∞8∞
“Maaf, karena sudah berbohong. Aku akan memberi sesuatu nanti, oke. Jadi, jangan marah.”
∞8∞
Keadaan kamar yang terlihat begitu kacau. Beruntung hari ini adalah akhir pekan, membuat Na Na dan Jae Kyung sedikit lega karena tidak harus pergi ke sekolah. Sementara untuk jadwal latihan pun libur untuk hari ini, membuat keduanya mempunyai waktu yang begitu lenggang. Namun, tidak untuk Na Na. Gadis itu sibuk mencari sesuatu hingga mengakibatkan kamarnya begitu berantakan sekarang.
Sementara Jae Kyung yang duduk di kursi balkon hanya terdiam, menatap sahabatnya yang masih mengacak-acak kamar.
"Sampai kapan kau akan terus mencarinya, Choi Na Na?" Suara Jae Kyung membuat gadis itu menghentikan aktivitasnya. Lalu, ia terduduk lemas di atas lantai dan mengacak rambut frustasi. Pasalanya, barang yang dicari selama beberapa hari terkahir ini tidak kunjung ditemukan.
"Bagaimana dengan lantai bawah yang kau hancurkan tadi malam? Dan sekarang kamar. Tidak sekalian saja bongkar kolam renang saja!" Jae Kyung sudah mulai kesal dengan tingkah Na Na. Bahkan, dirinya sudah mencoba untuk membantu mencari. Akan tetapi, nihil, tidak kunjung ditemukan.
Lagi pula, bukankah sebuah gelang akan sangat sulit ditemukan. Terlebih, jika benar-benar tidak mengingat kapan terkahir kali melihat.
"Ah, aku harus bagaimana?!" teriak Na Na. Lalu, gadis itu menjatuhkan badannya ke atas lantai.
"Wahai penghuni rumah!" Suara teriakan dari luar mengalihkan fokus keduanya. Tidak lama setelah itu, pintu kamar terbuka menampakkan Ji Sung.
Mulut laki-laki itu terbuka lebar saat mendapati kamar yang begitu berantakkan. Lalu, dengan perlahan ia melangkah masuk.
"Aku baru tahu kelakuanmu seperti ini," ucap Ji Sung yang sudah berdiri di samping Na Na. Lalu, gadis itu terduduk dan meraih bantal, kemudian berdiri. Setelah itu, ia langsung memukuli tubuh Ji Sung, membuatnya kebingungan. Lantas, laki-laki itu berlari ke arah balkon dengan Na Na yang mengejar seraya masih memukuli.
"Apa yang harus aku lakukan, Choi Ji Sung?!" teriak Na Na, masih memukuli laki-laki itu.
Ji Sung yang merasa kesal pun langsung mengambil alih bantal yang digunakan senjata untuk memukulnya. Lalu, ia melemparnya ke bawah hingga terjatuh tepat di tepi kolam. Sontak, semua itu membuat beberapa orang yang berada di bawah merasa terkejut.
"Mengapa ada bantal yang terjatuh dari langit?" Jae Min merasa panasaran. Lantas, pria itu langsung melangkah keluar. Sementara Jae Hyun dan Irene masih terdiam di tempat.
Setelah kedatangan mereka ke sini benar-benar terkejut, mendapati ruangan yang begitu acak-acakan. Bantal sofa yang sudah tidak di tempatnya. Bahkan, beberapa alat dapur yang bersih pun tergeletak di meja makan dan washtaffel.
"Tunggu!" Na Na baru menyadari sesuatu.
"Kau datang dengan siapa?" tanya Na Na. Lalu, satu detik kemudian, kedua bola mata itu membulat sempurna, kemudian sebelum mendapat jawaban ia sudah lebih dulu berlari meninggalkan kamar.
Suara terjatuh membuat ketiga orang yang berada di lantai bawah langsung menoleh. Kini, mereka mendapati Na Na yang tengah berlutut tidak jauh dekat anak tangga paling bawah.
KAMU SEDANG MEMBACA
SM Treasures (Super Master Treasures) [Sudah Terbit]
Ficción General"Cerita ini telah diikutsertakan dalam kompetisi ODWC menyambut Anniversary AMB Publisher tahun kedua." Rank #Desainer 1 _ November 08, 2019 - November 29, 2019 #Desainer 2 _ November 29, 2019 - December 03, 2019 December 05, 2019 #Harta karun 2 _...
![SM Treasures (Super Master Treasures) [Sudah Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/200192646-64-k947240.jpg)