Part 13

452 68 20
                                        

Merupakan cerita fiksi. Tidak untuk menjelekkan tokoh di dalamnya. Kesamaan alur dan setting adalah ketidaksengajaan. Tidak diperkenankan mengambil konten di dalamnya. Selamat membaca.

OOC ; AU

XIII - Summer storm

*Warning : Kata-kata kasar, umpatan, dan adegan yang terlalu dramatis.

.
.

Sudah sepuluh menit berlalu sejak wanita paruh baya itu datang dan mengajak Jung Eunji mengobrol di taman fakultas. Beberapa mahasiswa berlalu lalang, sejenak menoleh ke arah mereka untuk mengamati satu pemandangan tak biasa. Namun sisanya berjalan tak peduli. Jung Eunji melirik ke kanan, memperhatikan wajah yang mulai menua, tapi tetap cantik. Wanita itu, ibunya, tengah meniup satu cup green tea yang mengepulkan asap tipis, lalu meneguknya dengan gerakan perlahan. Jung Eunji membuang muka, bersandar sambil memejamkan mata untuk menikmati aroma manis green tea yang tidak bisa ia rasakan.

"Kuyakin kau sudah tahu maksud kedatanganku kemari." Kata wanita paruh baya itu. Ia menoleh ke arah Eunji yang kini balas menatapnya, dingin. "Kau masih punya keberanian untuk menatapku seperti itu, ya." Ia terkekeh pelan, mengejek.

"Aku hanya punya waktu sepuluh menit untuk melayanimu, sebaiknya kau mengatakannya dengan cepat."

"Cih, sombong sekali." Wanita itu meletakkan cup green tea-nya. Kemudian tatapannya mulai serius saat maksud yang hendak ia lontarkan siap keluar. "Jauhi pria itu. Biarkan dia menjadi barang incaran Kang Seulgi. Dan kau akan aman."

Jung Eunji segera menoleh, mengernyit tidak mengerti. "Apa maksudmu?"

"Jangan pura-pura bodoh, Jung Eunji. Dari awal kau tahu kalau Seulgi menyukai pria itu, jadi biarkan dia mendapat apa yang seharusnya ia miliki. Aku tidak peduli bagaimana perasaanmu saat ini pada pria itu, tapi yang pasti, kalau kau tidak mau menyerah, maka kau tamat."

Gadis itu mengerjap. Apa pria yang dimaksud ibunya adalah Oh Sehun? Ia menyuruh Eunji untuk menjauhi Oh Sehun karena Seulgi lebih dulu menyukainya? "Aku tidak pernah mendekatinya, dia yang lebih dulu mendekatiku." Kata Eunji. Terasa tidak adil kalau kedekatannya dengan Oh Sehun dijatuhkan padanya, seolah berteman dengan pria itu adalah kesalahan besar bagi Jung Eunji. Tapi apa benar Oh Sehun yang lebih dulu mendekatinya? Padahal Eunji tidak menyangkal kalau mereka bisa dekat karena Eunji yang lebih dulu menawarkan pekerjaan pada pria itu, sehingga mereka jadi sering bertemu. Ia menggigit bibir. Tapi kalaupun ia diancam sebab lancang membuat hubungan bersama Oh Sehun, maka jawabannya, "Aku tidak mau. Aku tidak akan menjauhi pria itu."

"Kalau begitu kau harus siap hancur, juga siap kehilangan pria itu dengan paksaan."

"Aku yang harus siap hancur, atau kau duluan yang harus siap hancur?"

Wanita itu membelalak. Green tea yang ada di tangannya tak lagi menarik, justru menjadi senjata yang memberinya luka.

Eunji tersenyum pahit, menatap nanar wanita yang kini mengarahkan pandangannya ke depan. Menatap kosong dedaunan. "Selama ini Eomma terlalu mengikuti semua perintah Seulgi, sampai tidak tahu kalau perlahan tapi pasti Eomma sedang menjadi bonekanya!"

"Jaga ucapanmu, Jung Eunji!"

Plak. Eunji mendapat satu tamparan di pipi kirinya. Membuat ia mengepalkan tangan, merasakan sesak di dadanya akibat tindakan yang selama ini selalu ia terima. Mengapa ibunya tidak pernah sadar bahwa menikahi ayah Seulgi adalah kesalahan besar? "Eomma marah karena aku benar, kan? Selama ini yang Eomma terima hanya materi, bukan kebahagiaan. Sebagai gantinya, Eomma rela diperbudak oleh gadis itu, dan bahkan rela mengorbankan anak kandungnya sendiri!"

SAVE YOUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang