*Jika Anda membaca cerita ini di Platform lain selain WATTPAD, Anda kemungkinan besar berisiko terkena SERANGAN MALWARE.*
*If you're reading this story on a Platform other than WATTPAD, you are most likely at risk of a MALWARE ATTACK*
######
"Tapi bagaimana kalau dia melakukan hal yang macam-macam?."
"Tidak akan, dia anak yang pintar. Biarkan dulu dia sebentar, setidaknya sampai satu jam. Kalau dia tidak kembali ke sini, kita yang menghampirinya."
Sowon dan Eunha menunggu dengan perasaan yang tidak tenang.
"Sowon, kau akan kemana?."
"Menunggu diluar."
Baru Sowon membuka pintu, Sarang ternyata berada dibalik pintu kamar mereka.
"Apa itu serius?."tanya Sarang pelan
Sowon menyamakan tingginya dengan Sarang dan memeluknya.
"Jadi, aku bukan anak kalian?."tanyanya lagi
"Secara biologis bukan. Tapi hatiku akan selalu menganggap kamu sebagai anak kami, selamanya."jelas Sowon
Sarang balas memeluk Sowon dan menangis tersedu-sedu. Eunha yang melihat itu juga tak kuasa menahan tangisannya.
"Uljima... Apapun yang terjadi nanti, Sarang tetap anak appa dan eomma selamanya."hibur Sowon, dia kemudian mengendong Sarang dan membawanya kembali ke ranjang mereka.
"Kemarilah, peluk eomma, sayang."
Eunha memeluk Sarang dan mengelus lembut rambutnya dengan sayang.
"Apa Eomma akan menyayangi Sarang selamanya?."
"Eomma akan menyayangi kamu selamanya."
"Meskipun nanti eomma mempunyai anak yang lain, eomma akan tetap menyayangi aku?."
"Tentu, dan eomma tidak akan pilih kasih."
Mereka kembali berbaring, Sarang sudah terlelap ditengah-tengah mereka. Eunha mengusap pelan pipi Sarang yang basah oleh air mata.
"Seandainya Sinbi dan Yerin tidak datang, kita tidak akan membuatnya menangis seperti ini."bisik Eunha
"Lebih tepatnya kita tidak akan menangis seperti ini."koreksi Sowon "Tidurlah Eunha-ya..."
"Aku masih ingin melihatnya."
"Kamu bisa sakit..."
Meskipun mereka sempat pisah ranjang beberapa hari. Tapi Sowon tahu, kalau Eunha mengalami Insomnia sejak SinRin mengakui Sarang sebagai anak mereka.
"Hatiku sudah sakit, Sowon."
Eunha kembali menangis membayangkan Sarang akan meninggalkannya. Walaupun nanti mereka akan tetap bertemu, tapi dia tidak akan setiap hari bersama Sarang. Dia pasti akan merasa kehilangan.
Sowon tak berkata apapun lagi, dia memeluk keduanya dan mencium puncak kepala mereka bergantian.
"Kita pasti bisa melewatinya."
S
K
I
I
P
"Aku akan menjemputmu setelah menjemput Sarang."
"Tidak usah, kita bertemu langsung saja disana."
KAMU SEDANG MEMBACA
Sarang 2.0 [Complete]
Randombukan lanjutan dari Sarang #YulTae untuk pertama kalinya aku buat #WonHa
![Sarang 2.0 [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/209052918-64-k734105.jpg)