukan dengan berangkat pagi jikalau ada tugas ataupun apa yang perlu dikerjakan... jika tadi disekolah lamaku itu berangkat pagi dan akan ada sedikit banyak siswi yang berangkat tapi malah sebaliknya disekolah barunya ini terlihat tidak ada seorang pun kecuali dirinya disini.

Apakah sekolah ini kurang mengajarkan muridnya untuk berangkat lebih pagi dan gurupun hanya paling beberapa orang yang datang apakah aku yang malah terlalu pagi?.

AuthorPov

Ketika annaline sedang menyapu didalam kelasnya angin berhembus membuat bulu kuduknya meremang dan ia merasakan keberadaan seseorang yang berdiri dibelakang dengan cepat ia pun melihat kebelakang namun tidak ada apa-apa disana.

Tanpa ia ketahui sosok yang ditutupi jubah itu menatap lurus kearahnya dengan senyum misterius miliknya. Seketika angin berhembus.

Wush

"Annaline kau salah besar jika sudah bersekolah disini dan itu berarti mengantarkan nyawamu sendiri!"

Angin berhembus itu membuat annaline sedikit bergidik. Tapi ia hanya mengacuhkannya.

Tak terasa kini siswa dan siswi mulai berdatangan dan bel pun mulai berbunyi pertanda bahwa jam pelajaran akan segera dimulai.

Pelajaran pertama dan kedua sudah selesai pergantian jam yang kini sudah memasuki jam ke tiga tapi guru yang mengajar belum datang-datang juga sampai...

"Woy jamkos woy" teriak rio sang ketua kelas semua seisi kelas berteriak senang. Yah kecuali dia yang tanpa ada eskpresi yang dia munculkan yaitu diam tak mengindahkan pernyataan yang dilontarkan oleh sang ketua kelas dan susana ramai yang ada disekitarnya. Yah siapa lagi kalau bukan si es kutub raynand!.

Kalo misalkan raynand jadi ketua kelas nanti kelas kaya apa yah coba. Kayaknya kelas nanti bakal semerawut..karna ketua kelasnya yang acuh tak acuh apa yang mereka lakuin seolah gak ada apa-apa. Hhh kayaknya seru juga tuh. Boleh dicoba nanti. Batinnya berkata dan diselingi dengan kekehan.

Hm kenapa ada orang yang mukanya dingin kayak es kutub gitu yah.heran.

AnnalinePov

Eh kok aku liatin dia terus yah seperti ada perasaan kenapa dia selalu dingin gitu apa mungkin...karena dia ganteng yah isshh bukan ah bukan itu!.

Entah kenapa aku malah menarik bibirku sehingga tersenyum kearahnya dan membentuk lesung pipi disebelah kananku.

"Woy na!"tasya menggebrak meja yang membuatku tersentak kaget.

"Paan sih sya"

"Hayoh...ketauan yang lagi liatin raynand nih" ujar tasya menggoda.

"Eng..gak siapa lagi yang liatin cowok es itu" aduh kenapa mesti gagap sih jawabnya udah kaya ajis gagap aja loh.

Aku masih melihatnya dan ketika raynand keluar dari kelas ada aura yang menarikku untuk mengikutinya. Aku tidak mendengarkan ocehan-ocehan tasya yang masih menggodaku.

"Sal sya aku ketoilet dulu yah"

"Mau temenin gak na?"tawar salsa.

"Tumben lo nawarin biasanya juga lo itu sibuk sama handpone main free fire dan gak bisa diganggu"ujar tasya sedikit menyindir.

"Nah tuh bener kata tasya"kataku sedikit terkekeh.

"Yah kalian mah gitu am.."tanpa meperdulikan mereka yang masih berceloteh aku langsung memotongnya karena takut raynand sudah pergi jauh dan aku tak dapat mengejarnya.

"Auah kalian lama aku sendirian aja!" Dan bergegas untuk mengikuti arah pergi pria es itu yang sedikit aneh seperti terburu-buru.

Apa karena dia kebelet pipis yah?.auah aku tetep ikutin dia.

"Heii na gak ditemenin tah kan lo belum tau toilet dimana" cerca salsa dan aku tak menggubrisnya.

"Iya bener sal dia belum tau kalo kesasar kan ribet ini sekolah luas banget"

"Ayo kita cari dia  sampe ketemu sya" tasya pun mengangguk.

______♡___

BERSAMBUNG..

The Dream Of A INDIGOTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang