____☆__
Suasana diruang tamu kini sedang hening sejenak.
"Gimana kalau kita kerumah wanita itu?"tanya salsa.
"Dodol kan kak devan bilang dia udah kesana tapi ngak ada gimana sih lo!"ujar tasya kesal.
"Emang siapa nama wanita itu bang?terus apa dia udah lulus dari sekolah kita?"tanya anna penasaran.
"Owh namanya itu lusiyana, dia udah lulus 2 tahun yang lalu. Dek lo pindah sekolah aja deh jangan disana kayaknya bahaya deh...nanti kalau lo dibunuh sama jahid gimana?"ia terdiam.
"Bagaimanapun aku pergi, jahid pasti akan tetap membalaskan dendamnya.dan satu-satunya cara hanyalah meluruskan semua kesalah pahaman ini!".
Devan berdiri "tapi dek itu semua salah gue!jadi kalian ngak usah melanjutkan penyelidikan kalian, atau nanti bisa jadi kalian yang akan celaka!"
Anna pun ikut berdiri"ngak bang aku ngak setuju kalau abang mau nyelesain ini sendiri!"
Tasya dan salsa ikut berdiri"iyah benar kita ngak akan biarin kak devan sendirian!"
"Kalian yakin?"
"Yah kami yakin"jawab anna, tasya, dan salsa bersamaan.
Bunga yang mengantarkan minum tersenyum melihat mereka yang terlihat sangat senang meskipun ia juga tidak tahu apa yang mereka bicarakan tadi.
"Aduh jadi keinget masa sekolah jadinya"bunga menatap mereka.
"Ishh mamah apaan sih kadang ngak inget umur"devan menjawab.
Anna meninju lengan devan"Abang jangan gitu dong ngomong sama mamah!"
"Ah iya mah maafin devan"ucap devan sembari cengegesan.
Bunga terkekeh geli"iyah ngak papa"
"Tante repot-repot banget bawain minuman segala jadi ngak enak"salsa meraih gelasnya dan langsung meminumnya.
"Yaelah katanya ngak enak sama tante kok malah minum sampe abis gitu lo pegen minum atau dehidrasi!"ujar tasya yang melihat kelakuan sahabatnya hanya menggeleng.
"Tapi kalau ngak diminum kan mubazir jadinya"
"Duh kalian ini ada ada aja yah"bunga pun tertawa."yaudah tante kedapur lagi yah mau masak jengkol kesukaan mereka berdua"bunga menunjuk anna dan devan sebelum langsung berlari kedapur.
"MAMAHHHH!!!"teriak mereka bersamaan.
***
Sekarang tengah waktu istirahat.tapi mereka kini ada didalam kelas tanpa berniat untuk menuju kantin. Dikelas hanya ada mereka bertiga yang pastinya mereka tidak kekantin karna ada yang harus mereka selesaikan.
"Hm..jadi sebaiknya kita bagi deh tentang penyelidikan kasus siapa yang membantu pembunuhan itu, gimana kalau gue sama salsa ngintilin si melli ketua geng bulliying itu"tasya berpendapat.
"Nah terus lo sama kak devan cari rumahnya kak lusi aja gimana?"lanjutnya.
Aku dan salsa mengangguk setuju.
"Tapi kalian hati-hati yah ngadepin melli tau sendiri kan dia kayak gimana?"tanya anna dengan raut wajah sedih.
"Iyah kami bakalan jaga diri kok percayadeh"ujar salsa tersenyum semangat.
Ting.
Suara bunyi notifikasi masuk.
BangDevanJelek.
Dek gue udh tau alamat rumahnya yg skrng ditinggalin.pokokny lo lngsng plng bilng kemereka kalau jam 19.00 suruh kesini yah.Me.
Y udh bang nanti aku sampein kok.Ia menatap mereka yang tengah memainkan handpone.
"Eh kata bang devan aku harus langsung pulang katanya dia udah tau dimana rumah lusiyana itu...oh yah satu lagi kalian dateng kerumahku jam 7 malem yah, bisakan?"ujarnya.
Mereka mengangguk."okeh ngak masalah kok kami bakalan dateng".
"Semoga misteri ini cepat selesai yah"
"AMIN..."ucap ketiga bersahabat itu bersamaan.
*
**
AnnalinePov.
Aku merebahkan tubuhku.meskipun hari ini tidak ada pelajaran olahraga...tapi yang membuatku lelah ialah ulangan fisika yang mendadak tadi.tubuhku memang tidaklah lelah tapi otakku lha yang lelah!.
Kalau saja pak imron berkumis tebal dan janggut yang sedikit panjang itu memberi waktu kita untuk belajar sebentar...pasti otakku tidak panas seperti ini melihat banyaknya angka yang sialnya aku sangat benci dengan angka!.
"Woy ditungguin malah enak tidur!"aku menatap kesal kearah bang devan.tidak taukah dia sedang apa aku sekarang?yang sedang berusaha agar tidak menjambak rambutnya itu.karna telah membuatku terbangun dan membuatku teringat kembali ulangan tadi siang!.
Entahlah berapa nilaiku nanti.rasanya nilai fisikaku sangatlah buruk dari pada mata pelajaran lain.oh sungguh buruk nasibku yang tidak menyukai angka, dan betapa bodohnya aku kenapa tidak mengambil ips saja?hah sudahlah!itu membuatku semakin pusing.
Ia menepuk pundakku."kenapa lo dek bengong mulu dari tadi"aku memutar bola mata malas.
"Udah deh cepet bilang dimana rumahnya lusiyana itu, terus tau dari mana abang katanya ngak pernah ketemu"aku menatapnya heran.
"Yaelah sabar napa.rumahnya itu ternyata deket kok dijalan mawar no.09 deket kan, abang tau itu dari temen dia jago banget sama yang namanya ngelacak terus ketemu deh"ucap bang devan dengan bangga.
Padahal kan bukan dia yang menuin alamatnya tapi temennya, kenapa dia yang seneng.ah mungkin aja dia seneng karena selama ini baru ketemu sama mantan plus orang yang dijodohkannya.haha.
Tapi kasian juga si bang devan gagal bisa bersama dengan orang yang dicintainnya yang ternyata pacar sahabatnya sendiri. Yang dicintainya malah kayak gitu!nuduh bang devan yang nyelakain sahabatnya sendiri padahal kan wanita itu yang jahat!ihh kok jadi kesel sendiri yah!.
"Woy kenapa sih lo benggong terus, denger ngak apa yang barusan abang omongin. Lagian lo benggong mulu heran gue nanti kerasukan kan repot!"aku menatamnya tajam.
Bisa-bisanya dia bilang gitu. Kalau aku mah ngak bisa dimasukin kecuali itu aku yang ngizinin dan berkat kalung ini juga aku jadi sedikit ngak terlalu khawatir lagi.
Hah.kebetulan dava ada disitu.
Aku tersenyum miring."dav tolong takut-takutin bang devan sampe ngompol sekalian!"seketika mata bang devan melebar mendengar penuturanku.
Dan bantal dikasurku pun mulai beterbangan dava melempar kearahnya."aarrgght sialan lo dek!"dia kabur keluar kamarku.
Tbc.
Jngn lupa tekan🌟
Jngn lupa koment!
Dan...Jngn lupa yg blum move on cepet move on yh😆

KAMU SEDANG MEMBACA
The Dream Of A INDIGO
Mystery / ThrillerAku harap aku tidak memiliki sebuah kelebihan apapun!.ini sangatlah menggangguku!. Tapi berkat kemampuanku ini juga, aku berhasil menemukan seseorang yang telah lama aku rindukan. *** Berawal dari sebuah mimpi yang selalu menghantuinya ketika tertid...