Part 14 : Kecewa

299 49 2
                                        

*Jika Anda membaca cerita ini di Platform lain selain WATTPAD, Anda kemungkinan besar berisiko terkena SERANGAN MALWARE.*

*If you're reading this story on a Platform other than WATTPAD, you are most likely at risk of a MALWARE ATTACK*

######

Sowon langsung ke restoran keluarga Jung setelah pertemuaannya dengan SinRin dan Nayeon. Dia tidak langsung ke dalam karena melihat Jungkook yang baru saja keluar dari sana. Jungkook berpapasan dengan Sarang dan ibu mertuanya, melihat sikap Jungkook yang sok baik di depan mereka membuat Sowon semakin muak.

"Appa datang lebih awal?."celetuk Sarang ketika melihat ayahnya keluar dari mobil "Halmoni duluan saja ke dalam, aku akan bersama appa."
"Baiklah... Jangan lama-lama di luar."ujar Taehee

Tentunya Sowon keluar dari mobil setelah Jungkook pergi.

"Appa, wae geurae?."tanya Sarang saat melihat ekspresi wajah ayahnya yang datar

"Tidak ada apa-apa. Sarang habis darimana?."jawab Sowon sekaligus bertanya
"Halmoni meminta diantar ke butik. Lalu halmoni memberiku ini, appa. Nanti aku akan mencobanya lagi dirumah dan menunjukannya pada appa."jelas Sarang sambil menunjukan paper bag yang dipegangnya pada Sowon

"Appa, appa menangis?."tanya Sarang lagi

"Aniya, appa kelilipan."bantah Sowon, "Ayo kita ke dalam, diluar banyak sekali debu."

######

"Oppa..."
"Hemmz, wae?."

"Sejak tadi kamu melamun terus. Sepertinya bukan kamu yang menonton tv, tapi tv yang menonton dirimu."jelas Eunha

Eunha duduk disamping Sowon dan mengambil remote tv dari tangan suaminya.

"Aku ingin menonton drama Minho oppa. Episode kali ini akan menegangkan."
"Kenapa kamu begitu menyukainya?"
"Sudah jelas karena Minho oppa tampan."

"Aishhh... Minho oppa.. Minho oppa.. Dia bahkan tak mengenalmu."dumel Sowon
"Dasar Cemburuan..."

Eunha berlari ke kamarnya untuk mengambil selimut. Sowon yang melihat itu hanya bisa tersenyum, Eunha selalu terlihat imut saat melakukan sesuatu.

"Selimut untukku mana?."tanya Sowon ketika Eunha kembali hanya membawa satu selimut.
"Oppa mau selimut juga?. Akan aku ambilkan."ujar Eunha
"Aniya... Kita bisa memakainya berdua."tahan Sowon
"Tidak akan muat."
"Muat, ayo kemari!. Lihat itu Minho oppa-mu muncul."

Eunha akhirnya duduk disebelah Sowon dan menyelimuti tubuh mereka. "Apa aku bilang? Tidak muat, ini selimut kecil hanya untuk satu orang."celotehnya

Sowon merangkul Eunha dan mendekatkan tubuh mereka. "Sekarang muat."

Eunha terkekeh karena sikap Sowon yang pemaksa. Tapi tak apalah, jarang-jarang juga mereka seperti ini. Eunha fokus menonton tv sementara Sowon kembali tenggelam dalam pikirannya sendiri.

"Oppa, kamu menangis?."tanya Eunha karena dia merasa kepalanya tiba-tiba saja basah

"Aniya, aku tidak menangis."bantah Sowon, tapi dia tiba-tiba memeluk Eunha dan semakin menangis sesengukan

Sarang 2.0 [Complete]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang