Part 01 : Awal

722 51 3
                                        

*Jika Anda membaca cerita ini di Platform lain selain WATTPAD, Anda kemungkinan besar berisiko terkena SERANGAN MALWARE.*

*If you're reading this story on a Platform other than WATTPAD, you are most likely at risk of a MALWARE ATTACK*

######


Seorang gadis terlihat sedang sibuk dikamarnya, setelah merapihkan dandanannya, dia memasukan buku dan map berisi kertas-kertas yang sangat penting untuk hidupnya sekarang. Tak lupa dia memasukan sebuah Laptop kedalam tas ranselnya.

"Eunha-ya."

"ne, Sebentar."

Eunha POV on
Hari ini seperti biasa, aku harus memulai rutinitas sebagai mahasiswi semester akhir yang akan berkutat dengan skripsi dan juga sidang. Aku ingin segera lepas dari jeratan ini. Asal kalian tahu saja, aku mengambil kuliah management dan bisnis karena Appa bukan atas keinginanku sendiri. Mungkin Appa menginginkan aku menggantikan posisinya di restoran. Mengingat aku ini anak satu-satunya.

Anehnya, Appa tidak pernah bosan untuk 'mengatur hidupku'. Daridulu dia selalu mengaturnya, dimulai dari sekolah, teman-teman, hobi, cita-cita dan sekarang adalah jodoh. Setiap ada kesempatan, dia selalu mengenalkan anak laki-laki temannya. Ada yang melalui foto, nomer telepon, ada yang datang langsung ke rumah. Tapi untuk yang satu ini, aku selalu menolak. Karena Menurutku masalah jodoh itu jangan dipaksakan, biar TUHAN yang atur semuanya.

"Eunha..."

"Ne..."

Eomma manggil lagi, saatnya sarapan lalu pergi ke kampus.

"Bagaimana skripsimu?."tanya appa
"Baru beres 50%."
"Appa harap kamu lulus tahun ini."

Jangankan Appa, aku juga berharap seperti itu.

Setelah sarapan yang membosankan bersama mereka. Aku langsung pergi ke kampus, dan sekarang sedang mendengarkan hal yang membosankan dari dosen yang mengoreksi bab pada skripsi milikku.

Hahhh... dia selalu mengonceh seperti itu sejak menjadi dosen pembimbingku. Mungkin setiap kata yang terlontar dari mulutnya sudah terekam jelas diotak-ku.

Bebas juga dari dosen cerewet itu, bukannya rampung, skripsi ngga akan selesai kalau kayak gini. Dasar Suneo menyebalkan, Suneo itu julukan yang aku berikan padanya.

Sial, aku harus kembali ke perpustakaan dan merevisi satu bab.

######

Meskipun Appa termasuk orang kaya, tapi aku tidak punya mobil. Dia bilang aku harus berusaha sendiri untuk mendapatkannya. Jadi terpaksa pulang-pergi harus naik bus. Tapi ada untungnya juga, bisa berbahaya kalau aku membawa kendaraan saat sedang lelah dan larut malam seperti ini.

Sedang asik menunggu bus, ada anak kecil sekitar umur 4 tahunan yang terjatuh dihadapanku. Tentu saja aku menolongnya, ternyata tali sepatunya lepas. Pantas saja dia terjatuh.

"Hati-hati ya kalau jalan."nasihatku sambil mentalikan tali sepatunya

"Eomma.. hiks.. hiks.. hiks.."tangis anak ini

Anak kecil ini menangis, dan sampai aku selesai mentalikan tali sepatunya yang lepas. Tidak ada ibu atau ayah-nya yang menghampiri kami. Saat aku melihat anak ini, dia langsung memeluk dan memanggilku eomma.

Sarang 2.0 [Complete]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang