Daddy🦍
Maaf ya dek..
Daddy lembur
Jangan begadang!
Cuci muka, kaki, pakai piyama
Langsung bobo!
Iya dad:((
Daddy juga jangan sampe kecapean
no more caffein
Daddy🦍
Iya cintaku
Sana bobo
Good night my little girl💖
Gnight too dad
I love you
Daddy🦍
I love you too💖💋
Nggak usah balas lagi!
Gue tertawa kecil ketika melihat balasan pesan dari Daddy, mana alay gitu pake emot nya, kenapa harus blink-blink sih, lagian mau dibalas apalagi ya udah mentok begitu.
Btw, sengaja emot nya gorila soalnya mirip sih, hehe.
Maksudnya kuat kaya gorila bukan mukanya.
Gue yang sedari tadi sudah rebahan tidak mengindahkan apa yang Daddy katakan di chat barusan, bodo amat, mumpung Daddy nggak bisa patroli ke kamar gue ya kan kaya biasanya, jadi mau begadang sampai jam berapapun nggak bakal ketahuan, hehe.
Sekarang malam Sabtu, otomatis besok sekolah libur, makanya bisa bebas begini apalagi Daddy lembur, hehe.
Tapi jarang banget sih Daddy lembur seperti ini, boro-boro lembur, Daddy pulang kerja lewat 1 jam aja suka panik duluan, karena takut gue sendirian di rumah.
Namun entah kenapa tiap bulan ada aja satu hari Daddy lembur dan beneran kaya nggak pulang gitu, gue sih tahu, meski beliau pas paginya udah ada di rumah lagi nyantai sambil minum kopi, namun pernah sampai Daddy baru pulang sore di hari berikutnya.
Wtf gitu?! Daddy yang overprotektif sama anaknya bisa meninggalkan anaknya seharian penuh bahkan sampai dua hari.
Dan gue baru sadar, bahwa Daddy selalu lembur di tanggal yang sama. Gue pernah curiga, apakah Daddy udah punya calon istri baru atau gimana sehingga dengan teganya meninggalkan anak semata wayangnya yang cantik macam gue ini dengan alasan pergi lembur padahal sebenarnya lagi kumpul kebo sama calonnya yang baru.
Astaga, nggak, bercanda doang.
Gue sampai mengendus-endus jas yang Daddy pakai sebelumnya ataupun kemejanya, takutnya nanti kaya di sinetron ada bekas kecupan gincu atau parfum cewek, kan bisa diciduk.
"Lebay banget Lo!"
"Biarin kali, kan Daddy Lo juga butuh pendamping,"
"Dia butuh kebahagiannya sendiri, bukan cuma ngurus Lo, beliau juga pengen diurusin,"
Kalau kalian mau komentar kaya gitu, gue masih nggak terima, bukan gue nggak mau melihat Daddy nggak bahagia ataupun menderita karena menduda berpuluh tahun, tapi gue butuh kepastian sebelum Daddy mencari pendamping baru.
Gue sama sekali nggak pernah tahu wujud ibu seperti apa.
Gue nggak pernah tahu cara memanggil seorang ibu bagaimana.
Karena seingat gue, dari gue kecil yang selalu gue tahu dan panggil ya cuma Daddy.
Gue nggak pernah merasakan ketika masuk TK dianterkan oleh ibu seperti anak lain, atau merayakan hari ibu seperti anak lain. Waktu gue SD, gue selalu merasa minder ketika temen-temen gue heboh mencari hadiah dan mau mengucapkan "selamat" ketika hari ibu, meluk ibunya, atau melakukan hal yang bisa menyenangkan hati ibunya.
Dan sekali lagi, gue hanya bisa memanggil "Daddy".
Ketika pertama kali masuk SMP, gue udah mulai bisa mengisi formulir buat diberikan ke BK, ketika gue harus mengisi kolom nama orang tua, gue selalu bingung, "gimana caranya ngisi nama ibu, sedangkan gue nggak punya ibu?"
Gue yang jadi siswa terlama mengisi biodata, langsung didatangi oleh guru BK, "kenapa?" Tanya guru BK gue, dan gue menjawab "saya nggak tahu nama ibu saya,"
Guru BK gue diam setelah itu mengelus kepala gue, "kalau begitu biar ibu yang isi aja ya, ibu punya berkasnya kok,"
"Tapi kan harus diisi mandiri bu,"
"Nggak papa, yang lain juga ada yang nggak tahu, jadi biar sekalian ibu aja yang isi," beliau tersenyum tulus.
Gue yang masih polos waktu itu cuma mengangguk, dan membiarkan guru BK mengambil formulir biodata gue.
Dan gue baru mengerti ketika gue mulai mempelajari banyak hal, senyum guru BK gue waktu itu, bukan senyum tulus tapi prihatin, beliau seolah tahu keadaan gue, dan ucapannya waktu itu bohong, mana ada anak yang nggak tahu nama ibunya sendiri, kecuali gue?
Dan sampai saat ini, setiap formulir dan berkas mengenai gue, semua Daddy yang isi.
Dari kecil gue nggak pernah berani bertanya--bukan-- melainkan gue bingung mau bertanya, "Mommy dimana?" Ke Daddy, karena gue yang memang sama sekali nggak tahu siapa yang harus gue tahu "Mommy".
Namun setelah semakin mengerti, gue semakin berani bertanya, "Dad nggak kangen Mommy?"
Seharusnya, "Mommy dimana?"
Tapi sekali lagi gue merasa takut.
Dan sekali lagi, jawaban Daddy, "Nggak, kan ada kamu,"
Selalu bilang, "Kamu mirip Mommy kamu, makanya Daddy nggak kangen, kalau kangen kan bisa lihat kamu,"
Dan sama sekali gue nggak pernah bisa membayangkan wajah ibu seperti apa.
Apanya yang mirip?
Semua orang selalu bilang, "Kamu mirip Daddy kamu,"
Dan gue bingung?
Bagaimana gue bisa memvisualisasikan ibu?
Gue tahu Daddy pasti mengerti pertanyaan gue, namun beliau seolah tidak mengerti--bukan-- tidak mau tahu dan tidak ingin memberitahu.
Dan sekali lagi, gue hanya bisa membisu.
*****
KAMU SEDANG MEMBACA
Daddy! | Kuroo Tetsurou.
HumorCaptain's Haikyuu Daddy the Series " Alhamdulillah nggak khilaf. Untung inget bapak sendiri." ー Kuroo [name] [Daddy!Kuroo Tetsurou×Daughter Reader] warning: trashword, Indo AU/Lokal AU, tidak sesuai puebi dan masih banyak lagi! ©Haruichi Furudate...
