"Lagi makan apa kamu?"
Lagi santai ngunyah, gue dikejutkan oleh suara Daddy, "--UHUK!"
Gue berusaha usap-usap dada karena tersedak makanan.
"Y-yaampun, maafin Daddy," terus Daddy memberikan segelas air mineral ke arah gue yang gue terima dengan senang hati. Teguk habis tuh air.
Di sisi lain Daddy membantu mengusap-usap punggung gue sambil terus mengucap kata maaf. Gue cuma mengangguk aja, terus lanjut makan.
"Maaf ya dek," ucap Daddy terus duduk depan gue, "--kamu makan apa?"
Gue yang tadinya nunduk langsung mendongak buat menatap Daddy, "Brownis, Dad,"
"Brownis? Dari siapa?" Tanya Daddy terus menyomot satu dan langsung disikat habis.
"Om Bokuto," jawab gue simpel, emang ya kalau lagi makan tuh jadi males jawab panjang-panjang.
"Oh---," Daddy menyomot lagi sebelum benar-benar bikin gue lebih kaget dari sebelumnya.
"---ANAK BURHAN?!"
"Ish! Daddy! Kenapa si? Lagi makan juga bikin kaget terus, ini dari Om Bokuto bukan Rei,"
"Bohong?"
"Beneran Dad, yaampun, ini dari Om Bokuto, tadi dateng katanya mau ketemu Daddy, tapi Daddy kan belum pulang, yaudah nitip ini buat aku,"
Mata Daddy memicing menatap gue curiga, gue yang diperhatikan merasa risih, langsung aja menutup mata Daddy dengan sebelah tangan.
"Ini kenapa ditutup segala?!"
"Abisnya Daddy ngeselin sih, nggak percayaan banget,"
Lalu Daddy pegang tangan gue dan menurunkan sambil masih digenggam lalu mengusap pelan, "Bukan Daddy nggak percaya, cuma ya--,"
"Intinya nggak percaya," potong gue cepat.
"Maaf ya, Daddy cuma khawatir aja,"
"Khawatir kenapa sih? Lagian kan aku kenal Rei juga udah dari bayi? Kenapa masih khawatir?" Tanya gue bingung.
Daddy tersenyum kecil tapi gue yakin kalau tatapan Daddy tuh berubah jadi sendu, "Nggak semua laki-laki bisa dipercaya, meski kamu udah kenal dia dari bayi atau ayahnya teman Daddy, tapi nggak semua bisa dipercaya dan Daddy takut,"
Gue cuma diem, semakin bingung mau merespon apa tapi gue yakin satu hal, gue membalas genggaman Daddy sambil tersenyum, "Aku ngerti kok, makasih ya Dad,"
Beliau cuma ingin menjaga anak perempuan satu-satunya yang berharga ini, gue mengerti.
Daddy melepas genggaman tangan terus menyomot lagi brownis yang ada sambil tersenyum besar, gue membalas tersenyum.
Sekalipun terdengar overprotektif tapi cinta Ayah yang paling tulus sedunia.
".....,"
"Dad? Ngomong sesuatu?"
"Nggak kok," Daddy tersenyum.
******
KAMU SEDANG MEMBACA
Daddy! | Kuroo Tetsurou.
HumorCaptain's Haikyuu Daddy the Series " Alhamdulillah nggak khilaf. Untung inget bapak sendiri." ー Kuroo [name] [Daddy!Kuroo Tetsurou×Daughter Reader] warning: trashword, Indo AU/Lokal AU, tidak sesuai puebi dan masih banyak lagi! ©Haruichi Furudate...
