- E N A M -

2.1K 152 12
                                    

CERITA INI MENGGUNAKAN ALUR MAJU-MUNDUR CANTIK. MOHON PEMBACA FOKUS DALAM MEMBACA BIAR TIDAK TERSESAT DITENGAH JALAN.

Budayakan vote sebelum membaca dan komen setelah membaca, terimakasiyyy

     ────────────────────────────
                                 🦄🦄🦄



"Mampus gue serigalanya datang."

Danial sedikit gelagapan saat Reno mendekat dan terlihat mulai mengenali dirinya. Meski dia membuang wajahnya ke berbagai arah, tetap saja. Reno pasti mengenali persis dirinya.

"Kamu lagi! Ngapain sih gangguin anak saya terus?"Reno langsung mengambil Lola dari gendongan Danial."Kamu juga Nala, kok nggak balik udah mau gelap juga."

"Iya ini juga mau balik abang."

"Kalian kok bisa kenal?"

"Ah.. Anu.. "

Bagaimana ini?
Nala berulang kali melirik Danial yang saat itu juga dalam posisi tak tau harus mengatakan apa.

.
.
.

"Kurang ajar!"

"Abaaangg.... Abanggg udahh dongggg."

Setelah akhirnya mereka berbicara ke dalam apartemen milik Reno dan Nala berhasil menjelaskan semuanya. Emosinya memuncak tentu saja, dan Nala langsung bereaksi merentangkan tangannya di depan Danial saat Reno hendak menghajar anak SMA itu.

"Minggir Nala!"

"Nggak mau! Abangkan udah janji nggak bakal marahin Danial. Kalau abang mau marahin Danial, marahin Nala juga dong! Kalau mau mukul Danial juga harus mukul Nala."Katanya  tanpa jeda.

Reno membuang kasar nafasnya. Dia mulai menyesal karna sudah berjanji pada Nala tadi. Kalau tidak dia pasti akan menghajar habis habisan cecunguk satu ini.

"Kamu belajar akhlak dari keluargamu nggak sih?"

"Mas, udah dong. Kamu dari kemarin marah terus."Ucap seorang perempuan cantik bernama Alisa. Yang tak lain adalah istri dari Reno, Mamanya Lola dan tentu saja kakak ipar dari Nala.

"Tau tuh kak, urus aja suaminya. Nanti darah tinggi tau marah marah terus, nggak lucu masih mudah udah struk."Nala berkata sambil memaju majukan bibirnya. Gaya bicara saat dia merasa benar sendiri.

"Saya minta maaf om."Danial yang katanya mengharapkan maaf dari Reno sekarang malah meminta maaf duluan atas kesalahan yang benar benar dia lakukan.

"Maafmu itu nggak mengubah apapun. Sadar kamu?"

"Ihh abang udah dibilangin jangan marah,"

"Saya tau, karna itu saya tidak akan melawan meski om menghajar saya sampai habis."Danial memotong omongan Nala dan berjalan melewati Nala yang melindunginya sedari tadi. Kini dia berdiri tepat di depan Nala dan di hadapan Reno. Tentu saja, Danial ini benar yang di sebut laki-laki.

"Kalau gitu om bisa salahin saya. Salahin saya untuk semuanya, tapi jangan pernah ikut sertakan keluarga saya. Karna yang salah memang benar saya, bukan pengajaran mereka dalam membesarkan saya."

Nala yang sedari tadi terus menggerutu kini ikut diam mendengar suara Danial yang ntah kenapa berubah sangat berbeda sekarang. Ruangan sebesar ini seketika hening.

"Jika ada orang tua yang bercita-cita anaknya harus lebih dari dirinya, yang ingin anaknya hidup bahagia tanpa ada hambatan, yang rela menukar hidup demi anaknya. Papa mama saya adalah salah satunya Om."

D A N I A LTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang