Part 12 : Bukti

423 47 8
                                        

*Jika Anda membaca cerita ini di Platform lain selain WATTPAD, Anda kemungkinan besar berisiko terkena SERANGAN MALWARE.*

*If you're reading this story on a Platform other than WATTPAD, you are most likely at risk of a MALWARE ATTACK*

######

"Kenapa menatapku seperti itu, sayang?."tanya Sowon karena risih Eunha terus menatapnya

Mereka sekarang sedang berbaring, dan Eunha terus saja menatap Sowon penuh curiga.

"Kamu benar-benar punya kepribadian ganda. Mengaku saja, tidak masalah koq. Aku akan menerima kepribadianmu yang lain."

"Aniya... Aku tidak punya kepribadian lain."

"Lalu kenapa bersikap acuh seperti itu. Kamu hampir membuat Sarang menangis tadi."
"Mianhae. Habisnya aku kesal padamu."
"Kesal kenapa?."

Sowon bangun dari posisi berbaringnya dan mengambil handphone yang tersimpan di nakas sebelah kasur.

"Kita sedang bicara serius, jangan main handphone."omel Eunha sambil bangun mengikuti Sowon

"Aku akan menunjukan hal yang membuatku kesal."ujar Sowon sambil memberikan handphonenya dan menunjukan beberapa foto

Eunha terbelalak kaget melihatnya.

"Kamu dapat ini darimana?."
"Entah siapa pengirimnya. Pokoknya aku kesal melihatnya."
"Hal yang terjadi tidak seperti apa yang ada di foto ini."
"Aku juga berpikir seperti itu, meskipun sempat ragu. Tapi seseorang menyadarkan aku. Masa lalu tidak penting. Yang penting masa depan kita."

"Aku dan Jungkook berpacaran sejak SMA, tapi orangtuanya tidak menyukai aku karena status sosial kami. Ayahku hanya pemilik restoran biasa yang tidak terlalu terkenal saat itu."ujar Eunha memulai cerita

"Aku benci orang-orang seperti itu."sela Sowon

"Lalu kami backstreet, tapi aku mulai jenuh ketika di awal kuliah. Apalagi orangtuanya mulai tahu kalau kami masih bersama. Aku meminta putus, tapi dia tak menerimanya."

Sowon mendengarkan dengan baik. Eunha baru pertama kali ini menceritakan masa lalu-nya. Jadi dia akan memusatkan semua perhatiannya pada Eunha.

"Dia tiba-tiba melakukan hal yang cukup gila bagiku. Aku sudah menolaknya, tapi dia tetap memaksa. Kami tidur bersama, dan teman-temannya membantu mengambil foto. Meskipun hanya bagian atasku saja yang terbuka, aku tetap merasa dilecehkan saat itu. Dia mengancam akan menyebarkannya kalau aku tetap meminta putus."

"Sialan, aku akan menghajarnya kalau bertemu lagi nanti."kesal Sowon

"Tidak usah... Ingat hubungan bisnis perusahaan kalian."
"Ck.. Aku benci ini."

"Lain kali, sebelum marah itu tanyakan dulu padaku. Aku akan menjelaskan semuanya padamu."

"Ne.. Mianhae... Lalu bagaimana kalian bisa putus?."

"Sebenarnya, setelah kejadian itu. Tidak pernah ada kata putus lagi diantara kami. Aku masih sangat muda, masih labil, Aku sangat mencintainya. Dan Jungkook juga membalas cintaku sangat manis."

"Jadi sampai sekarang kalian belum putus?."
"Tapi dengan kamu menikahiku hubungan kami putus begitu saja."
"Akhh benar juga."

Eunha mencubit pipi Sowon karena gemas, dia lalu melanjutkan ceritanya. "Sampai orangtuanya mulai merecoki kami lagi, dan Jungkook menunjukan foto itu agar orangtuanya tak bisa memisahkan kami. Tapi yang terjadi selanjutnya adalah, Ibunya memarahiku habis-habisan di depan banyak orang. Dia bilang aku pengaruh buruk dan akan menjauhkan Jungkook dariku."

Sarang 2.0 [Complete]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang